Senin, 14 Juni 2021

Peningkatan Kinerja dan Akuntabilitas, ASN Kemenag Sultra Perlu Membangun Komunikasi

  • Sabtu, 05 Juni 2021 23:31 WIB

Baubau (Humas Sultra) --- Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara terus berupaya meningkatkan kinerja dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. 

Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Pembinaan ASN Lingkup Kanwil Kemenag Prov. Sultra dengan tema Peningkatan Kinerja dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan dan BMN di Aula Muirun Awi Kantor Kemenag Kota Baubau. Sabtu (5/6). 

Pembinaan ASN menghadirkan Kepala Biro Perencanaan Kemenag RI yang juga menjabat Plt. Kepala Biro Kepegawaian, Ali Rokhmad serta Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemenag RI, Mohamad Ali Irfan. 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara,  Fesal Musaad dalam sambutannya mengawali pembinaan ASN yang diikuti para Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se Sultra beserta Kasubag Tata Usaha, mengatakan semangat reformasi birokrasi adalah terciptanya good governance dan clean government. 

Indikator semua itu, jelas Kakanwil adalah pelayanan bermutu kepada masyarakat, serta mengedepankan birokrasi yang efektif dan efisien, akuntabel dan transparan serta terhindar dari segala bentuk penyimpangan. 

"kemudian untuk pengelolaan dan penataan BMN masih perlu mendapat perhatian serius kita semua terutama pada pimpinan satuan kerja mulai dari proses pengadaan,  pencatatan kemudian penyerahan maupun pengelolaannya, " Kata Kakanwil mengingatkan. 

Selanjutnya, Kepala Biro Perencanaan yang juga menjabat Plt. Kepala Biro Kepegawaian, Ali Rokhmad mengatakan upaya meningkatkan kinerja ASN terdiri dari tiga hal yakni dengan peningkatan kompetensi, komitmen dan peningkatan kesejahteraan. 

"Lalu meningkatkan akuntabilitas semua yang kita lakukan harus transparan dan dipertanggungjawabkan dan jangan lupa peran serta masyarakat,  minta pendapat masyarakat para kiyai, para ulama kepada siapapun untuk membangun komunikasi, " Sambungnya. 

Ditambahkan setiap ASN Kemenag perlu memahami Prinsip manajemen organisasi , yang terdiri dari planning, organizing, actuating, controling (POAC) ditambah dengan prinsip komunikasi, baik komunikasi ke atas, kebawah maupun komunikasi kesamping sehingga siapapun dapat menjadi aparatur yang dicintai. 

"Sebab cinta itu punya semangat motivasi menjadi lebih baik,  mampu mengasah ada take n give, asuh menyalurkan ilmu kepada orang lain dan ketiga asih, jangan lupa memberi sebab memberi lebih baik daripada menerima, " Ungkapnya. 

Sementara itu Kepala Biro Keuangan dan BMN,  Mohamad Ali Irfan berharap para peserta yang merupakan kuasa pengguna anggaran mampu menelaah penggunaan anggaran prioritas dan non prioritas. 

Lebih lanjut disampaikan kepala satuan kerja perlu memahami fungsi Kuasa pengguna anggaran dan kuasa pengguna barang. 

Pemahaman terhadap keduanya dianggap penting sebagai upaya mengelola dan menginventerisasi aset negara dengan mengiput dalam Simak BMN dan disesuaikan dengan data di lapangan. 

"Intinya bagaimana mengkomunikasikan penggunaan anggaran secara profesional dan akuntabel, " Tandasnya. 

Sumber : -
Penulis : Rio Tufail Ramadhan. SH
Editor : Rio Tufail Ramadhan. SH
Dibaca : 156 kali