Minggu, 29 November 2020

Kemenag Muna Ikuti Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri Nasional Secara Virtual

  • Kamis, 22 Oktober 2020 18:13 WIB
Foto Bersama Usai Upacara Bendera Peringatan Hari Santri Nasional, Kamis, 22 Oktober 2020 di Aula Kantor Kemenag Kab. Muna

Raha (Humas Sultra) --- Dalam Rangka Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri 2020, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten (Kab) Muna, mengikuti Upacara secara Virtual di Aula Kantor Kemenag Kab. Muna (22/10)

Untuk peringatan Hari Santri tahun ini, secara khusus mengusung tema " Santri Sehat Indonesia Kuat ". Isu Kesehatan diangkat berdasar fakta bahwa dunia Internasional, tak terkecuali Indonesia saat ini, tengah dilanda Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Upacara Bendera Peringatan Hari Santri Nasional,  diikuti Kepala Kemenag Muna, 
Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha (TU), para Kepala Seksi (Kasi), para Pimpinan Ormas Islam, para Ketua Yayasan, para Pimpinan Pondok Pesantren, Para Kepala Madrasah, para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, para Pengawas, Penyuluh, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Kantor Kemenag Kab. Muna, serta para Ustadz/Ustadzah, Santri/Santriwati Pondok Pesantren se Kota Raha, Kab. Muna dan sekitarnya.

Usai pelaksanaan Upacara Bendera Hari Santri Nasional Secara Virtual Kepala Kemenag Muna, H. Muhammad Basri, dalam sambutan dan arahannya mengatakan bahwa, Alhamdulillah! kita masih diberikan kesehatan oleh Allah SWT, sehingga kita bisa melaksanakan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri Nasional, walaupun secara Virtual. Sebenarnya kegiatan ini kami sudah agendakan untuk dilaksanakan di salah satu Pondok Pesantren (Pontren), sebagaimana tahun sebelumnya, namun dikarenakan Pandemi Covid-19 masih mewabah, dan kita lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan kita, anak-anak kita, dan keluarga kita, maka kita melaksanakannya secara Virtual saja, sebagaimana arahan dari Kemenag Pusat.

" Oleh karenanya, kita hanya mengundang para Ketua Ormas Islam, para Pimpinan Pondok, Ketua Yayasan, Para Ustadz/Ustadzah, dan para Santri/Santriwati, dan lain sebagainya, dalam jumlah yang sangat terbatas, mengingat penyebaran Covid-19, belum berakhir," ujarnya.

" Tentu saya berharap, bagaimana peringatan Hari Santri tahun ini bisa kita maknai sebagai tonggak sejarah, karena tanggal 22 Oktober 1945 merujuk pada tercetusnya " Resolusi Jihad" yang berisi Fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yang digagas K.H.Hasyim Asy'ari. Resolusi Jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 November 1945, yang kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Hal ini semua tidak terlepas dari peran dan  semangat juang yang menggelora di dada dari para Santri saat itu" ungkapnya.

" Nah! bagaimana Resolusi Jihad yang akan kita lakukan sekarang ini? Tentu kita tidak lagi berperang secara frontal, tetapi tantangan kita sekarang ini sangat berat. Perlahan-lahan kita mulai dijajah dengan berbagai cara. Penjajahan Ekonomi, Sosial Budaya, In formation Technology (IT), dan lain sebagainya. Oleh karena itu saya sampaikan kepada para Ustadz/Ustadzah, para Santri/Santriwati, jangan pernah lengah, tingkatkan Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan, tanamkan Pendidikan Karakter/Akhlakul Karimah, agar kita bisa bersaing dengan lawan-lawan yang ingin menjajah, dan menjerumuskan  kita dijalan yang tidak diridhai oleh Allah SWT," lanjutnya.

" Kami harapkan kepada teman-teman Pembina Pondok Pesantren, marilah gelora Resolusi Jihad dalam dada kita tingkatkan, tetap semangat, meskipun ditengah Pandemi Covid-19. " Santri Sehat, Indonesia Kuat," tandasnya.

" Kemudian kepada teman-teman kita Pimpinan Ormas Islam, seperti MUI, NU, Muhammadiyah, Wahda Islamiyah, dan lain sebagainya, marilah kita bersatu padu, kita bangun kekuatan untuk Islam ini melalui Wadah kita masing-masing," tambahnya.

Semoga apa yang kita lakukan hari ini, in syaa Allah mendapatkan rahmat dan berkah dari Allah SWT," pungkasnya.

Sumber : -
Penulis : Drs. La Ode Yadi/Kemenag Kab. Muna
Editor : Rio Tufail Ramadhan. SH
Dibaca : 240 kali