Senin, 14 Juni 2021

Buka Raker Program Pendis se Sultra, Kakanwil : Bangun Koordinasi Hadirkan Inovasi

  • Jum'at, 22 Januari 2021 06:27 WIB

Raha (Humas Sultra) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Kerja Program Pendidikan Islam Tahun Anggaran 2021. Kamis (21/1). 

Panitia pelaksana Raker, H. Muh. Saleh melaporkan kegiatan Raker dilaksanakan dalam rangka mengkonsolidasikan program pada bidang pendidikan madrasah dan bidang pendidikan agama dan keagamaan Islam di masa Pandemi. 

"Pemateri akan diisi Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI bersama Direktur Guru dan Tenaga Kependidika (GTK ) serta turur dihadiri Kasubdit pada Ditjen Kemenag RI, Kakanwil Kemenag Sultra dan Bupati Muna. 

Lebih lanjut, disebutkan peserta diikuti Kepala Madrasah, para Kepala Seksi Pendis dan Pendidikan Madrasah turut pula dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota se Sultra dan Kepala Bidang lingkup Kemenag Prov.Sultra. 

"Kami menghaturkan Apresiasi dan penghargaan kepada Bupati Muna yang telah memfasilitasi seluruh rangkaian kegiatan yang kita laksanakan di Kota Raha, " Ucapnya. 

Kakanwil Kemenag Sultra, Fesal Musaad saat membuka kegiatan mengatakan guna menjaga kualitas mutu pendidikan Islam di Sultra, seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama dan jajaran perlu membangun koordinasi lintas sektoral yang baik dengan Pemerintah Daerah setempat. 

Karena menurutnya dalam menghadapi Pandemi dan Keterbatasan anggaran Pendidikan Islam serta sumberdaya perlu adanya Koordinasi, Komunikasi dan Kolaborasi dengan Bupati/Walikota dan DPRD agar ada dana sharing peningkatan pendidikan baik dari aspek infrasturktur maupun sumber daya manusia guna penuntasan wajib belajar. 

"Didalam pemerintahan itu ada anak dan orang tua, Bupati itu orang tua, dan anak itu disebut instrumen pemerintah termasuk pariwisata, kesehatan, agama dan keagamaan. Bupati tau Segmen agama itu tidak bisa dianaktirikan karena pembangunan bisa terwujud  jika segmen agamanya baik dan berkembang, " Jelas Kakanwil. 

Senada dengan Tema Raker yaitu menjaga mutu pendidikan di tengah Pandemi COVID-19, Fesal mengatakan tidak kata lain hanya dengan menghadirkan kreasi, inovasi, transformasi dan produktifitas untuk bisa membuat lompatan-lompatan kemajuan dalam menghadirkan pendidikan yang lebih baik dan bermutu baik dimasa sekarang dan masa yang akan datang. 

"Tidak ada kata lain selain kreativitas, bagaimana meminimalisir keterbatasan apalagi kita sudah launching program madrasah hijau, bagaimana kepala madrasah menjadi kepala madrasah perubahan, menjadi guru perubahan menjadi pemimpin perubahan, mendorong organisasi kemenag menjadi organisasi berkinerja tinggi. 

"Kemudian ada program garda kagum, gerakan pemberdayaan guru madrasah dan go green madrasah, saya harapkan tidak hanya berlaku di madrasah saja bila perlu diterapkan di pondok-pondok agar kedepan pondok pesantren menjadi tempat asri dan nyaman selanjutnya, "tambahnya.

Diakhir sambutannya Kakanwil kembali mengingatkan pentingnya penguatan moderasi beragama dan pemahaman nasionalisme yang tuntas.

Dikatakan, Kementerian Agama telah menunjukkan konsep ihsan (integritas humanisme, spiritualitas, adaptability dan  nasionality. 

"Konsep ini harus terus dipacu dan diterapkan sehinga anak-anak punya paham moderat tidak ekstrim kiri tidak ekstrim kanan, tuntas pemahaman agama dan nasionalisme sehingga santri dan siswa bisa berkontribusi bagi Negara kesatuan Repblik Indonesia, " Pungkas Kakanwil. 

Pembukaan Rapat Kerja Program Pendidikan Islam Tahun Anggaran 2021 di Lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara ditandai dengan pemukulan gong oleh Kakanwil didampingi Wakil Bupati Muna, Kepala Kemenag Muna dan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sultra. 

Sumber : -
Penulis : Rio Tufail Ramadhan. SH
Editor : Rio Tufail Ramadhan. SH
Dibaca : 295 kali