Jum'at, 18 September 2020

Kakanwil Ajak Penyuluh Agama Untuk Mengasah Kompetensi Personal

  • Rabu, 12 Agustus 2020 22:53 WIB

(Humas Sultra) --- Kepala Kanwil Kementerian Agama Sultra, Fesal Musaad, memberikan materi sekaligus membuka secara resmi Pembinaan Penyuluh Agama Islam Non PNS dan Pelatihan Kader Penyelenggaraan Jenazah bertempat dihotel Rahmat Bombana, rabu, (12/8).

Kakanwil dalam sambutannya mengajak seluruh penyuluh Agama untuk mengasah wawasan kompetensi personal, minimal karakter tuntas, kompetensi tuntas dan literasinya tuntas karena penyuluh sebagai tempat orang bertanya akan segala hal ihwal keagamaan. 

"Penyuluh Agama sebagai juru penerang seperti pelita dalam kegelapan mengajak masyarakat menebarkan kebaikan," terangnya. 

Ia juga mengingatkan tantangan akan tugas dan fungsi Penyuluh Agama sebagai garda terdepan membina umat yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Dirinya mengharapkan Penyuluh Agama menjadi benteng dalam meminimalisir dan medeteksi aliran sempalan, intoleransi dan radikalisme.

"Penyuluh Agama menggunakan cara-cara dan pendekatan lunak (soft Approach) melalui Pendidikan deradikalisasi. Pendidikan deradikalisasi mengubah orang yang keras menjadi lunak menjadi plural, menjadi toleran, menjadi moderat. Dengan hadirnya penyuluh diharapkan kriminalitas berkurang, narkoba berkurang, miras berkurang, pornografi dan pornoaksi berkurang bahkan ideologi yang bertentangan dengan jati diri bangsa indonesia," jelasnya. 

Selain itu dirinya mengingatkan pentingya pemerantasan buta aksara Al Quran, membumikan Al Quran diwilayah masing-masing dengan memberdayakan TPQ. "Bagaimana anak anak dilatih membaca dan menulis sehingga tidak ada lagi yang tudak bisa baca dan tulis Al Quran," jelasnya. 

Selanjutnya penyuluh Agama melakukan pembinaan keluarga sehingga tidak ada lagi KDRT dan pernikahan dibawah umur, menggunakan pendekatan agama dan mendorong keluarga menjadi sakinah mawaddah warahmah. 

"Penyuluh Agama berkewajiban melakukan pembinaan zakat dan wakaf. Penyuluh agama berperan mendorong kesadaran masyarakat untuk menunaikan kewajibannya untuk membayar zakat," ungkapnya. 

Penyuluh Agama juga menjadi benteng penanggulangan narkoba sebagai tantangan globalisasi, serbuan ideologi dunia, merupakan tantangan dan tugas bersama. 

Tak lupa, pentingya Pembinaan Kerukunan Umat Beragama yang dapat memecah kesatuan NKRI.

Penyuluh Agama juga bertugas memberi pemahaman keagamaan yang moderat. Islam Rahmatan lilalamin, Ukhuwah Islamiyah, insaniyah, wataniyah, menjadi pedoman setiap umat. 

Satu komitmen untuk meneguhkan kehidupan keagamaan kemanusiaan dalam bingkai NKRI. 

Penyuluh Agama perlu memperkuat segmen segmen untuk menjaga masyarakat aman dan damai. Tugas kita semua memelihara menjaga keutuhan NKRI menjunjung tinggi kearifan lokal sebagai pagar keberagaman yang bisa dijadikan modal untuk meredam konflik.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala Kantor Kemenag Bombana, Jumaing, Kabid Penais dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Muhammad Kadir Azis dan Perwakilan MUI Sultra, KH. Djakri Nappu.

Sumber : -
Penulis : Waliullah. S. IP
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 67 kali