Minggu, 17 Januari 2021

Kakanwil Kemenag Sultra Hadiri Kegiatan Silaturrahim dan Dialog Antar Tokoh Agama se Kab. Muna

  • Minggu, 29 November 2020 13:36 WIB
Foto Bersama Usai Kegiatan Silaturrahim dan Dialog Antar Tokoh Agama se Kab. Muna, Sabtu, 28 November 2020 di Aula Kantor Kemenag Kab. Muna.

Raha (Humas Sultra) --- Sabtu (28/11), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten (Kab) Muna, kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Muna, melaksanakan kegiatan Silaturrahim dan Dialog  Antar Tokoh Agama se Kab. Muna, dengan mengusung tema " Kontekstualisasi Nilai-Nilai Agama Dalam Bingkai NKRI".

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag Kab. Muna, dihadiri Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi (Prov) Sulawesi Tenggara (Sultra), Fesal Musaad, S.Pd, M.Pd, bersama rombongan, yang terdiri dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov. Sultra, K.H. Djakri Napu, SE, M.Pd, Kepala Bidang (Kabid) Urusan Agama Islam (Urais) dan Pembinaan Syariah (Binsyar), Jamaluddin, S.Ag, M.Pd I, Kabid Penerangan Agama Islam (Penais), Zakat dan Wakaf (Zawa), H. Muhammad Kadir Azis, S
Ag, M.E.I, Kabid Pendidikan Madrasah (Pendmad), H. Muh. Saleh, S.Ag, M.Pd I, dan sejumlah pejabat Kanwil lainnya.

Kegiatan ini, dihadiri pula Kepala Kemenag Muna, Drs. H. Muhammad Basri, M.Pd, Kepala Kemenag Muna Barat (Mubar), Drs. H. Kammarudin, M.Si, Ketua FKUB Kab. Muna, Drs. Jesman Matrutty, para Ketua Ormas Islam, para Kepala Urusan Agama Islam Kecamatan (KUA Kec), para Kepala Madrasah/RA, dan sejumlah Tokoh Agama se Kab. Muna dan Mubar, serta Pengurus FKUB Kab. Muna dan tamu undangan lainnya.

Bertindak selaku Moderator pada Kegiatan ini, Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kantor Kemenag Kab. Muna, La Ode Abdul Syukur, S.Ag, dan sebagai Protokol/MC, Dra. Wa Ode Mutsakkal Sino, M.Pd.

Jesman Matrutty, dalam pengantarnya mengungkapkan ucapan terima kasih kepada Kepala Kemenag Muna, atas arahan dan kerja samanya, atas terselenggaranya kegiatan ini, sekaligus ucapan permohonan maaf dan terima kasih atas kehadiran Kakanwil Kemenag. Prov. Sultra, bersama rombongan atas kehadirannya dalam kegiatan FKUB Kab. Muna.

"Dengan segala kerendahan hati, mewakili Panitia, kami ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, apabila dalam pelaksanaan kegiatan ini, terdapat banyak kekurangan-kekurangan, karena hal itu diluar kesengajaan kami," ujarnya.

"Kami sangat mengharapkan arahan/pencerahan dari bapak Kakanwil, untuk acuan dalam melaksanakan tugas dan mengembangkan Visi dan Misi FKUB Kab. Muna ini sebagai Forum yang dibentuk masyarakat yang difasilitasi oleh Pemerintah, dalam rangka membangun, memelihara, dan memberdayakan umat beragama, untuk kerukunan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat Kab. Muna," tutupnya.

Selanjutnya Kakanwil Kemenag Sultra, Fesal Musaad, dalam arahannya sekaligus sebagai Narasumber mengatakan bahwa, silaturrahim itu penting untuk membangun kebersamaan, membangun kedamaian, untuk kesejahteraan Kabupaten Muna yang sama-sama kita cintai.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa, saat ini kita masih berada ditengah Pandemi Covid-19, mudah-mudahan kita sehat wal afiat dan diberikan umur panjang, oleh sebab itu, setiap kegiatan apapun saat ini, kita harus terapkan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun. Kita harus berdamai dan beradaptasi dengan Covid-19. Itu penting kita berdamai dan beradaptasi dengan kondisi ini, agar mudah-mudahan semuanya bisa berjalan. Kegiatan-kegiatan keagamaan bisa berjalan dengan baik, pendidikan dan ekonomi juga bisa berjalan dengan baik.

"Berbicara tentang konteks Kerukunan, bahwa Kerukunan dan kedamaian itu tidak akan tercipta kalau masyarakat tidak rukun dan tidak damai, ini yang perlu kita pahami bersama-sama," ujarnya.

"Kesejahteraan tidak akan terwujud kalau masyarakat hidup dalam kekacauan, perpecahan dan pertengkaran," lanjutnya.

Lebih lanjut Kakanwil mengatakan bahwa, dengan demikian, maka tokoh-tokoh agama, FKUB, bersama Kemenag, berperan menyadarkan masyarakat untuk tebarkan kedamaian, tebarkan kerukunan, karena kita  Kemenag diberi tugas memikirkan kehidupan keagamaan, kebangsaan dan kemanusiaan, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Kemudian tentang kebangsaan kita sudah ketahui bersama, kita adalah Indonesia, Pancasila itu adalah pagar keberagaman, karena Indonesia ditakdirkan Tuhan untuk multi agama, multi etnis, dan multi bahasa, lahir dalam satu rahim saja, sudah berbeda, beda watak, beda wajah, dan lain sebagainya. Makanya kita harus saling menghargai, saling mengisi, dan saling kerja sama," sambungnya.

"Oleh karenanya, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat itu, tidak hanya hatinya bergetar ketika mendengar ayat-ayat Tuhan, tetapi juga tergelitik hatinya, ketika kehidupan keagamaan, kebangsaan dan kemanusiaan, terusik, dan pasti gelisah," ungkapnya.

"Perbedaan yang Tuhan ciptakan itu kadang tidak selalu menggembirakan, dia bisa menjadi faktor pemersatu, bisa juga menjadi faktor pemecahbelah persatuan dan kesatuan umat," imbuhnya.

"Dengan demikian, maka tugas kita, mewujudkan kehidupan keagamaan,  kebangsaan, kemanusiaan dalam bingkai NKRI. Tugas FKUB, tugas Kemenag seperti itu," tuturnya.

Kemudian, tentang Moderasi Beragama, Fesal Musaad mengatakan bahwa konsep Moderasi  Beragama dibangun, karena  di Indonesia ini ada berbagai macam aliran keagamaan. Ada aliran kiri yang disebut dengan Liberalisme, yang menganggap bahwa semua agama sama, kemudian ada aliran kanan yang dikenal dengan Radikalisme, yang menganggap agamanyalah yang benar yang lain salah. Oleh karena itu, Moderasi Beragama, berada ditengah-tengah, tidak ke kiri dan tidak ke kanan, dia bertindak sebagai sebagai wasit, meluruskan yang salah.

"Dengan demikian, saya mengajak kepada kita semua untuk selalu menebarkan kedamaian, kerukunan dan toleransi, mengajak orang memahami agama secara baik dan benar," harapnya.

Tugas Kemenag, Tugas FKUB dan tugas kita semua, adalah mendorong pemahaman beragama, mendorong kerukunan dan toleransi, dan mendorong kwalitas pendidikan agama dan keagamaan," tambahnya.

"Mudah-mudahan silaturrahim ini, berguna bagi kita semua, untuk mewujudkan Kab. Muna, menjadi negeri yang aman, rukun dan damai, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bisa berjalan dengan sukses, untuk kepentingan masyarakat dan kesejahteraan pembangunan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, sehingga Kab..Muna kedepan akan menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafuur," pungkasnya.

Usai Kakanwil menguraikan  materinya, dilanjutkan dengan pemaparan materi, oleh Narasumber ke 2, K.H.Djakri Napu, SE, M.Pd, dan dilanjutkan dengan dialog bersama tokoh Agama se Kab. Muna.

Sumber : Drs. La Ode Yadi
Penulis : Drs. La Ode Yadi/Kemenag Kab. Muna
Editor : Syech
Dibaca : 202 kali