Senin, 27 September 2021

Kepala Kemenag Baubau: Kawasan Sadar KUB Kebutuhan Bersama

  • Jum'at, 23 Juli 2021 18:37 WIB
Kiri ke Kanan: Kepala Badan Kesbangpol Baubau, Wakil Walikota Baubau, Kepala KanKemenag Kota Baubau dan Ketua FKUB Baubau

Baubau (Humas Sultra)--- Membina dan memelihara Kerukunan Umat Beragama (KUB) di tengah kemajemukan masyarakat Sulawesi Tenggara pada khususnya di Kota Baubau dan masyarakat Indonesia pada umumnya merupakan tugas yang sangat rumit dan kompleks.

Hal itu dijelaskan, Kepala Kantor Kemenag Kota Baubau, H. Rahman Ngkaali, di konfirmasi usai rapat bersama Dewan Penasehat dan Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Baubau bahas rencana penunjukan kawasan sadar KUB di Kota Baubau, Auditorium Muirun AWI/ Aula Kantor Kemenag Baubau, Kamis, (22/7/2021).

Katanya, Fenomena disharmoni dan intoleran yang merasuk ke dalam tatanan kehidupan, bila tidak diantisipasi akan menjadi ancaman terhadap kehidupan umat beragama, ketenteraman keluarga, stabilitas kawasan dan bahkan ketertiban dunia.

Oleh sebab itu lanjut, Ka KanKemenag Baubau, secara ideologi, kerukunan umat beragama merupakan kebutuhan bersama bagi umat beragama.

"Karenanya untuk harmonisasi dan toleransi antara pemenuhan hak beragama warga negara dan penciptaan ketertiban masyarakat kota Baubau dalam ruang publik perlu itikad baik dan kerja keras yang intensif dan diversif secara terus menerus dan harus dipelihara, dijaga dan dilestarikan, Kata, Rahman Ngkaali.

Selaras antara cita-cita kemerdekaan Indonesia, untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi dan bahwa merujuk pada visi Presiden RI dan Wakil Presiden RI tahun 2020-2024 yaitu; “Terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong royong” dan visi Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2020-2024 yaitu, “Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang sholeh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berdasarkan gotong royong” serta dengan mempertimbangkan visi Pemerintah Daerah Kota Baubau tahun 2018- 2023 yaitu, “Terwujudnya Kota Baubau sebagai pusat perdagangan dan pelayanan jasa yang nyaman, maju, sejahtera dan berbudaya pada tahun 2023. 

"Berdasarkan pada visi pemerintah pusat dan visi pemerintah daerah Kota Baubau dan juga visi Kementerian Agama secara lebih spesifik, saya fokus pada dua variabel, yaitu variabel keamanan dan kesejahteraan. Maka diantara strategi dan sasaran peningkatan kualitas keamanan dan peningkatan kualitas kesejahteraan harus diarahkan pada upaya pengembangan dan penguatan kesadaran kerukunan umat beragama dan upaya pengembangan dan penguatan ekonomi umat dengan memberi kepastian hukum yang adil.
  
Mengingat urusan kerukunan umat beragama dan ekonomi umat menjadi kebutuhan bersama umat beragama (masyarakat), maka penunjukan kawasan sadar kerukunan dan pemberdayaan ekonomi perlu diselenggarakan dengan memberdayakan seluruh stakeholder.

Untuk mewujudkan maksud dan tujuan rencana penunjukan kawasan sadar KUB di Kota Baubau bersinergi dengan pengembangan nilai kepemimpinan polima dalam arti seorang pemimpin harus bisa mentransformasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Buton untuk saling menyayangi (pomaamaasiaka), saling memelihara (popiapiara), saling menghargai (pomaemaeaka), saling mengangkat harkat, martabat dan toleransi (poangkaangkataka) dan saling menjaga perasaan (pobincibincikikuli), tutur, Rahman Ngkaali.

Diketahui, rapat bersama Dewan Penasehat dan Anggota FKUB Baubau di hari Ketua Dewan Penasehat yang juga sebagai Wakil Walikota Baubau, Ka KanKemenag Kota Baubau, Kepala Badan Kesbangpol Baubau, Kabag Kesra Setda Baubau, Ketua FKUB Baubau, Ketua BAZNAS Kota Baubau, Kasubbag TU Kantor Kemenag Baubau, Kasi Bimas Islam beserta Kepala KUA Kec. Se_Kota Baubau dan atau sejumlah pengurus/anggota FKUB Kota Baubau.

Sumber : Juma
Penulis : Yumardin Kedang, S.Sos.I/Kemenag Kota Baubau
Editor : Syech
Dibaca : 293 kali