Jum'at, 14 Agustus 2020

Kakanwil Kemenag Sultra : Perbedaan Harus Dijadikan Alat Pemersatu Bangsa

  • Jum'at, 24 Juli 2020 19:33 WIB

Dialog Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Kolaka Utara

 (Humas Sultra) --- Dalam mewujudkan masyarakat madani, peran tokoh agama sangat dibutuhkan mengisi sendi kerukunan umat di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Agama dan negara harus saling mengisi dan mengawasi, agama butuh negara, negara butuh agama itulah Indonesia yang  toleran menjunjung tinggi perbedaan. seru Kakanwil mengawali sambutannya pada dialog kerukunan umat beragama di Kolaka Utara. Jumat (24/7)

Dikatakan, substansi  toleransi adalah kemauan dan kemampuan menghargai perbedaan, yang beda jangan disamakan yang sama jangan dibedakan.

“Perbedaan harus dijadikan alat pemersatu bangsa, bayangkan dalam satu rahim saja wajah kita berbeda, makanya perbedaan itu menjadi modal agar kita saling melengkapi satu sama lain sehingga muncul lah masyarakat yang madani,” ungkap Mantan Kakanwil Kemenag Maluku ini.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahaya radikalisme yang menyasar generasi muda. Pada dasarnya redikalisme adalah paham kebencian terhadap simbol keagamaan, makanya ada  pendidikan deradikalisasi yang bisa mengubah orang yang keras menjadi lunak, menjadi moderat

Meskipun sebenarnya agama itu sudah mengajarkan moderasi, namun menurut Kakanwil hanya manusianya saja yang belum moderat karena ekspresi dari pemahaman yang tidak utuh, ekspresi pengangguran, ekspresi ketidakadilan dan ekspresi belum sejahtera.

“ Yang berperan dalam pendidikan deradikalisasi kita semua melalui metode soft aproach yaitu pendidikan deradikalisasi melalui pemberdayaan rumah  ibadah masjid, pura, gereja, vihara, melaui madrasah, pondok pesantren, menjadikan anak-anak moderat, cinta NKRI. penerapan pendekatan ini, lanjut Kakanwil juga membutuhkan peran pemuka agama, majelis-majelis agama, dan organisasi kemasyarakatan.

"Saya kira semua perlu memainkan peran, para tokoh agama, tokoh masyarakat, siapapun dia semoga kita semua dan masyarkat Kolaka utara menjadi masyarakat yang madani,” tutupnya.

Dialog kerukunan umat beragama yang mengabil tema Peran FKUB dalam membangun sinergitas dan harmonisasi antar umat beragama di Kabupaten Kolaka Utara menuju masyarakat madani ini turut di hadiri Ketua MUI Sultra, KH. Djakri Nappu, Kepala Kemenag Kab. Kolaka Utara, Kasubag Ortala dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Sultra, serta Ketua FKUB Kab. Kolaka Utara.

Sumber : -
Penulis : Rio Tufail Ramadhan. SH
Editor : Rio Tufail Ramadhan. SH
Dibaca : 133 kali