Minggu, 29 November 2020

Penguatan Kompetensi Penceramah, Kakanwil Kemenag Sultra Serukan Moderasi Beragama

  • Minggu, 18 Oktober 2020 21:36 WIB

Kendari (Humas Sultra) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Bimbingan Teknis Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Islam, Minggu, malam (18/10).

Kegiatan ini dibuka secara resmi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Fesal Musaad, di Hotel Zahra Kendari dengan total peserta sebanyak 200 orang yang terdiri dari para penceramah, serta pimpinan ormas keagamaan. 

Di hadapan para Dai se Sultra, Fesal Musaad mengatakan pentingnya peran penceramah agama sebagai penebar kedamaian ditengah-tengah umat. Olehnya itu Pemerintah melalui Kementerian Agama di seluruh Indonesia termasuk Kemenag Sulawesi Tenggara menggelar bimbingan bagi para penceramah agama.

"Kegiatan ini mengapa dikatakan penting karena penguatan kompetensi pemceramah dilaksanakan tidak hanya pada konteks di Provinsi Sultra tapi dilaksanakan di 34 Provinsi se Indonesia selanjutnya karena kegiatan ini terkait 3 aspek yakni  membangun negeri dalam konteks kehidupan keagamaan, kebangsaan dan kemanusiaan," paparnya. 

Dalam membangun kehidupan keagamaan, kebangsaan dan kemanusiaan, Kakanwil menekankan pentingnya peran penceramah agama islam membangun moderasi beragama.

Dikatakan makna moderat itu mengakui secara absolut keyakinan agama yang diyakini tapi memberikan ruang terhadap keyakinan orang lain, agama mengajarkan nilai memanusiakan manusia. 

"Moderasi bukan liberalisasi  yang menganggap semua agama sama bukan pula Radikalisme atas nama agama sebagai ekspresi agama yang dangkal. Moderasi beragama berada ditengah-tengahnya," terangnya. 

Olehnya itu Fesal berharap peran tokoh agama dengan berbagai kedalaman ilmu memiliki urgensi dan relevansi tinggi menjaga kemanusiaan dalam bingkai NKRI. 

"Jadilah penceramah yang moderat tidak esktrim kiri tidak ekstrim kanan. Kerja kita membawa kata kata surga tebarkan kebaikan, jangan melukai orang, mendamaikan yang berseteru. kalau ini terus kita bangun makan rukunlah indonesia itu," tuturnya. 

Lebih jauh dijelaskan peran penceramah menangkal paham radikalisme dan intoleransi dapat dilakukan dengan pendekatan soft aproach atau Pendidikan deradikalisasi melalui TPQ MTQ, Majelis taklim dan kegiatan keagaman lainnya. 

"Intinya Para pencerah memainkan peran mewujudkan peran yang agung sebagai penceramah yang rahmatan lil alamin menjadikan negeri  aman rukun dan damai," tandasnya. 

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua MUI Sultra, KH. Mursyidin, Wakil Ketua MUI Sultra, KH. Djakri Nappu, Kabid Penais dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Muhammad Kadir Azis, Kabid Pendidikan Madrasah, Muhammad Saleh, para peserta dan segenap Panitia.

Sumber : -
Penulis : Rio Tufail Ramadhan. SH
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 188 kali