Senin, 14 Juni 2021

Kakanwil : Tingkatkan Kualitas Layanan, KUA Harus Mampu Bersinergi

  • Rabu, 31 Maret 2021 18:38 WIB

Kendari, (Humas Sultra)--- Guna meningkatkan kualitas layanan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar), Menggelar Bimbingan Teknis Peningkatan Mutu Layanan KUA  tingkat Prov. Sultra Tahun 2021 di Hotel Claro Kendari, Selasa (31/3).

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Prov. Sultra, Fesal Musaad dalam kesempatan ini hadir memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi Bimtek tersebut, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sultra Muhammad Basri, dan Kepala Bidang Urais dan Binsyar Jamaluddin.

Dalam sambutannya, Kakanwil memberikan apresiasi atas terselenggaranya Bimtek yang melibatkan instansi lintas sektor, yakni Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), se-Sultra, Pengadilan Agama serta operator KUA Kecamatan. 

"Kegiatan ini penting untuk mensinkronkan pemahaman bersama antara KUA, Dukcapil dan Pengadilan Agama demi mewujudkan pencatatan nikah yang prima. Selain itu sebagai wadah silaturrahmi dan membangun sinergitas untuk menyamakan persepsi agar pelayanan keagamaan terutama dalam urusan nikah bisa lebih baik," ungkapnya.

Kakanwil menambahkan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur sangat penting dilakukan melalui Bimtek, guna mendorong pelayanan prima kepada masyarakat yang membutuhkan layanan KUA.

"Pesan sekaligus catatan penting, pegawai KUA disetiap kecamatan harus bisa bekerja maksimal dan membangun sinergitas dengan pihak terkait, diantaranya dengan Dukcapil dan Pengadilan Agama. KUA memikul tanggungjawab yang berat dalam membentuk ketahanan keluarga yang kuat, sejahtera, sakinah, mawaddah dan Warrahmah," tegasnya. 

Kakanwil juga menyebut, jika KUA memiliki peran dalam mencegah terjadinya kasus pernikahan dini. Karena pernikahan usia dini, sangat rentan akan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, perceraian juga kasus stunting pada anak. 

"Kemenag dalam beberapa tahun terakhir, terus menggenjot pembangunan KUA yang merupakan teras Kemenag, dengan sumber dana yang berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Fasilitas ini, juga harus ditopang dengan SDM yang mumpuni,"  imbuh Fesal.

Karenanya, Kakanwil berharap momentum ini bisa menghasilkan pemahaman dan sistem data yang terintegrasi dengan mempertegas Simkah web karena akan berpengaruh terhadap pendapatan negara.

"Semoga dengan terselenggaranya kegiatan ini, pelayanan umat kian sempurna. Peningkatan mutu layanan KUA semakin profesional, pasti dan akuntabel. Isu gratifikasi jangan smpai terjadi. Jangan menjadi bola liar yang bisa memperburuk citra Kemenag. Integritas dibangun, jangan ada isu pungli, gratifikasi dan jual beli jabatan," harapnya.

Kakanwil juga menyinggung masih terbatasnya jumlah penghulu bukan hanya dari segi kuantitas atau jumlah, namun juga kualitas. Sehingga kedepan, akan terus mendongkrak kualitas penghulu. 

"Penghulu harus terus mengasah wawasan untuk meningkatkan kualitas umat. Saat ini hanya terdapat 238 orang penghulu se-Sultra, dari 400 penghulu yang dibutuhkan, sehingga dilakukan inpassing jabatan fungsional pengulu. Semoga penghulu kedepan memiliki kualitas yang lebih baik, dan bisa menjadi agen yang terus mendengungkan moderasi beragama," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Bimtek Kasman Rafia melaporkan, jika Bimtek yang melibatkan instansi lintas sektor ini merupakan salah satu terobosan dalam meningkatkan kualitas layanan KUA. 

Bimtek yang akan berlangsung hingga 2 April mendatang ini, diikuti oleh 160 peserta yan berasal dari unsur Dukcapil se-Prov. Sultra, Pengadilan Agama dan operator KUA Kecamatan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19.

 

Sumber : -
Penulis : Wa Ode Asnani. S. IP
Editor : Syech
Dibaca : 121 kali