Rabu, 27 Mei 2020

Terkait Fatwa MUI No. 28 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Sholat Idul Fitri ditengah Pandemi, Kankemenag Busel Hadiri Rapat bersama Pemda Busel

  • Kamis, 21 Mei 2020 22:08 WIB

Senin, 18/05/2020 bertempat di Gedung Parawisata, Komplek Rumah Dinas Bupati Buton Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton Selatan, Drs. H. La Rija., M.Pd.I menghadiri rapat yang digelar oleh Pemda Buton Selatan dalam menyikapi Fatwa MUI No. 28 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Sholat Idul Fitri ditengah maraknya Pandemi Covid-19

Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, Kemenag, MUI dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Busel. Adapun hasil dari rapat tersebut menghasilkan 2 kesepakatan bersama yaitu: pertama, Takbir dilaksanakan dimasjid oleh penggurus dengan jumlah dibatasi dan tidak melaksanakan takbir keliling, Kedua; pelaksanaan Sholat Idul Fitri dilakukan dikediaman atau rumah masing-masing.

Buton Selatan merupakan zona Hijau meskipun demikian Pemerintah Kab. Buton Selatan tetap mengambil keputusan meniadakan sholat idul fitri di masjid atau lapangan. Keputusan ini diambil pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 mengingat Buton Selatan sangat dekat dengan Kota Baubau yang merupakan Zona Merah, dimana akses Kota Baubau dan Buton Selatan sangat dekat yaitu hanya berjarak 20 km

Berdasarkan hasil keputusan bersama tersebut, Bupati Buton Selatan mengeluarkan Surat Edaran (SE) melalui Sekretariat Daerah dengan Nomor : 51/11/754 yang intinya tetap mengacu pada Fatwa MUI tentang panduan takbir dan Sholat Idul Fitri saat Pandemi Covid-19

Sementara ketika dimintai keterangannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Buton Selatan, Drs. H. La Rija.,M.Pd.i  ikut mendukung keputusan tersebut dan meminta kepada masyarakat Kabupaten Buton Selatan agar dapat memahami dan mematuhi keputusan bersama ini. Keputusan ini diambil pemerintah demi menjaga keamanan masyarakat agar tidak tertular COVID-19.

“Kita memahami keinginan masyarakat untuk berkatifitas dan beribadah seperti biasanya, namun kondisi saat ini belum memungkinkan masyarakat melakukan aktifitas tersebut apalagi kalau sifatnya mengumpukan orang/massa dalam jumlah besar. Meskipun keputusan yang diambil pemerintah tidak populer, namun hal tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat Kabupaten Buton Selatan dari penularan COVID-19. Itulah tugas pemerintah,” terang La Rija

Lebih lanjut La Rija juga meyampaikan bahwa Kementerian Agama Kab. Busel akan segera mengsosialisaikan hasil keputusan bersama ini kemasyarakat melalui perangkat-perangkat yang ada dan dibantu oleh Organisasi Masyarakat Islam.

 

 

Sumber : -
Penulis : Abdusshidiq Fahimuddin / Kemenag Busel
Editor : Waliullah. S. IP
Dibaca : 50 kali