Sabtu, 04 Desember 2021

Pembinaan ASN di Kab. Kolaka Timur, Kakanwil : Institusional Branding 'Kemenag Bersahabat' Wujudkan Visi Kementerian Agama

  • Kamis, 25 November 2021 21:41 WIB

Tirawuta, (Humas Sultra) --- Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, H. Zainal Mustamin mengungkapkan bahwa membangun Institusional Branding "Kemenag Bersahabat" dapat mewujudkan Visi Kementerian Agama yaitu membangun Kementerian Agama yang Profesional dan Handal dalam membangun  masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul. 

Hal tersebut diungkapkan Kakanwil pada kegiatan Pembinaan ASN Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Kolaka Timur, Kamis (25/11).

Kakanwil mengungkapkan bahwa setiap pemimpin melakukan perubahan dan kemajuan serta inovasi, karena yang menjabat berikutnya melanjutkan yang sudah ada sekaligus melakukan inovasi selanjutnya. 

Karena itu membuat institusional branding atau membuat merk dan cap institusi dengan sebuah gerakan yang disebut dengan kemenag bersahabat, sebagai upaya agar semua ASN Kementerian Agama merasa bahwa mereka adalah satu keluarga yang sama sebagai sahabat, seperti Rasulullah yang membangun negeri dan memberi gelar orang-orang yang bersamanya sebagai sahabat.

"Karena persahabatan itu melampaui persaudaraan, bersaudara masih bisa untuk saling menjatuhkan, tapi bersahabat itu tidak," terang Kakanwil.

Dihadapan ASN Koltim, Kakanwil mengungkapkan bahwa Kemenag Bersahabat merupakan akronim dari Bersih, Religius, Santun, Harmonis, Berbasis Teknologi. Branding ini, kata Kakanwil tidak hanya diletakkan tanpa makna dan filosofi, tapi merupakan hasil perkawinan dari Visi Kementrian Agama RI dengan Visi  Pemerintah Provinsi Sultra. 

"Visi kemenag itu yaitu membangun Kementerian Agama yang profesional dan handal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul. Kita kawinkan dengan Visi provinsi Sultra melalui gerakan akselerasi pembangunan daratan dan lautan (garbarata) dalam 5 pilar yaitu Sultra Sehat, Sultra Cerdas, Sultra Produktif, Sultra Beriman dan Bertaqwa, serta Sultra Peduli. Inilah yang akan kita kawinkan dengan Kemenag bersahabat, itulah yang disebut institusional branding," Ungkap Kakanwil. 

Melanjutkan arahannya, Kakanwil menuturkan bahwa Kemenag Bersahabat adalah institusional branding dengan penjabaran dari bersih dan religius yang  terinspirasi dari hubungan manusia dengan tuhan yaitu hablumminallah. Santun dan harmonis sebagai pribadi yang ramah dan sopan memberikan layanan kepada masyarakat, antar sesama pegawai, suku, dan agama, terbangun lingkungan yang harmonis, itulah Hablumminannas.

"Dan berbasis teknologi itu terinspirasi dari hubungan dengan alam yaitu Hablumminal Alam, karena di era modern saat ini, hubungan itu sudah sangat pesat ditandai dengan kemajuan  ilmu pengetahuan dan teknologi. Inilah yang akan terus kita gaungkan sampai pada tingkat kecamatan dan desa menjadi pribadi yang bersahabat, " sambungnya. 

Setelah melakukan institusional branding, kata Kakanwil maka dilanjutkan dengan membuat personal branding. Ia menjelaskan bahwa setiap orang, harus memiliki kemampuan dan branding sendiri dalam mendukung program dan menerjemahkan institusional branding "kemenag bersahabat" yang dikemas dalam tagline 3B, Bersama, Bersatu, Bersaudara. 

Dikatakan Kakanwil bahwa kualifikasi SDM  kementerian agama ada 4 (empat). Ia mengurainya dengan 1 bagian pada leader, dan 3 (tiga) bagian pada manajer dan staf. Leader yaitu pemimpin pada satuan kerja yang memiliki tugas untuk menggerakkan dalam mencapai visi, sedang manajer dan staf yaitu mempersiapkan segala sesuatu untuk mendukung leader mencapai visi.

"Dengan memiliki kemampuan teknis, memiliki kompetensi dalam setiap pekerjaannya, komitmen terdapat pekerjaan yaitu aturan, regulasi, ketentuan, dan tugas yang bisa dipertanggung jawabkan, memiliki integritas yaitu apa yang diucapkan bisa menjadi teladan karena apa yang diucapkan, dipraktekkan dalam pekerjaan dan kehidupan sehari hari," jelas Kakanwil. 

Ditegaskan Kakanwil bahwa membuat personal branding menjadi hal yang harus terus dikembangkan. Mendukung SDM yang memiliki kompetensi teknis, komitmen dan memiliki integritas. Kompetensi pegawai itu tidak sama, namun kata Kakanwil diharapkan SDM Kemenag Sultra itu  kompeten dan produktif,  menghasilkan pekerjaan dengan cepat dan tepat. 

Menutup sambutannya, Kakanwil menitip pesan utamanya yaitu selalu menjaga moderasi beragama, karena ujung dari pendidikan dan pekerjaan yang dilakukan tidak hanya melahirkan sikap yang cerdas, tetapi juga sikap yang moderat. 

"Kalau generasi yang kita lahirkan, dan umat yang kita pimpin walaupun dia cerdas, namun tidak moderat itu akan melahirkan perpecahan diantara kita, karena itu ujung dari semua yang kita lakukan hari ini dan kedepannya, yaitu memiliki sikap wasshatiyah yaitu sikap jalan tengah," terang Kakanwil.

Sekarang ini, ungkap Kakanwil telah muncul lagi perdebatan, dan pandangan yang eksklusif tidak inklusif, cenderung ekstrem, karena pada akhirnya setiap individu tidak pernah tahu, seperti apa akhir dari hidupnya.

"Jangan ada diantara kita yang saling memasukkan diantara kita kedalam neraka, padahal kita sendiri tidak tau, kita akan berada dimana, jadi mari beragama secara moderat," pesan Kakanwil. 

"Visi kementerian agama itu sangat sederhana, yaitu membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul. Jadi mari kita menciptakan kesalehan, saleh kepribadiannya berkembang menjadi kesalehan sosial dan memiliki sikap yang moderat, pikirannya moderat, perilakunya moderat. Cerdas  intelektualnya, emosionalnya, spiritualnya, dan terakhir itu unggul. Unggul kompetensinya,
dengan itu kita akan bisa mewujudkan visi kementerian agama," Pungkasnya.

Hadir pada pembinaan ini, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kolaka Timur, Ahmad Lita Rendelangi, Kabid Penmad Kemenag Sultra, H. Muhammad Saleh dan segenap pejabat eselon IV lingkup Kemenag Sultra dan Kantor Kemenag Kab. Kolaka Timur.

Sumber : -
Penulis : Nisa Nurhayati. S. IK
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 143 kali