Kamis, 30 Juni 2022

Zikir Kebangsaan Pekan ke 32 dihadiri Ketua Wantim dan Waketum MUI Sultra, Canangkan Program Kemenag Sultra Berkurban Gaungkan Semangat Berbagi Menjangkau yang Tak Terjangkau

  • Selasa, 24 Mei 2022 13:46 WIB

Kendari, (Humas Sultra) --- Dalam rangka menghadapi Idul Adha kurang lebih enam pekan kedepan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, mencanangkan Program Kemenag Sultra Berqurban. Hal ini, dapat menumbuhkan keikhlasan dan konsistensi bagi ASN untuk dapat terus berkurban.

Demikian diutarakan Kakanwil, H. Zainal Mustamin saat memberikan tausiyah pembinaan mental dan spiritual dalam rangkaian Dzikir dan Doa Bersama minggu ke-32, Selasa (24/5/2022) yang diikuti secara luring oleh segenap pejabat administrator dan ASN lingkup Kanwil Kemenag Sultra, juga disiarkan secara virtual, diikuti oleh 17 Kantor Kemenag kab/kota, DWP lingkup Kemenag Sultra, Madrasah dan KUA se Sultra. 

Menurut Kakanwil, Idul Adha adalah peristiwa besar yang terjadi ketika Nabi Ibrahim AS diuji oleh Allah SWT untuk berkorban dengan menyembelih putranya sendiri Ismail AS, yang kemudian putranya dengan keikhlasan bersedia disembelih oleh ayahnya karena merupakan perintah Tuhannya. Melihat kesungguhan dan keikhlasan Nabi Ibrahim dan putranya Ismail,  maka Allah SWT menggantikan sembelihannya dengan binatang qurban.

"Artinya bahwa manusia memiliki kedudukan yang terhormat, tidak layak untuk dikorbankan karena alasan apapun, tanpa alasan yang dibenarkan oleh agama. Dari banyak peristiwa besar selalu membawa hikmah dan pelajaran, salah satu pelajaran yang menyertainya adalah pelaksanaan ibadah qurban," jelas Kakanwil.

Hal ini, lanjut Kakanwil, juga sebagai respon atas Firman Allah SWT dalam Al Qur'an surah Al Kautsar ayat 1-3, yang didalamnya mengandung arti "Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)."

Dikatakan Kakanwil, jika banyak yang berkurban justru berasal dari orang yang kurang mampu, namun orang-orang yang memiliki penghasilan tetap dan kelebihan harta sangat enggan merespon ayat tersebut. Hal ini karena kesadaran berkorban itu masih rendah.

"Karenanya, kesadaran berqurban harus dimulai dari Kementerian Agama. Kuncinya ada dua, kesungguhan dan kerelaan. Mereka yang kurang mampu namun bisa berqurban, karena mereka sudah niatkan memang mau berkorban setiap tahun. Jadi ada kesungguhan dia untuk mempersiapkan. Yang kedua ada kerelaannya untuk berkorban. Jadi kalau ada kesungguhan untuk mempersiapkan dan ada kerelaan pasti bisa," imbuh Kakanwil.

Kesungguhan itu sendiri, sambung Kakanwil, akan melahirkan dua hal. Pertama akan melahirkan keikhlasan, yang kedua akan melahirkan konsistensi. Karena itu orang berkurban tiap tahun, karena ada keikhlasan dan ada konsistensi dari buah kesungguhan. Dan disinilah pelajaran terpenting dari kisah Nabi Ibrahim AS.

"Karena itu, Program Kemenag Sultra Berqurban agar dipersiapkan dengan baik disemua level baik Kanwil, Kemenag Kab/kota, Madrasah hingga KUA. Jangan hanya mau menerima, tetapi semangat memberi, semangat berbagi, sehingga kita akan mendapatkan kemuliaan tertinggi disisi Allah SWT," katanya.

"Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu," pungkas Kakanwil mengutip Surah Al Hajj ayat 37.

Diakhir kesempatan, Kakanwil kembali  menyapa seluruh peserta dzikir dan doa bersama yang tersebar di Kemenag kab/kota, Madrasah hingga KUA se-Sultra. Kakanwil juga menyempatkan diri mendengarkan yel-yel Kemenag Sultra Bersahabat dari MIN 1 Baubau, MIN 1 Kolaka, MAN 1 Kolaka, MAN 1 Wakatobi, KUA Samaturu Kab. Kolaka. MTsN 1 Konawe dan MTsN 4 Muna. Kali ini, MTsN 4 Muna dinyatakan Kakanwil sebagai yel-yel terbaik dan terbanyak karena tidak hanya melibatkan guru, namun turut mengikutsertakan siswanya.

Sumber : -
Penulis : Wa Ode Asnani. S. IP
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 94 kali