Jum'at, 03 Juli 2020

Kakanwil Kemenag Sultra Hadiri Webinar Kesiapan Lembaga Pendidikan Di Era New Normal

  • Selasa, 30 Juni 2020 14:04 WIB

Kendari (Humas Sultra)---- Kakanwil Kemenag Sultra, Fesal Musaad, S.Pd.,M.Pd hadir sebagai narasumber dalam Website Seminar (Webinar) terkait Kesiapan Lembaga Pendidikan Islam dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah dalam menghadapi Era Kenormalan Baru (New Normal) oleh Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tenggara, Selasa (30/06).

Melalui Zoom Meeting, Fesal Musaad menjelaskan bahwa Kebijakan Kementerian Agama dalam menghadapi New Normal di Lembaga Pendidikan Agama Islam mengacu pada arahan presiden dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang pekerja keras, dinamis, terampil, menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).

"Berdasarkan aspek tersebut, Direktorat Jendral (Dirjen) Pendidikan Agama Islam (Pendis)  mempunyai visi menciptakan Pendidikan Islam yang unggul, moderat, dan menjadi rujukan dunia dalam integrasi ilmu agama, pengetahuan serta teknologi," ungkap Kakanwil.

Lanjutnya, Di masa pandemi Covid-19,  Dirjen Pendis telah mengeluarkan putusan Nomor.2791 tahun 2020 tentang Panduan Kurikulum menghadapi New Normal bagi lembaga Pendidikan Agama Islam (PAI). Beberapa kesiapan dilakukan dengan melakukan kegiatan e-learning, menyediakan buku pembelajaran elektronik, menggalakkan dukungan pembuatan bahan ajar seperti vidio, animasi, modul dan beberapa literasi pembelajaran lainnya secara gotong royong.

Kakanwil juga menjelaskan bahwa pandemi Covid 19 mengajarkan kita untuk tetap produktif dalam keterbatasan sosial budaya.

"Untuk itu,  pengelola pendidikan harus melakukan berbagai kesiapan dalam menghadapi new normal dengan tetap menciptakan siswa siswi produktif," jelas Kakanwil.

"Menghadirkan transformasi pembelajaran daring yang menyenangkan sangat dibutuhkan agar siswa tidak bosan selama pembelajaran,  melakukan pendekatan CTL yang melibatkan siswa  berperan aktif dan kreatif dengan mengaitkan materi belajar dengan kehidupan nyata para siswa selama pembelajaran, Penguatan literasi digital dalam pembelajaran, serta mensosialisasikan paradigma baru pembelajaran kepada orang tua dalam new normal " tutur Kakanwil.

Selain transformasi pembejaran, Sosialisasi  protokol kesehatan juga dimaksudkan Kakanwil sebagai kesiapan pendidikan di masa pandemi. Hal ini nantinya akan berdampak baik dalam memutus mata rantai penyebaran virus tersebut.

Terakhir, Kakanwil berharap bahwa seluruh anak Indonesia tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran yang baik agar tercipta generasi bangsa yang cerdas dan unggul.

"Covid 19 adalah teguran untuk kita semua untuk bagaimana kita melakukan transformasi pembelajaran yang lebih baik, dan selalu pastikan seluruh anak indonesia mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran," tutupnya.

Tidak hanya Kakanwil Kemenag Sultra, beberapa lainnya  turut hadir sebagai narasumber seperti Ketua Dewan Pendidikan Prov. Sultra, Prof. Dr. H. Abdullah Alhadza, Sekum GUPPI Sultra dan Ketua Yayasan Pesantren Metropolitan Ummushabri Kendari,
Dr. Suprianto, MA, Ketua MUI Sultra KH. Mursyidin, M. HI,  serta dimoderatori oleh KPK MUI/Sekretartis Dewan Pendidikan Prov. Sultra, Samsuri, S.Ag.,M.Pd.I

Adapun peserta Webinar diikuti lebih dari 400 peserta pegiat pendidikan Agama Islam yang tersebar di seluruh daerah se Indonesia.

Sumber : -
Penulis : Nisa Nurhayati. S. IK
Editor : Nisa Nurhayati. S. IK
Dibaca : 45 kali