Jum'at, 18 September 2020

Bina Siswa Pasraman, Kankemenag Muna Barat Selenggarakan Pasraman Kilat

  • Jum'at, 11 September 2020 07:33 WIB

Laworo, (Humas Sultra) -- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Muna Barat (Mubar) melalui Penyelenggara Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu menyelenggarakan kegiatan Pasraman Kilat Tingkat Kabupaten Muna Barat, Minggu, 6 September 2020, bertempat di balai Desa Kasimpa Jaya, Kec. Tiworo Selatan, Kabupaten Muna Barat.

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Muna Barat, H. Kammarudin, di dampingi pejabat eselon IV dan Kepala Desa Kasimpa Jaya. 

Sebanyak 40 orang peserta yang berasal dari 3 Pasraman di Muna Barat, yaitu siswa Pasraman Surya Genitri, Pasraman Widya Saraswati, dan Pasraman Surya Kencana. Peserta diambil dari Tingkat Adi Widya (SD) dan Madyama Widya (SMP) untuk mengikuti kegiatan ini. Dalam proses kegiatan dari registrasi peserta, yang di mulai Pk. 07.30 Wita, sudah mengikuti protokol pencegahan penularan Covid-19, dengan memakai masker, pengecekan suhu badan dan mencuci tangan. 

Hal ini disampaikan Ketua Panitia Pasraman Kilat yang juga Penyelenggara Bimas Hindu Kankemenag Mubar, I Nyoman Rugeg dalam laporan panitia saat pembukaan kegiatan.

"Perlu kami sampaikan bahwa, kegiatan Pasraman Kilat ini merupakan program pengelolaan dan pembinaan pendidikan Agama dan Keagamaan Hindu pada penyelenggaraan Bimas Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna Barat. Diikuti 40 orang peserta dan mengambil tema, melalui pasraman kilat kita wujudkan siswa Pasraman yg mampu memahami sraddha dan bhakti, serta kreatif, inovatif dan berkarakter Hindu," kata Rugeg menyampaikan. 

Dalam sambutannya Kepala Kantor Kemenag Muna Barat, H Kammarudin berpesan kepada peserta, bahwa pemuda pemudi ini merupakan aset bagi negara dan generasi penerus bangsa. Adanya kegiatan Pasraman Kilat ini menjadi penting sebagai awal penanaman nilai-nilai luhur ajaran agama, Pancasila, dan NKRI bagi generasi muda. 

"Pasraman adalah salah satu lembaga yang diakui Pemerintah, melalui PMA 56 tahun 2014 dan PMA 10 tahun 2020 sebagai penyelenggara Pendidikan Keagamaan Hindu melalui jalur formal maupun non formal. Melalui Pasraman, kita selalu tanamkan ajaran-ajaran agama dari semenjak dini. Agar terhindar dari pengaruh negatif budaya luar. Tidak lupa dengan jati diri bangsa," terangnya.

Kammarudin berpesan kepada umat, Penyelenggara dan PHDI setempat, agar umat Hindu di Muna Barat juga mengembangkan Pendidikan Formal Pasraman, karena potensi jumlah peserta didik mencukupi. Paling tidak untuk memulai pada tingkat Pratama Widya atau TK.  

Menutup sambutannya, Kepala Kantor juga berpesan agar setiap umat dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan, selalu mematuhi protokol kesehatan. Memakai masker pabila keluar rumah, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, jaga jarak duduk atau bicara, sedia handsanitaiser, dan lakukan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masa Pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir ini. 

Pada kegiatan Pasraman Kilat kali ini, juga dihadiri Kepala Desa Kasimpa Jaya, Ancar Alikin. beliau menitip pesan kepada guru-guru Pendidikan Agama Hindu dan guru di Pasraman.

"Saya berharap bapak/ibu guru di bidang agama, agar tidak hanya memberi teori ajar mengajar di sekolah, akan tetapi lakukan juga praktek langsung. Apa lagi Agama Hindu banyak memiliki tradisi pada saat perayaan hari raya," pintanya.

Ancar Alikin juga membagi-bagikan masker dan sarung tangan pada saat kegiatan Pasraman Kilat. Kepala Desa ini menyerahkan 5 lusin masker dan sarung tangan yang diserahkan ke Kepala Kantor Kemenag Mubar untuk selanjutnya masker dan sarung tangan tersebut diserahkan ke Penyelenggara Hindu, yang akan dibagikan ke peserta kegiatan dan undangan.

Pembukaan kegiatan Pasraman Kilat Tingkat Kabupaten Muna Barat yang dilaksanakan fullday/sehari ini dihadiri oleh  Kepala Kantor Kemenag Muna Barat, H. Kamarudin, Kepala Desa Kasimpa Jaya, Ancar Alikin, BA., Penyelenggara Bimas Hindu, I Nyoman Rugeg, 
Kepala Seksi Bimas Islam, Abd. Rahmaing, Narasumber, Moderator dan beberapa ketua lembaga Keagamaan Hindu di Muna Barat. 

Narasumber kegiatan sebanyak 4 orang, yang merupakan Guru Pendidikan Agama Hindu di Kabupaten Muna Barat, yaitu: Wayan Asriati, S.Ag., Made Tirtawati, S.Ag., Sugiyanto, S.Ag.,  dan Ketut Salin, S.Ag. (KD/PKJ)

Sumber : Pande Kadek Juliana
Penulis : Waliullah. S. IP
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 55 kali