Jum'at, 30 Oktober 2020

Rukyatul Hilal Awal 1 Dzulhijjah, Hilal diatas Ufuk tertutup Awan Tebal

  • Selasa, 21 Juli 2020 17:17 WIB

Kolaka, (Humas Sultra) --- Tim rukyat hilal Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memantau secara langsung hilal penentuan awal bulan Dzulhijjah 1441H/2020M, selasa, (21/7).

Pemantauan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dan di Sulawesi Tenggara di pusatkan di Pantai Wolulu, Kec. Watubangga, Kab. Kolaka.

Kepala Bagian Tata Usaha, H. Joko, mewakili Kakanwil Kemenag Sultra mengatakan pemantauan ini dalam rangka penetapan 1 dzulhijjah serangkaian penetapan waktu pelaksanaan Idul Adha, yaitu 10 dzulhijjah 1441H.

"Sebuah makna bahwa ajaran Islam sangat luar biasa bahwa penetapan dalam setiap perayaan ibadah-ibadah tertentu mengacu kepada tanggal dan bulan dan itu perlu ditetapkan dengan baik dengan metode hisab maupun rukyat," terangnya. 

"Yang bisa kita lihat bahwa perkembangan ilmu pengetahuan untuk mendukung pelaksanaan rukyatul hilal sangat luar biasa. Begitu pun Penetapan Awal ibadah pun, sangat didukung ilmu pengetahuan," jelasnya. 

Dirinya berharap penetapan Idul Adha sama dengan sebelumnya tidak ada perbedaan, baik pemerintah dan ormas Islam bersepakat untuk dilaksanakan secara bersamaan sebagai bentuk ukhuwah islamiyah," ungkapnya. 

Sementara itu, Kasi Kemasjidan, Hisab Rukyat dan Bina Syariah, Abdul Rauf mengatakan untuk hasil pemantauan tim rukyat hingga proses selesai, hilal tidak terlihat walaupun posisi berada diatas ufuk karena Hilal disekitar ufuk tertutup awan tebal.

Meskipun tidak terlihat, menurut data hisab, lanjut Abdul Rauf, hilal berada diposisi +7° 26' 44" atau berada diatas ufuk. Artinya tinggi hilal sudah diatas 2°.

"Hasil hisab dan rukyat tersebut, dijadikan sebagai referensi dan alat bantu dalam melakukan rukyatul hilal awal bulan Dzulhijjah 1441H," terangnya. 

Namun demikian, penentuan awal dzulhijjah akan ditentukan pada sidang isbat awal bulan dzulhijjah yang dipimpin oleh Menteri Agama.

"Setelah melakukan pemantauan, hasil rukyat tersebut akan dikirim sebagai bahan laporan dalam sidang Isbat penentuan awal dzulhijjah 1441H," tandasnya.

Tim yang melaksanakan rukyatul hilal awal dzulhijjah 1441H, antara lain  Dr. Rusdin Muhalling, M.Ei, (Dosen IAIN) Kendari, Abdul Rauf s.sos, Ilham ST, PMG pertama Stasiun Geofisika Kendari (BMKG) yang telah disumpah oleh hakim pengadilan agama.

Hadir dalam pemantauan tersebut, Kabid Urais dan Binsyar, Jamaluddin, Ketua Pengadilan Agama Kab. Kolaka, Ketua PWNU, KH. Muslim, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kolaka, Abdul Azis Baking, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bombana, Jumaing, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kendari, H. Zainal Mustamin dan segenap panitia. 
 
Kegiatan ini juga diawasi oleh tim kesehatan Puskesmas Watubangga Kolaka, dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19.
Seluruh hadirin di cek suhu tubuh dan diberikan cairan hand sanitizer serta tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sumber : -
Penulis : Waliullah. S. IP
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 227 kali