Jum'at, 30 Oktober 2020

Tingkatkan Mutu Pendidikan, Kakanwil Minta Guru Menjadi Fasilitator Pembelajaran

  • Sabtu, 22 Agustus 2020 18:47 WIB
Kakanwil Kemenag Sultra Fesal Musaad saat bertatap muka dengan Guru MIN 1 Kolaka, sabtu (22/8)..

Kolaka, (Humas Sultra) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Fesal Musaad, Membuka secara resmi Workshop Pengembangan Kompetensi Profesi Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kolaka, di Hotel Zam Zam, (22/8).

Dalam sambutannya, Fesal Musaad mengungkapkan saat ini proses pembelajaran mengalami distorsi. Pendidikan yang dibutuhkan kedepan adalah life skill dan tidak kalah penting guru menjadi fasilitator belajar yang baik.

Ia mengingatkan Guru segera menghadirkan transformasi pembelajaran dari materi pelajaran ke life skill. Saat ini dunia pendidikan menuntut guru menjadi fasilitator pendidikan. Guru merupakan ujung tombak dan ujung tombok dalam pembelajaran," ungkapnya. 

Dikatakannya, dunia sangat membutuhkan SDM yang memiliki kecakapan hidup seperti kemampuan berkomunikasi, memecahkan masalah, mencari informasi, berpikir kritis, kemampuan konseptual yang baik, menghitung, membaca dan berkolaborasi.

"Bukan zaman nya lagi guru akting dipanggung dan anak-anak disuruh menonton. Kini saatnya dibalik, siswa yang presentasi di depan kelas. Guru harus mengubah mindset pendidikan yang bermartabat," terang Fesal.

"Saya juga ingin tidak hanya guru yang berubah tapi lingkungan madrasah, ruang kelas ikut berubah menjadi tempat rekreasi agar para komunitas pembelajar merasa aman nyaman untuk belajar dan bekerja," jelasnya.

Kakanwil jyga menyoroti Proses pembelajaran ditengah pandemi bagi dunia pendidikan, tidak ada kata lain, selain beradaptasi dan berdamai dengan Pandemi Covid-19.

Menurutnya, Beradaptasi dan berdamai (adaptation and peace) menjadi langkah dan keputusan terbaik, karena pandemi masih berlangsung dan belum tahu sampai kapan akan berakhir (only God Knows).

“Di tengah adaptasi kebiasaan baru ini, pendidikan di madrasah pun dituntut untuk mampu berkreasi dan produktif agar tidak tertinggal oleh dinamika keadaan yang berjalan serba cepat. Hanya dengan kreasi, inovasi, transformasi, produktif kita bisa membuat lompatan sejarah dan menghadirkan pendidikan yang bermutu kini dan mendatang," jelas Fesal.

"Mari kita perbaiki niat dan komitmen membangun pendidikan berkualitas.
Impian haruslah menyala dengan apapun yang kita miliki, meskipun yang kita miliki tidak sempurna, meskipun itu retak-retak," pungkas Fesal.

Sumber : -
Penulis : Waliullah. S. IP
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 192 kali