Jum'at, 30 Oktober 2020

Migrasi Pembelajaran, Kakanwil : Guru Diharapkan Ciptakan suasana Belajar yang Menyenangkan

  • Minggu, 23 Agustus 2020 15:51 WIB

Kolaka, (Humas Sultra) --- Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara, Fesal Musaad mengatakan guru dituntut menghadirkan paradigma baru dalam pembelajaran khususnya ditengah pandemi covid 19 yang melanda. Semua hal menjadi terhenti. Namun demikian layanan pendidikan jangan sampai terhenti. 

Dibutuhkan migrasi pembelajaran, dibutuhkan paradigma baru, bahwa pendidikan tidak sebatas transfer of knowledge atau pertemuan guru dan siswa dikelas tetapi guru diharapkan menjadi fasilitator bagi siswa. 

Olehnya itu lanjut Kakanwil, Beradaptasi dan berdamai menjadi langkah dan keputusan terbaik, karena pandemi masih berlangsung dan belum tahu sampai kapan akan berakhir.

Ia menginginkan pendidikan tidak hanya sebatas diruang kelas. Guru diharapkan mampu menciptakan suasana Belajar yang Menyenangkan.

"Bukan zaman nya lagi guru akting dipanggung dan anak-anak disuruh menonton. Kini saatnya dibalik, siswa yang presentasi di depan kelas. Guru harus mengubah mindset pendidikan yang bermartabat dari besok saya mengajar apa menjadi besok siswa bisa apa," terang Fesal.

"Saya juga ingin tidak hanya guru yang berubah tapi lingkungan madrasah, ruang kelas ikut berubah menjadi tempat rekreasi agar para komunitas pembelajar merasa aman nyaman untuk belajar dan bekerja. Ada kompetisi Ruang belajar, kompetisi desain kelas, menjadi tempat rekreasi, perpustakaan mini, ada mading, ada pohon pengetahuan, ada gambar tokoh dengan pendapatnya," ungkapnya.

Dirinya juga mengingatkan saat ini kita berada didunia tanpa batas, olehnya itu guru dituntut Melek media sosial dan memiliki literasi digital yang mumpuni. Tuntutan globalisasi mengharuskan guru mengasah kemampuan personal," tuturnya. 

Ia juga mendorong guru untuk mendidik generasi anak bangsa agar tidak tersesat dalam hidupnya dengan membangun lifeskill. Bentuknya adalah Kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, kemampuan berfikir kritis, memecahkan masalah. Life skill ini yang anak pakai terjun kedunia nyata," tambahnya.

"Mari kita perbaiki niat dan komitmen membangun pendidikan berkualitas.
Impian haruslah menyala dengan apapun yang kita miliki, meskipun yang kita miliki tidak sempurna, meskipun itu retak-retak. Harapannya mampu melahirkan insan Indonesia yang cerdas, kompetitif, berakhlak mulai, punya talenta global karena berada
Mewujudkan generasi berdaya saing," pungkas Fesal.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kabid Pendidikan Madrasah, Muhammad Saleh, Kepala Kantor Kemenag Kab. Kolaka, Abdul Azis Baking, Kepala MAN 1 Kolaka, Ansani, segenap peserta dan panitia.

Sumber : -
Penulis : Waliullah. S. IP
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 234 kali