Minggu, 29 November 2020

Trasformasi Pembelajaran di Masa Pandemi, Kakanwil Dorong Guru Agama Hindu Menitikberatkan Pembelajaran life skill oriented

  • Jum'at, 16 Oktober 2020 21:55 WIB

Kendari, (Humas Sultra) --- Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Fesal Musaad mengatakan dimasa Pandemi Covid-19, guru sudah semestinya untuk menghadirkan transformasi pembelajaran yang berorintasi pada life skill.

Menurutnya, Life Skill dibutuhkan untuk berkompetisi didunia nyata. Dunia sangat membutuhkan SDM yang memiliki kecakapan hidup seperti mendongkrak kemampuan anak baik itu kemampuan kerjasama, kemampuan merekonstruksi konsep dari hasil pengamatan, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan berkomunikasi dan kemampuan berfikir kritis.

“Makanya tidak ada kata lain, guru harus menghadirkan transformasi pembelajaran dari subject matter oriented menjadi life skill oriented,” terang Kakanwil pada kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Hindu Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat, (16/10/2020).

" Bila siswa hanya mendengar dan menyaksikan guru akting dipanggung, kapan life skill siswa ini terbangun jika siswa tidak melakukannya. Kini saatnya dibalik, anak-anak acting dipanggung guru menonton. Saat ini peran Guru sudah berubah dan bertrasformasi menjadi fasilitator pendidikan," terang Fesal.

Tak hanya itu, ia juga menginginkan lingkungan belajar sebagai tempat rekreasi sehingga anak merasa aman dan nyaman untuk belajar dan bekerja. Ada kompetisi Ruang belajar, kompetisi desain kelas, menjadi tempat rekreasi, perpustakaan mini, ada mading, ada pohon pengetahuan dll.

Lebih jauh dirinya memaparkan proyeksi pendidikan masa depan dititik beratkan pada tiga segmen. Pertama adalah Karakter yaitu moral dan kinerja. Kedua Kompetensi yaitu kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif. Ketiga Literasi yaitu Calistung, baca, budaya, adat istiadat (Kompetensi social cultural), keuangan, teknologi dll.

Kakanwil juga juga mengingatkan agar Guru menanamkan pendidikan moral sejak dini kepada anak didik. Guru itu digugu dan ditiru. Jangan sampai memberikan contoh buruk kepada anak didik sehingga diikuti oleh anak didik. Guru harus memiliki dimensi moralitas dan kepribadian baik.

"Makanya kita perlu jadi guru idaman. Hasil penelitian, Guru idaman adalah Guru yang 40 persen metode pembelajarannya fun, 22 persen dekat dengan siswa, 18 persen cerdas dan berprestasi, 17 persen disiplin, dan selebihnya berprestasi, gaul di medsos. Perlunya menjadi sosok yang dirindukan,” ungkapnya.

Karena kita berada di dunia tanpa batas informasi. hati-hati harus melek bermedia sosial, media sosial itu ruang publik, ibarat pisau bisa digunakan untuk masak bisa namun bisa juga untuk melukai dan membunuh, tugas kita hanya tebarkan kedamaian, kasih sayang," Pesannya.

Akhirnya Kakanwil memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini sembari berharap kegiatan MGMP ini mutu pembelajaran Agama hindu Menjadi lebih baik, dengan menghadirkan transformasi. Guru sebagai quality assurance atau jaminan kualitas, Perbaikan kualitas (quality improvement) dan Quality control.

“Optimalisasi KKG MGMP sebagai pusat peningkatan profesionalisme sangat dibutuhkan agar anak-anak kedepan punya karakter kompetensi dan literasi yang mumpuni agar bisa menghasilkan insan Indonesia cerdas, kompetitif dan berakhlak mulia,” tandasnya.

Hadir pada pembukaan kegiatan, Pembimas Hindu, I Komang Sukeyasa, Pengawas, Para Guru Agama Hindu PNS dan non PNS se Sulawesi Tenggara dan segenap Panitia.

Sumber : -
Penulis : Waliullah. S. IP
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 201 kali