Senin, 14 Juni 2021

Kemenag Sultra FGD Penyusunan Laporan Keuangan Triwulan III 

  • Minggu, 25 Oktober 2020 20:25 WIB

Baubau, (Humas Sultra) --- Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Joko, mengatakan ada beberapa catatan yang perlu menjadi perhatian bersama dalam pengelolaan keuangan khususnya dalam ikhtiar mempertahankan capaian Kemenag dalam meraih opini WTP.

"Kegiatan FGD ini sangat penting dalam upaya penyelesaian laporan keuangan dan memaksimalkan ikhtiar meraih opini WTP yang telah diraih empat tahun berturut-turut dan berharap tahun ini dapat meraih WTP kelima berturut-turut," terangnya saat memberikan sambutan pada Focus Group Discussion Penyusunan Laporan Keuangan Triwulan III Tahun 2020, Pengelolaan Barang Milik Negara dan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran pada Satker lingkup Kanwil Kemenag Sultra, Zona I Wilayah Kepulauan, Minggu, (25/10/2020) malam.

Pertama lanjut Kabag, terkait dengan realisasi Anggaran Kanwil Kemenag Sultra. Dihadapan para Kepala Kantor Kemenag ia meminta untuk memperhatikan dan memaksimalkan serapan anggaran pada Triwulan III ini. 

"Perhari ini, realisasi anggaran 67,2 persen masih kurang dari target Menteri Agama yang mana pada bulan september ditargetkan sudah 75 persen. Kami berharap masing-masing Kepala kemenag untuk menyampaikan dan mengawasi secara langsung khususnya di Madrasah meskipun diakui kendala terbesar masih di serapan SBSN," jelasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, KPA perlu untuk memberikan apresiasi dan support kepada para operator baik SAIBA dan operator Simak sebagai ujung tombak menjaga opini WTP Kemenag," ungkapnya. 

Kedua, papar Kabag, terkait pengelolaan Barang Milik Negara (BMN). Menurutnya, Pengelolaan BMN menjadi perhatian utama di Kemenag. Mengelola BMN memang sangat Kompleks. Seringnya terjadi masalah di BMN ini. Olehnya itu kita hadirkan Kasubbag TU sebagai penanggung jawab teknis BMN. 

"Barang yang sudah dibelanja dan disalurkan agar segera dibuatkan Surat izin pemakaian (SIP) nya. Bila sudah dicatat dipersediaan, langsung dicatat registrasinya dan segera dibuatkan SIP nya," urainya. 

Setelah membuat SIP, kata Kabag, juga dibuatkan Penetapan status Penggunaan (PSP). PSP menjadi penting karena jika ingin melakukan penghapusan harus memiliki PSP baik tanah, bangunan termasuk sarana dan prasarana. 

Ketiga, perlunya melakukan penghapusan. Jangan sampai barang menumpuk digudang bertahun-tahun tidak pernah dihapus. Akhirnya memakai space berlebih," tuturnya. 

Selanjutnya, Rencana Kebutuhan BMN (RKBMN). Terkait pemeliharaan, penggantian tidak akan bisa dilakukan jika tidak dimasulkan Di RKBMN.

Olehnya itu ia berharap dukungan semua pihak agar mengikuti kegiatan dengan baik sehingga bisa menghasilkan laporan keuangan yang bermutu.

Kegiatan yang mengusung tema One Team, One Goal, One Spirit diikuti oleh para Kasubbag Tata Usaha Kab/Kota dan Operator SAIBA, Operator SIMAK yang berada di Zona I - Kepulauan. 

Turut hadir, Kabid Pendidikan Madrasah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Baubau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Muna, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Buton, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Buton Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Buton Utara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Buton Tengah dan Kasubbag Keuangan dan BMN, Siti Maryanah. 

Sumber : -
Penulis : Waliullah. S. IP
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 152 kali