Jum'at, 14 Agustus 2020

Kakanwil Imbau Penyuluh Agama Tingkatkan Kompetensi

  • Jum'at, 24 Juli 2020 19:07 WIB

Lasusua, (Humas Sultra)--- Empat segmen penyuluh agama yang terus digenjot Kemenag saat ini diantaranya rasionalisasi jumlah penyuluh, Integrasi penyuluh Agama Islam ke KUA, Penyempurnaan regulasi, dan peningkatan kompetensi.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama.(Kemenag) Prov. Sultra, Fesal Musaad pada Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Penyuluh Agama Islam (PAI) lingkup Kantor Kemenag Kab. Kolaka Utara (Kolut) di Lasusua, Kamis (24/7).

"Penyuluh merupakan penyambung lidah pemerintah di bidang agama dan sebagai juru penerang. Karenanya, kompetensi penyuluh perlu ditingkatkan. Kompetensi penyuluh merupakan program primadona yang terus dibangun. Penyuluh diharapkan tidak henti mengasah kemampuan personal, dengan banyak membaca dan bersosialisasi," terang Fesal.

Kakanwil melanjutkan, hingga saat ini Kemenag gencar menerapkan program moderasi beragama, untuk mengikis pemahaman yang ekstrim dan mudah memvonis agama dan keyakinan orang lain tidak benar.

"Inilah salah satu tugas penyuluh untuk memberikan pendidikan deradikalisasi, yang merubah ajaran yang keras menjadi lunak dan plural," kata Fesal.

Menurutnya, penyuluh berperan meminimalisir aliran sempalan. Sehingga, perlu ada deteksi aliran sempalan, agar tidak timbul gesekan dan konflik.
Dengan demikian, akan terwujud masyarakat aman dan damai dalam bingkai agama dan bingkai NKRI.

Fesal menilai, penyuluh harus mampu mendorong masyarakat mendirikan TPQ, untuk memastikan anak-anak di Indonesia khususnya di Kolut bisa membaca Al Quran.

"Memberantas buta baca Al Quran adalah tugas kita semua. Maka kehadiran penyuluh diharapkan mampu membumikan Al Quran. Pendirian TPQ dan moment MTQ mrupakan salah satu energi untuk membumikan Al Quran," sebutnya.

Ditambahkannya, tugas lain penyuluh adalah pembinaan keluarga. Tugas ini sangat penting, karena keselamatan anak bangsa hanya dapat diraih dalam dua ruang, yaitu ruang kelas dan ruang keluarga.

"Keluarga adalah unit terkecil dari suatu negara. Jika keluarga kuat dan utuh serta ruang kelas representatif, maka kita bisa membentuk dan menghasilkan generasi yang unggul dan bertanggungjawab," tegas Kakanwil.

Dikesempatan tersebut, Fesal menyinggung peran penyuluh dalam pembinaan zakat wakaf. Peran ini tak kalah penting, karena merupakan salah satu rukun Islam. Jika masyarakat sadar akan zakat, maka tidak akan ada rakyat yang hidup dibawah garis kemiskinan.
Olehnya, penyuluh diharapkan mendongkrak pemahaman masyarakat tentang pentingnya zakat dan wakaf.

"Sebagai penyuluh mari kita senantiasa mengajak umat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW untuk mewujudkan masyarakat yang madani, masyarakat yang menjunjung tinggi supremasi hukum dan menghargai perbedaan. Itulah kunci merukunan dan toleransi," pungkasnya

Sumber : -
Penulis : Wa Ode Asnani. S. IP
Editor : Rio Tufail Ramadhan. SH
Dibaca : 73 kali