Minggu, 29 November 2020

Pimpin Upacara, La Ode Irhan Wuga Bahas Permen PAN dan RB Nomor 38 Tahun 2018

  • Senin, 26 Oktober 2020 20:22 WIB
Kasi PAI Kemenag Muna, La Ode Irhan Wuga, S.Ag, MH, Pimpin Upacara Hari Senin, 26 Oktober 2020 di Pelataran Kantor Kemenag Muna.

Raha (Humas Sultra) --- Upacara Hari Senin (26/10) di Pelataran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten (Kab) Muna dipimpin Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kemenag Kab. Muna, La Ode Irhan Wuga, S.Ag, MH, diikuti para Kepala Seksi, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Koordinator Pengawas (Korwas), para Pengawas, dan Aparatur Sipil Negara (ASN), yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) lingkup Kantor Kemenag Kab. Muna.

La Ode Irhan Wuga, dalam amanatnya mengatakan bahwa  pada kesempatan ini, saya selaku Pelaksana harian (Plh) Kepala Kemenag, menyampaikan pesan Kepala Kemenag Muna yang saat ini masih dalam perjalanan dinas di Kota Bau-Bau, ia menitipkan pesan tentang 2 hal, yang pertama, sekarang ini kita berada dalam suasana menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) bulan Desember mendatang, hal mana rentan dengan masalah-masalah konflik sosial, konflik internal, dan juga bahkan merembes kepada konflik-konflik ASN di Kab. Muna. Ia kembali mengingatkan kepada kita semua, bahwa berhati-hatilah bermediasosial (bermedsos). Yang kedua, berhati-hatilah, ketika kita simpati atau antipati kepada pasangan calon (paslon) yang lagi mengikuti Kontestasi saat ini, dimana citra kita sebagai ASN, menurutnya kita harus menahan diri, walaupun ia telah melakukan langkah preventif kepada kita semua, dengan mengundang Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kab. Muna, untuk melakukan Sosialisasi, terkait Netralitas ASN dalam Pilkada.

" Yang kedua, ia kembali mengingatkan kepada kita semua tentang kedisiplinan.
Tentang hal ini, saya ingin berbagi dengan teman-teman semua, terkait dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PAN dan RB) Nomor 38 Tahun 2018 Tentang Pengukuran Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara," ujarnya.

Indikator Pengukuran Profesionalitas ASN dinyatakan dalam pasal 4 Permen PAN dan RB Nomor 38 Tahun 2018, bahwa indeks Profesionalitas ASN diukur dengan menggunakan 4 (empat) dimensi, meliputi Kualifikasi, Kompetensi, Kinerja, dan Disiplin," ungkapnya.

"Adapun bobot Penilaian, Perhitungan dan Kategori Tingkat Profesionalitas ASN dijelaskan dalam pasal 12 Permen PAN dan  RB Nomor 38 Tahun 2018, bahwa bobot penilaian dimensi indeks Profesionalitas ASN terdiri atas, Kualitas memiliki bobot 25%, Kompetensi memiliki bobot 40%, Kinerja memiliki bobot 30%, dan Disiplin memiliki bobot 5 %," terangnya.

" Yang saya ingin sampaikan lewat poin pasal 12 ini, bahwa walaupun disiplin itu hanya memperoleh bobot 5 %, akan tetapi dia mampu menggerogoti dari pada bobot Kualitas, Kompetensi dan Kinerja," lanjutnya.

Lebih lanjut, La Ode Irhan Wuga mengatakan bahwa terkait pasal 8 Permen PAN dan RB ini, Disiplin diukur dari indikator riwayat penjatuhan hukuman disiplin yang pernah dialami, ada 2 poin, yang pertama adalah tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin, dan yang kedua adalah pernah dijatuhi hukuman disiplin (ringan, sedang dan berat). Yang saya ingin sampaikan dalam pasal 8, terkait dengan pengukuran disiplin ini pada poin 2 bahwa, kalau selama ini menurut pengamatan saya bahwa kita hanya mampu dan berani pada pengulangan kata disiplin pada setiap apel paginya, akan tetapi ada hal yang tidak berjalan seimbang, yaitu perlakuan antara reward (penghargaan) dan punishment (hukuman atau sanksi), terhadap proses penjatuhan hukuman ringan, sedang dan berat ini.

" Sebenarnya, kalau ini dilakukan, saya kira kita tidak perlu lagi kedepan akan berbicara pada mindset perubahan kata-kata atau bermain pada kata-kata atau wilayah disiplin, disiplin dan disiplin, akan tetapi kalau ini dilakukan paling tidak saya pikir tahap pertama adalah cukup dengan kita hanya menyampaikan saja teguran lisan atau hal-hal yang semacamnya ketika itu sudah terjadi dan berjalan, saya kira oknum yang bersangkutan tidak akan lagi untuk berani melampaui atau bermain pada wilayah yang lebih tinggi yang ada diatasnya, tapi saya yakin pada kesempatan ini, kalau di internal kita karyawan karyawati, belum ada sejauh itu. Hanya mungkin pada rekan-rekan kita, teman sejawat kita yang ada pada ASN yang hari ini bertugas di daerah-daerah di pelosok-pelosok, yang saya yakin bahwa pemantauannya belum maksimal 100%," tambahnya.

" Semoga apa yang saya  sampaikan pada kesempatan hari ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama pada diri pribadi saya," pungkasnya.

Upacara hari ini dikomandani oleh Hairun, S. Sos, Pembaca Panca Prasetya KORPRI, La Ode Bou, selaku Protokol/MC, La Rusia dan Ajudan, Sukanto, S.Pd I.

Sumber : -
Penulis : Drs. La Ode Yadi/Kemenag Kab. Muna
Editor : Syech
Dibaca : 169 kali