Senin, 14 Juni 2021

La Ode Achir Diito: Menebar Kebaikan

  • Jum'at, 07 Mei 2021 09:46 WIB
Penyuluh Non PNS Kec. Katobu, Kab. Muna, La Ode Achir Diito, S.Pd I, Sampaikan Kultum Ramadhan, Kamis, 6 Mei 2021, di Aula Kantor Kemenag Kab. Muna.

Raha (Humas Sultra) --- Penyuluh Agama Islam (PAI) Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kecamatan (Kec) Katobu Kabupaten (Kab) Muna, La Ode Achir Diito, S. Pd I, hari Kamis, 24 Ramadhan 1442 H/6 Mei 2021 M, mendapat Amanah untuk.menyampaikan Ceramah Agama/Kuliah tujuh menit (Kultum), yang diagendakan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Muna, dalam bulan Ramadhan, usai Shalat Zuhur berjamaah, di  Aula Kantor Kemenag Kab. Muna

Tema Kultum yang disampaikannya hari ini, adalah "Menebar Kebaikan".

Mengawali Kultumnya, La Ode Achir Diito mengatakan bahwa, Amal baik imbalannya adalah pahala dari Allah SWT, sebagaimana Firman Allah dalam Al Qur'an Surat An Nahl, Ayat 97, "Man 'amila shaalihan min dzakarin au untsaa wa huwa mu'minun falanuhyiyannahu hayaatan thayyibah, walanajziyannahum ajrahum biahsani maa kaanuu ya'maluun". Artinya, "Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan".

"Sebaliknya amal buruk  dibalas dengan ganjaran berupa adzab dan siksa, sebagaimana Firman Allah dalam Al Qur'an, Surat Thaaha Ayat 124, "Wa man a'radha 'an dzikriy fainna lahuu ma'iysyatan dhankan wa nahsyuruhuu yaumal qiyaamati a'maa". Artinya Dan barang siapa berpaling dari peringatanKu, maka sungguh dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta," tuturnya.

"Ada sebagian manusia yg berpendapat keliru, karena menterjemahkan hanya secara harfiah. Firman Allah dalam Al Qur'an, Surat Al Infithaar, ayat 13-14, "Innal abraara lafiy na'iym. Wa innal fujjaara lafiy jahiym. Artinya " Sesungguhnya orang-orang yang berbakti, benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka, benar-benar berada dalam neraka".
Maksudnya kalau kita berbakti kepada Allah SWT, dengan menjalankan perintaNya, dan menjauhi laranganNya, maka balasannya surga, namun kalau kita tidak mematuhi perintahNya dan melaksanakan apa yang dilarang Allah SWT, maka balasannya neraka. Pemikiran mereka bahwa nanti kiamat atau nanti diakhirat ada imbalan dan balasan Allah SWT.
Ternyata menurut Ulama bahwa ayat ayat ini berlaku untuk tiga alam yang berbeda, yaitu alam dunia, alam kubur dan alam akhirat," lanjutnya.

"Oleh karena itu, tugas kita mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam, saatnya kita berfastabiqul Khairat, bukan lagi berdebat.Saatnya kita menebar kebaikan, bukan gontok gontokan.Kita adalah umatnya nabi Muhammad SAW yang saleh dan salehah, in syaa Allah melalui rahmat dan ridho Allah SWT kita akan menjadi penghuni syurgaNya," harapnya

"Sebagai perumpamaan, bagaikan dalam sebuah keranjang ada 73 jenis buah,sehingga disebut buah buahan, bukan hanya satu jenis buah, kemudian dimasukkan kedalam kulkas, ini menanggapi bahwa umat Islam itu terbagi menjadi 73 golongan," sambungnya.

"Marilah kita memotivasi individual kita, spritual kita dan sikap sosial kita, dengan bantu membantu (takaful), tolong menolong (ta'awun), bertoleransi (tasamuh), saling memahami (tafahum) dan klarifikasi (tabayyun). Begitulah ajaran Nabi kita Muhammad SAW, ketika tiba di Madinah, sebagai intruksi harian, sekaligus sebagai Sabda Nabi pertama di sana (Madinah), yaitu Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berilah makan bagi yang membutuhkan, sambunglah Silaturrahmi (Silaturrahim), Shalat Lail, ketika kebanyakan manusia sedang terlelap tidur," tambahnya.

Terakhir saya sampaikan percakapan antara Nabi Musa AS dengan Allah SWT.

Nabi Musa AS: Ya Allah! Amalan apakah yang membuat Engkau ridha kepadaku? Saya sudah Shalat, Puasa, Dzikir.
 
Allah SWT: Shalatmu untuk dirimu, Puasamu untuk dirimu, Dzikirmu untuk dirimu.

Nabi Musa AS: Kalau begitu amalan apa yang membuat engkau ridha kepadaku?
 
Allah SWT: Bersedekahlah, bantulah, tolonglah orang lain, karena pada saat orang itu senang dan bahagia, maka Akupun merasakan itu dan Aku ridha kepadamu.

Sumber : -
Penulis : Drs. La Ode Yadi/Kemenag Kab. Muna
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 99 kali