Senin, 14 Juni 2021

Buka Bimtek Penguatan Agen Moderasi Beragama, Menag Sebut Fungsional Perencana Pilot Project Moderasi Beragama 

  • Rabu, 28 April 2021 21:04 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas Membuka Bimtek Penguatan Agen Moderasi Beragama di Jakarta

Jakarta (Humas Sultra) ---  Kementerian Agama RI melalui Biro Perencanaan Sekretariat Jenderal menggelar Bimtek Penguatan Agen Moderasi Beragama. Kegiatan mengusung tema "Implementasi Moderasi Beragama Menuju Indonesia Toleran". dibuka Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, di Hotel Novotel Mangga Dua Square Jakarta, Rabu (28/04/21).

Di hadapan 90 orang peserta pejabat fungsional Perencana se Indonesia, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan perencanaan program penguatan Moderasi Beragama yang sudah disusun harus dipastikan berjalan. Perencana sebagai agen sekaligus Pilot Project Moderasi Beragama, tentunya harus menjadi garda terdepan di dalam mengawal program ini. Dijelaskanya, Program penguatan moderasi beragama menjadi prioritas yang mendesak dan tidak boleh dikalahkan, apalagi oleh keinginan pihak-pihak tertentu.

Dijelaskan Menag, moderasi beragama penting karena bukan hanya menjadi program prioritas Kementerian Agama, melainkan sudah ditetapkan di RPJMN 2020-2024 dan menjadi program nasional. 

"Bila berbicara perencanaan, saya selalu merasa bahwa ini adalah roh dari banyak kegiatan di sebuah institusi dan organisasi. Perencanaan adalah awal serta memberi arah dan yang lebih penting lagi adalah implementasi. Kekuatan dalam memegang teguh komitmen perencanaan itu menjadi kata kunci," tambahnya.

Menurut Menag, sudah sering terjadi di mana hal bagus yang sudah direncanakan dari awal tiba-tiba kalah di tengah jalan oleh pihak-pihak tertentu.

"Moderasi Beragama menentukan wajah masa depan Indonesia.Tulang punggung moderasi beragama itu ada di bapak dan ibu-ibu sekalian. Jadi kalau ada perencanaan Moderasi Beragama ini dikalahkan oleh oleh keinginan dan kemauan dari pimpinan satuan kerja, silakan hubungi dan lapor. Saya akan mengambil tindakan. Sebab perencanaan yang baik adalah bagian dari pengurangan risiko," tegas Menag.

"Kalau ingin melakukan improvisasi sejatinya tidak boleh keluar dari luar jalur perencanan, secara garis besar harus ditaati," sambungnya.

Menag berpesan pejabat fungsional perencana mampu menerjemahkan Moderasi Beragama secara baik dan terukur. Menurutnya, perencanaan merupakan wahana untuk berinovasi, sedang di tempat lain hanya melaksanakan. 

"Maka bersyukurlah kalau bapak dan ibu-ibu berada di funsional perencana. Sebab baik buruknya kementerian ini ada di tangan bapak dan ibu-ibu semua bukan oleh orang lain. Lakukan dengan baik agar perencanaan sesuai dengan khitohnya Kementerian Agama," jelas Menag.

"Harapan besar saya, ikuti Bimtek ini  secara serius. Semoga ikhtiar kita membawa berkah buat kita semua dan sukses membawa bangsa ini menuju kejayaan," tutup

Tampak hadir dalam kegiatan Bintek, Kepala Biro Perencanaan Setjen Kemenag Ali Rokhmad dan peserta yang berasal dari Fungsional Perencana Kemenag. Hadir sebagai peserta dalam kegiatan tersebut 34 Fungsional Perencana Perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi se Indonesia, para perencana perwakilan PTKN, dan Fungsional perencana Unit Eselon 1 di Kemenag RI. 

Sumber : Hunas Kemenag RI
Penulis : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Editor : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Dibaca : 70 kali