Minggu, 17 Januari 2021

Jagong Masalah Haji di Sultra, Sekjen Kemenag RI Sebut Tiga Skema Keberangkatan Haji 2021

  • Sabtu, 07 November 2020 18:08 WIB

Kendari (Humas Sultra) --- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Nizar Ali menjadi narasumber pada kegiatan Jamarah (Jagong Masalah Umrah dan Haji) Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2020.

Kegiatan yang dilaksanakan di Same Hotel Kendari diikuti oleh para Penyelenggara Perjalanan  Ibadah Haji dan Umrah, Organisasi Islam, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota serta pewakilan media se Kota Kendari, dengan mengangkat tema ‘Kebijakan Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di Masa Pandemi dan Pasca COVID-19’, sabtu, (7/11/2020).

Turut hadir pada kegiatan ini, Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Yandri Susanto, Ketua DPRD Sultra, H. Abdurrahman Saleh, Kabag Keagamaan Biro Kesra Prov. Sultra dan Unsur Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Nizar menjelaskan dampak yang terjadi akibat pandemic COVID-19 yang melanda dunia berimplikasi pada batalnya pemberangkatan Jemaah haji Indonesia pada musim haji 2020.

Namun demikian, menurut Mantan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah ini, di tahun 2021 pemerintah telah menyiapkan skema keberangkatan haji.

Skema pertama adalah seluruh jemaah haji yang sebelumya batal diberangkatkan pada tahun 2021 akan berangkat semua dengan kuota sama namun dengan catatan pandemi COVID-19 hilang atau ada vaksin yang dianggap ampuh.

Skema yang Kedua, penyelenggaraan haji tetap dijalankan dengan pembatasan, tentu dengan mengacu pada kuota yang ditetapkan Arab Saudi kepada Indonesia.

“Opsi yang paling buruk adalah tidak jadi berangkat lagi andaikata COVID makin menjadi-jadi, jumlah yang meninggal lebih banyak dan tidak bisa dikendalikan, maka aspek keselamatan jiwa yang menjadi pokok utama,” jelasnya.

Senada dengan Sekjen, Ketua Komisi VIII DPR RI, H. Yandri Susanto mengatakan kegiatan Jamarah sangat penting khususnya ditengah pandemic COVID-19 yang melanda.

Akibat yang timbul, seluruh aspek kehidupan terganggu termasuk urusan kehidupan keagamaan khususnya penyelenggaraan haji dan umrah.

Olehnya itu, Yandri berharap dengan kegiatan jamarah ini pemerintah bersama tokoh agama, dan organisasi Islam mensosialisasikan  kemungkinan yang terjadi pada tahun 2021 apakah penyelenggaraan haji tetap dilaksanakan dengan berbagai ketentuan atau belum tentu dilaksanakan.

“Virus Corona belum tahu kapan bisa diatasi karena persebarannya belum jelas dan ketentuan kerajaan Arab Saudi tidak bisa diintervensi tetapi kami dari Komisi VIII yang membidangi keagamaan bersama Kementerian Agama punya komitmen mempersiapkan segala sesuatu menghadapi kemungkinan yang terjadi,” terangnya.

Sebelumnya, Kakanwil Kemenag Sultra, Fesal Musaad  mengatakan kegiatan ini sangat special karena dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI dan Sekjen Kemenag RI.

Lebih lanjut, Kakanwil mengungkapkan kegiatan jamarah ini merupakan ikhtiar untuk berkomitmen mempertahankan serta meningkatkan kualitas penyelenggaran haji yang pada tahun 2019 mendapat predikat sangat memuaskan.

Di hadapan Ketua Komisi VIII DPR RI dan Sekjen, Kakanwil meminta rasionalisasi kuota jemaah haji yang menurutnya masih dibawah rasio penduduk muslim di Sultra.

Lebih jauh, Fesal mengungkapkan Pemerintah daerah sangat menginginkan kehadiran embarkasi haji. Pertimbangannya daerah kepulauan dan daratan yang memiliki rentang kendali yang sangat rumit, ironisnya keberangkatan jemaah haji Sultra menuju embarkasi Makassar terpencar pada enam titik lokasi keberangkatan.

“Olehnya itu keberangkatan seluruh jemaah haji Sultra dapat diintegresikan di satu titik keberangkatan yakni melalui Asrama Haji Kendari ke Bandara Halu Oleo,” ujarnya.

Dengan demikian, harap Kakanwil revitalisasi asrama haji dengan daya tampung yang sesuai dengan syarat embarkasi antara dianggap sangat penting, terlebih pemerintah daerah telah menyiapkan lahan guna kepentingan pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam mewujudkan embarkasi antara di Sultra.

Sumber : -
Penulis : Rio Tufail Ramadhan. SH
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 281 kali