Minggu, 29 November 2020

MAN IC Kota Kendari Gelar Kajian Tematik Keislaman Secara Virtual

  • Rabu, 30 September 2020 06:21 WIB
Suasana Kajian Tematik Virtual

Kendari (Humas Sultra) --- MAN Insan Cendekia Kota Kendari melaksanakan kegiatan Kajian Tematik Keislaman Tahap 3 secara virtual dengan mengangkat tema tentang "Agama dan Sains dalam Kehidupan: Hubungan Ayat Qauliyah dan Kauniyah”. Dalam kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa kelas XII tersebut, bertindak sebagai Moderator, Asni, selaku Wakamad Humas dan Narasumber oleh Tini Kaimudin, selaku Wakamad Kurikulum MAN Insan Cendekia Kota Kendari.

Sebagaimana Allah SWT berfirman yang artinya, “Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran”. (QS. Al ‘Asr: 1 – 3).

Allah SWT juga berfirman yang artinya, “Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeruh kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?”. (QS. Fussilat: 33).

Sesungguhnya kebutuhan seorang hamba untuk mengenali Tuhannya adalah kebutuhan yang paling mendesak karena dengannya ia dapat beribadah denagn sebaik-baiknya.  Sebab tidak ada tujuan lain penciptaan jin dan manusia kecuali agar tunduk dan beribadah kepada-Nya saja. Allah SWT berfirman yang artinya, Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az Zaariyaat: 56). Oleh karenanya, kebutuhan seorang hamba terhadap aqidah yang benar adalah di atas segala-galanya, lebih penting daripada kebutuhannya terhadap makan dan minum, dan lebih penting daripada harta dan keturunan.

Berpijak dari hal di atas, maka MAN Insan Cendekia Kota Kendari melaksanakan Kajian Tematik Keislaman Tahap 3 dengan maksud untuk mengkaji mengenai Agama dan Sains dalam Kehidupan terutama dalam hal mengkaji Hubungan Ayat Qauliyah dan Kauniyah khususnya bagi siswa kelas XII.

Dalam paparannya, Narasumber membahas tentang Kedudukan Sains dalam Islam. Sebagaimana dalam QS. Al- Alaq: 1 - 5 dijelaskan bahwa manusia telah diperintahkan untuk bisa membaca dan menulis. Secara etimologis, ayat pertama yang dimulai dengan kata iqra' diambil dari akar kata qara'a yang berarti "menghimpun". Kandungan ayat tersebut dapat dimaknai sebagai perintah untuk "menghimpun" yang berarti juga dapat dimaknai sebagai kegiatan menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, dan mengetahui ciri sesuatu dengan membaca baik berupa teks yang tertulis dengan aksara tertentu maupun tidak. Sebagaimana firman Allah SWT: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah". Dengan demikian bahwa menguasai ilmu pengetahuan merupakan kegiatan amal shaleh sebagaimana Allah SWT telah berfirman dalam QS. Al Qalam: 1, QS. Ibrahim: 32 dan QS. Al Ghasiyyah: 17 - 20. Manusia diciptakan dengan tugas dan tanggung jawab untuk mengkaji rahasia alam ciptaan Allah selaras dengan tujuan Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Pertemuan di tutup dengan menjawab sebuah pertanyaan dari salah satu peserta, Arkam Susilo, XII IPA 2 yaitu “Bagaiamana caranya kita menjadikan ayat-ayat Qauliyah dan Kauniyah sebagai jalan mencapai Ridho Allah SWT?. Pertanyaan tersebut selanjutnya di jawab oleh Narasumber bahwa: pertama, luruskan niat. Karena segala sesuatu yang dilaksanakan oleh manusia tergantung kepada niatnya. Yang kedua, harus ikhlas. Segala perbuatan yang dilaksanakan tidak mengharapkan imbalan apapun kecuali semata-mata mengharap ridho dari Allah SWT.

Sumber : -
Penulis : AGUSTAN/MAN Insan Cendikia Kendari
Editor : Rio Tufail Ramadhan. SH
Dibaca : 75 kali