Jum'at, 03 Juli 2020

Kemenag Kolaka Turut Sukseskan Program Pencegahan dan Percepatan Penurunan Penanganan Stunting Tingkat Kab. Kolaka

  • Senin, 29 Juni 2020 14:53 WIB
Penandatanganan Rekomendasi Aksi dan Komitmen Lintas Sektor dalam mendukung kegiatan pencegahan stunting

Kolaka (Humas Sultra) --- Kantor Kementerian Agams Kabupaten Kolaka turut menyukseskan Program Pencegahan dan Percepatan Penurunan Penanganan Stunting Tingkat Kabupaten Kolaka. Pelaksana Harian Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Kolaka, Dr. Ahmad Tanaka, M.Pd menghadiri Pertemuan Lintas Sektor Dalam Rangka Rembuk Stunting (Aksi Integrasi 3) tahun 2020 yang dibuka langsung oleh Bupati Kolaka, H. Ahmad Safei, SH. MH. di Hotel Sutanraja Kolaka (Senin, 28/06). 

Dalam sambutan yang disampaikan Oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kolaka, Drs. Harun Massirri, A.Pt., M.Kes mengatakan, rembuk stunting adalah bagian dari 8 aksi integrasi interfensi penurunan stunting. Rembuk stunting adalah aksi 3 yang merupakan salah satu langkah yang penting yang harus di lakukan oleh pemerintah kabupaten. 

"Tujuan di laksanakan rembuk stunting ini ialah untuk memastikan pelaksanaan kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting yang di lakukan secara bersama-sama dengan OPD, penanggung jawab layanan dengan sektor lembaga non pemerintah dan masyarakat," Kata Kadis Kesehatan.

Pada acara tersebut ditandatangani pula Rekomendasi Aksi dan Komitmen Lintas Sektor dalam mendukung kegiatan pencegahan stunting tersebut. Khususnya Kemenag Kab. Kolaka turut menandatangani komitmen bersama sebagai instansi mitra yang siap mendukung dan mensukseskan program pemerintah daerah.

”Program tindak lanjut Kemenag sebagai wujud partisipasi antara lain melalui tenaga penyuluh yang tersebar di tiap kecamatan di bawah koordinasi KUA kecamatan. Kegiatan lainnya dapat pula penyuluhan pranikah, khutbah seragam dengan tema pencegahan stunting. Dapat pula dilaksanakaan oleh madrasah melalui sosialisasi pada kegiatan parenting," seperti yang diungkapkan Ahmad Tanaka usai menghadiri kegiatan. 

Ahmad Tanaka yang juga kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kolaka menyampaikan bahwa Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak baik tubuh maupun otaknya akibat kurang gizi dalam waktu relatif lama.

"Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pun tak luput dari usulan program seperti di Raudhatul Atfhal dalam bentuk  pemberian makanan tambahan anak sekolah yang dianggarkan dari Dana Desa, dicatat dan menjadi bahan aksi stunting selanjutnya (Aksi 4)," kata Ahmad Tanaka.

Data yang disampaikan penyelenggara, angka prevalensi stunting Kab. Kolaka sebanyak 26,9% atau sebesar 471 anak pada tahun 2019 tersebar di 6 kecamatan dan 10 desa/kelurahan di Kab. Kolaka.

Program ini merupakan program nasional. Kabupaten Kolaka telah menjadi lokasi pencegahan dan penurunan stunting dari 240 Kab/Kota Se Indonesia.

Pada tanggal 3 juli 2019 telah dilakukan penandatanganan komitmen dengan pemerintah pusat tentang percepatan pencegahan anak kerdil dan pada tahun 2019 Kabupaten Kolaka telah meraih sebagai Kabupaten sehat dengan predikat PADAPA. Stunting merupakan salah satu indikator mengukur Kabupaten SEHAT.

Turut dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Drs. H. Muh Bakri, SH.,MH., 17 SKPD dan Instansi Vertikal lainnya, termasuk seluruh Camat, Lurah, dan para Kepala Desa Se-Kab. Kolaka serta Tim Penggerak PKK.

Sumber : Humas Kemenag Kolaka
Penulis : Adil, S.Kom/Kementerian Agama Kab. Kolaka
Editor : Rio Tufail Ramadhan. SH
Dibaca : 75 kali