Rabu, 27 Mei 2020

Fesal Musaad : ASN Kemenag Bekerja Berdasarkan Akhlak dan Karakter Unggul

  • Rabu, 20 Mei 2020 19:44 WIB
Fesal Musaad saat memberikan pembinaan

Kendari ( Inmas Sultra) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara ( Faisal Musaad) memberikan pembinaan terbatas kepada ASN Kemenag Kota Kendari yang diikuti oleh seluruh eselon IV, Kepala KUA dan Kepala Madrasah Negeri se kota Kendari di aula Kemenag Kota Kendari Rabu, 20/5.

Pelaksanaan kegiatan ini tetap mengacu pada protokol kesehatan pencegahan covid 19, dimana para peserta duduk dengan jarak yang aman dan mengunakan masker.

Kepala Kemenag Kota Kendari Zainal Mustamin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah  akhir dari serangkaian kegiatan pembinaan ASN yang dilaksanakan secara maraton mengumpulkan berbagai ide dalam pelaksanaan tugas Kementerian Agama kota Kendari ke depan.

Fesal Musaad selaku kakanwil Kementerian Agama Provinsi Sultra, mengatakan bahwa  aparatur Kementerian Agama menjadi tempat sosok orang untuk bertanya hal ihwal keagamaan, namun beliau mengingatkan untuk bijak menagapi pertanyaan yang dilontarkan masyarakat untuk mencegah terjadinya disharmoni di dalam masyarakat, biarkan kepala kantor yang menjawab semua pertanyaan.

"Kita ini sering ditanya karena aparatur Kementerian Agama dianggap tempat sosok orang bertanya hal ihwal keagamaan tapi jangan coba-coba menjawab bisa menimbulkan disharmoni serahkan saja untuk menjawab kepada Kepala Kantor Kemenagnya".

Terkait pelaksanaan salat Idul fitri ditengah pandemi covid 19 beliau menegaskan untuk tetap mengacu pada fatwa MUI nomor 28 tahun 2020 tentang panduan kaifiat takbir dan salat idul fitri saat pandemik covid 19.

Lebih lanjut beliau menekankan kepada para pegawai ASN Kemenag bahwa pekerjaan memutus mata rantai covid 19 tidak bisa disorientasi, dimana setiap unsur berjalan sendiri - sendiri kita harus satu solidaritas bersama untuk memutus mata rantai covid 19 ini terangnya.

Kakanwil juga mengingatkan kepada para pegawai bahwa kita ini sebagai abdi negara dan abdi masyarakat pegawai kemana haruslah bekerja dengan dasar akhlak karakter unggul yang saling menyayangi, saling mengisi, dan saling mengawasi bukan saling memfitnah, saling menuduh, terlebih saling merusak, karena itu bukanlah perilaku rasulullah Muhammad SAW.

Bayangkan jikalau aqidah dan akhlak menjadi landasan pijak institusi ini, maka akan menjadi institusi yang aman, damai, sejahtera dan toleran karena perilaku ASN yang sidiq (jujur), amanah (tanggung jawab) dan fathonah (cerdas). 

Dengan menerapkan perilaku di atas maka institusi Kementerian Agama akan dicintai dan dihormati masyarakat karena pegawainya menerapkan akidah Rasulullah sehingga kita akan menjadi pribadi-pribadi yang diperhitungkan baik di dunia maupun di akhirat pungkasnya.

Sumber : -
Penulis : Arman Tri Wahyuono/Kemenag Kota Kendari
Editor : Rio Tufail Ramadhan. SH
Dibaca : 75 kali