Jum'at, 30 Oktober 2020

Ditengah Pandemi Covid-19, Kakanwil Ungkap Pentingnya Membangun Pendidikan yang Bermutu

  • Sabtu, 22 Agustus 2020 20:51 WIB

Kolaka, (Humas Sultra) --- Saat ini Dunia ini sedang diguncang oleh pandemi Covid-19. Seluruh aspek kehidupan mengalami dampak tak terkecuali dunia pendidikan ikut terdampak akibat pandemi ini, terutama dikalangan pendidik, komunitas madrasah dan komunitas sekolah.

Fesal mengungkapkan, bagi dunia pendidikan, menghadapi pandemi ini tidak ada kata lain, kecuali beradaptasi dan berdamai dengan Pandemi Covid-19 dengan disiplin pakai masker, disiplin jaga jarak, disiplin menjaga kebersihan diri.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Prov. Sulawesi Tenggara, Fesal Musaad saat menjadi narasumber pada Workshop Pengembangan Profesi Guru pada MTsN 1 Kolaka dan MTsN 2 Kolaka, dengan mengusung tema Pembelajaran pada Era Digital, sabtu, (22/08).

Dikatakannya, Pendidikan memiliki tiga segmen yang berperan untuk membangun pendidikan yang bermartabat dan bermutu. 

Pertama, dimadrasah itu ada quality assurance atau jaminan kualitas, Indikatornya MGMP berjalan baik sebagai pusat pembinaan profesionalisme guru, Ruang kelas memadai sebagai tempat anak menimba ilmu, sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk belajar mengajar, lingkungan madrasah apakah memenuhi syarat.

"Kemudian sarana prasarana, serta pembiayaan merupakan bagian quality assurance seperti laboratorium, perpustakaan yang representatif Mendesain taman kelas, kelas warna warni sehingga bisa membuat anak tidak bosan dikelas," jelasnya. 

Kedua Perbaikan kualitas (quality improvement) yaitu pentingnya evaluasi segmen perbaikan mutu, peningkatan kompetensi guru dan peningkatan profesionalisme guru.
 
Setelah itu adanya quality control yaitu perlunya ada standarisasi mutu terhadap madrasah sehingga diharapkan bisa melahirkan insan indonesia Cerdas kompetitif dinamis, beraklak mulia, terampil, mandiri, menguasai IPTEK dan menghasilkan talenta-talenta global," terangnya. 

Olehnya itu guru segera menghadirkan transformasi pembelajaran dari materi pelajaran ke life skill. Dunia sangat membutuhkan SDM yang memiliki kecakapan hidup seperti kemampuan berkomunikasi, memecahkan masalah, mencari informasi, berpikir kritis, kemampuan konseptual yang baik, menghitung, membaca dan berkolaborasi.

"Bila siswa hanya mendengar dan menyaksikan guru akting dipanggung, kapan life skill siswa ini terbangun jika siswa tidak melakukannya. Guru harus mengubah mindset dari besok saya mengajar apa menjadi besok siswa bisa apa," tutur Fesal.

Kakanwil menilai, perlunya menghadirkan transformasi pembelajaran dengan membangun literasi digital sebagai proses inovasi, agar pembelajaran tidak ketinggalan tetapi berubah dan terus berubah.

"Saya ingin tidak hanya guru yang berubah tapi lingkungan sekolah, madrasah, ruang kelas ikut berubah menjadi tempat rekreasi agar para komunitas pembelajar merasa aman nyaman untuk belajar dan bekerja," jelasnya. 

Kakanwil menilai mutu pendidikan hanya ditentukan oleh guru dan siswa. Tantangan terbesar dunia pendidikan adalah guru. Yang terpenting dilakukan adalah profesionalime guru terus bisa dipacu untuk mendongkrak mutu pendidikan dimadrasah.

Pemerintah juga terus memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap pendidikan dengan memberikan bantuan anggaran untuk membantu lembaga pendidikan di masa pandemi Covid-19 melalui program Bantuan Operasional. Biasakan anak untuk belajar daring (e- learning, e- library, e- book), agar literasi digitalnya mumpuni di era digital saat ini.

"Mari kita perbaiki niat dan komitmen membangun pendidikan berkualitas.
Impian haruslah menyala dengan apapun yang kita miliki, meskipun yang kita miliki tidak sempurna, meskipun itu retak-retak," pungkas Fesal.

Hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kab. Kolaka, Kepala MtsN 1 Kolaka, Kepala MTsN 2 Kolaka, Kasi Sarana dan Prasarana, para peserta dan segenap panitia. 

Sumber : -
Penulis : Waliullah. S. IP
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 192 kali