Minggu, 09 Mei 2021

Melalui Prakarya dan Kewirausahaan, Siswa MAN 2 Bombana Asah Jiwa Enterpreneur Sejati

  • Sabtu, 19 Desember 2020 07:55 WIB

Rumbia (Humas Sultra) --- Jum’at (18/12/2020) MAN 2 Bombana, melalui 4 perwakilan siswanya melakukan penyerahan donasi kepada Nenek Nabo berupa bahan pokok kebutuhan sehari-hari. Nenek Nabo adalah seorang lansia yang telah kehilangan kemampuan melihat dan kini tinggal seorang diri di kelurahaan Rahampuu, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana.

“Kami melakukan kegiatan ini semata untuk membantu kebutuhan sosial Nenek Nabo, agar bisa sedikitnya meringankan beban beliau. Kami berharap mudah-mudahan kegiatan yang kami lakukan bisa bermanfaat dan Insya Allah mendapatkan ridho dari Allah SWT,”  ungkap Harniati, salah satu siswa dari kelas XII IPA yang ikut dalam penyerahan donasi mengungkapkan harapannya.

Pengumpulan donasi tersebut awalnya digagas oleh siswa-siswi dari kelas XII (Duabelas) sebagai buntut dari mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan.

Menurut guru pemangku Prakarya dan Kewirausahaan Satriani, S.Pd, pada pembelajaran tentang Pasar Lokal, ia menyarankan kepada siswa untuk berkreasi membuat kerajinan tangan yang memiliki daya jual di masyarakat, dan hasil penjualan tersebut bisa dimanfaatkan untuk membantu orang lain.

“Ada dua pelajaran penting yang bisa diambil oleh siswa melalui pembelajaran tersebut. Pertama, jika menyebut kata kreasi, maka siswa akan berusaha mengerahkan kemampuan berpikirnya untuk menumbuhkan jiwa kreatif yang ia miliki. Ada stimulus yang pada prosesnya nanti mereka akan menemukan ide-ide keren dan efektif dalam membuat sesuatu. Kedua, tidak hanya mengasah jiwa kreatif siswa, kegiatan pembelajaran Prakarya dan Kwirausahaan juga bisa mengasah jiwa enterpreneur siswa,” ungkapnya penuh semangat.

Ia menilai dua hal tersebut sangat baik untuk dihidupkan sejak dini pada diri siswa, karena kelak itu akan bermanfaat ketika mereka berinteraksi dalam tatanan kehidupan sosial bermasyarakat.

Hal ini sejalan dengan harapan yang diemban dalam pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, siswa tidak hanya diharapkan aktif berpartisipasi di dalam kelas, namun juga bisa berlanjut hingga ke luar kelas, dan di luar lingkungan sekolah. 

“Enterpreneur sejati tidak hanya fokus membangun dirinya sendiri, tetapi juga harus mampu menghidupkan kepedulian yang sama besar terhadap lingkungannya,” Satriani menutup wawancara dengan senyum optimisnya.

 

Sumber : -
Penulis : Nafilah/MAN 2 Bombana
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 188 kali