Minggu, 29 November 2020

Pokja Perencana Sultra Gelar Pembinaan, Kakanwil : Kualitas SDM yang Baik pada Akhirnya Menentukan Hasil

  • Minggu, 04 Oktober 2020 11:20 WIB

Wangi-wangi, (Humas Sultra) --- Kelompok Kerja (Pokja) Perencana Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara melaksanakan Pembinaan SDM Perencana dan Pengelola APBN tahun 2020, bertempat di Patuno Resort by Sahid.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Fesal Musaad, sabtu, (3/10), malam.

Hadir dalam kegiatan ini, Kepala Biro Perencanaan Setjen Kemenag RI, Ali Rokhmad, Kepala Biro Keuangan dan BMN Setjen Kemenag RI, Mohamad Ali Irfan, Ketua Pokjanas Perencana Kemenag, Agus Sunaryo, Kabag Tata Usaha, Joko, Kabid Pendidikan Madrasah, Muhammad Saleh, Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota, Ketua Pokja Perencana Sultra, para perencana dan calon perencana Se Sulawesi Tenggara. 

Fesal Musaad dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini sangat penting dalam hal peningkatan SDM aparatur Kementerian Agama khususnya Tenaga Perencana dalam konteks pembangunan keagamaan di Sultra.

"Kualitas SDM pada akhirnya yang menentukan hasil, tidak peduli seberapa hebat strategi disusun, secanggih apa teknologi disiapkan, sedetil apa rencana dibuat, ujungnya tetap pada eksekusi yang dilakukan oleh manusianya," terangnya.

Hal ini lanjut Kakanwil memberikan spirit sekaligus memberikan inspirasi untuk mengasah kemampuan personal, mengasah wawasan, mengasah potensi diri, komitmen dan fokus membangun institusi Kemenag menjadi lebih baik.

Lebih jauh Kakanwil menekankan empat hal yang harus dimiliki para tenaga perencana. Pertama memiliki daya hati yaitu integritas dalam bekerja sebagai ibadah, apa yang diperintahkan pimpinan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab apalagi kita menyadari Institusi kita ada kata agama.

Kedua, sambungnya, memiliki daya fikir yaitu tidak hanya dituntut memiliki kompetensi tetapi juga mampu berfikir analisis untuk terus memperbaiki institusi.

"Data ditampilkan dengan jujur dan apa adanya, updating data terus menerus, menggunakan pendekatan literasi digital, yang akurat karena data adalah input kebijakan dalam perencanaan anggaran," jelasnya. 

Ketiga daya fisik. kesehatan penting khususnya ditengah pandemi saat ini dengan disiplin jaga jarak, cuci tangan dan menggunakan masker.

Keempat adalah daya hidup. Apapun yang dikerjakan dan diputuskan harus memuaskan banyak orang. Perencana harus menjadi populis dan dikagumi setiap orang.

Olehnya itu ia mengajak para perencana bukan hanya sekedar menjadi petugas administrasi tetapi betul-betul petugas yang mampu mengawal pembangunan dalam konteks pembangunan keagamaan di Sultra.

Sumber : -
Penulis : Waliullah. S. IP
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 148 kali