Sabtu, 24 Juli 2021

Pengabdian dan Pengorbanan, Wujud Syukur dan Pendekatan Ilahiyah

  • Selasa, 20 Juli 2021 12:11 WIB

Kolaka, (Humas Sultra) --- Segala bentuk pengabdian atau penghambaan melalui ibadah dan pengorbanan merupakan wujud syukur kepada Allah sekaligus pendekatan Ilahiyah.

Demikian dikatakan Ustadz Syaifuddin Mustaming dalam Khutbahnya serangkaian pelaksanaan Shalat Idul Adha 1442 Hijriah yang dipimpin Imam Ustadz Ahmad Fauzan Al-Hafidz, yang digelar di kisaran Jalan Taman Laut Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka, Selasa (20/7/2021).

Dia menjelaskan, Hari Raya Idul Adha mengingatkan kita pada Dua peristiwa suci nan agung dan menggugah perhatian umat Islam di seluruh dunia, yaitu disyariatkannya kewajiban ibadah Haji dan Ibadah Kurban yang keduanya merupakan syariat yang berasal dari sejarah kehidupan Nabi Ibrahim 'Alaihis Salam.

"Hari Raya 'Idul Adha disebut juga 'Idul Kurban, karena saat itulah bermula sejarah disyariatkannya kurban", ungkap Ustadz Pudo, sapaan akrab Syaifuddin Mustaming, sembari membacakan Firman Allah Surah As-Shaffat ayat 102, yang menjelaskan tentang mimpi Nabi Ibrahim yang diperintah oleh Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail.

Diungkapkannya, kurban berasal dari Bahasa Arab, yaitu qariba, yaqrabu, qurbaanan, qariibun, yang berarti dekat. Sementara dalam perspektif Islam atau secara terminologi, Kurban yang dilakukan dengan menyembelih hewan ternak, seperti kambing atau domba, sapi, kerbau atau unta, hakekatnya mengorbankan segala hal yang menjadi penghalang untuk dekat kepada Allah Ta'ala, termasuk mengorbankan ego, cinta harta, bahkan anak dan segala hal yang terkait dengan nilai duniawi.

"Intinya bahwa hamba-hamba yang berkurban adalah mereka yang mau dan bersungguh-sunggu dekat kepada Allah. Sebaliknya, ketika ada manusia yang punya kelapangan rezki tapi enggan berkurban, sesungguhnya mereka tidak bersungguh-sungguh dekat kepada Allah", tegas Ustadz Pudo.

Ikhtiar pendekatan kepada Allah, lanjut dia, mesti dibarengi dengan ketaatan dan kepatuhan ibadah, kesabaran dan istiqamah serta Keshalehan sosial.

"Terlebih di masa pandemi wabah Covid-19 ini, peningkatan kualitas iman, ibadah, kesabaran dan istiqamah menjadi hal yang sangat penting.

Dia menambahkan,  
Terdapat beberapa pelajaran dan pesan hikmah dengan adanya wabah Covid-19, antara lain :

Pertama, jadikan Covid-19 sebagai bahan renungan tentang kebesaran Allah SWT.

Fenomena ini, kata Ustadz Pudo, memberikan pelajaran, bahwa sangat mudah bagi Allah SWT menghancurkan dunia ini. "Jadi bagaimana mungkin manusia begitu sombong dan lupa diri."

Kedua; Covid-19 menjadi pelajaran tentang kedekatan seorang hamba manusia dengan kematian.

"Pada aspek pelajaran ini, totalitas ketauhidan manusia adalah semata-semata menuju Allah SWT".

Ketiga, Covid-19 mengantarkan manusia pada kesadaran integrasi keilmuan. Hal inilah yang diajarkan dalam Islam bahkan menjadi anjuran untuk menuntut ilmu pengetahuan, seraya menghormati para ahli di bidangnya masing-masing, termasuk hormat kepada mereka yang paham dan ahli di bidang ilmu kesehatan.

Keempat, wabah Covid-19 mengajarkan manusia tentang kesadaran untuk hidup bersih dan sehat.

Hadir dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha ini, sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Kolaka, sejumlah Alim Ulama, tokoh masyarakat dan seribuan lebih warga muslim.

Sumber : -
Penulis : Waliullah. S. IP
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 67 kali