Rabu, 27 Mei 2020

Rapat Koordinasi Kemenag Buton dan Pemda Bersama Ormas Islam

  • Senin, 13 April 2020 20:33 WIB
Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bersama Pemda, Kemenag, Polres, TNI, Ormas Islam.

Pasarwajo (Humas Sultra) --- Bertempat di Takawa Aula Kantor Bupati Buton Senin 13 April 2020, Bupati Buton La Bakry memimpin rapat lintas sektoral dalam membahas tentang panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H.

Dalam arahannya La Bakry menyampaikan bahwa wabah Covid-19 ini merupakan wabah pandemi hampir diseluruh dunia mengalaminya, oleh karena itu kita harus mengikuti arahan prosedur pencegahan Covid-19 yang disampaikan oleh pemerintah pusat, Kementerian Kesehatan dan pihak terkait.

"Setiap ada yang datang dari luar agar setiap camat mengontrol atau memantau daerahnya masing-masing, agar mereka di isolasi sesuai dengan protokol penyebaran Covid-19, bekerja bersama-sama bersatu padu saling bahu membahu untuk memerangi Covid-19" tegas bakry.

Lanjut La Bakry, dalam menghadapi Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H, ada himbauan Menteri Agama, MUI Pusat dan MUI Sultra agar membatasi ruang gerak dengan jangan mengumpulkan banyak orang, oleh karena itu kita harus mengikuti himbauan tersebut.

"Jika daerah kita Buton aman dari wabah, kemudian pergerakan orang luar yang masuk ke wilayah Buton juga aman. Maka diperbolehkan untuk Shalat Tarawih berjamaah di masjid, tapi jamaahnya berasal dari desa tersebut dan para lansia atau ada yang mengalami demam atau sakit sebaiknya shalat saja di rumah, oleh karena itu setiap keluar rumah agar memakai masker, membatasi diri dengan jangan berjabat tangan dan menjaga jarak". jelasnya.

"Adanya penyemprotan masjid dan rumah ibadah lainnya dengan disinfektan dan di bersihkan lantai dengan deterjen. Mencegah lebih bagus dilakukan dari pada mengobati. Mari kita semua khususnya para camat untuk disampaikan ke lurah/kades agar memantau pergerakan masyarakatnya dengan baik". sambungnya.

"Pemerintah daerah akan membantu masyarakat akan memberikan bantuan berupa masker kepada seluruh masyarakat ekonomi lemah untuk dipergunakan dalam beraktifitas. Semoga Buton, sulawesi tenggara dan bangsa Indonesia segera terbebas dari wabah ini". pungkasnya.

Senada dengan itu Kepala Kantor Kemenag Kab. Buton H. Mukhtar menyampaikan bahwa Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan kepada Menteri Agama seterusnya Ke Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia untuk melakukan kegiatan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 termasuk di buton Sulawesi Tenggara.

"Pemerintah melalui Menteri Agama mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H di tengah pendemi wabah Covid-19 dan Fatwa MUI No 14 Tahun 2020 mengisyaratkan akan kemaslahatan umat dalam melaksanakan Ibadah. Pemerintah tidak melarang ibadah di masjid akan tetapi membatasi ruang yang mengumpulkan orang banyak. Jika sakit atau batuk-batuk sebaiknya tidak usah shalat di masjid lebih baik di rumah. Semua itu di lakukan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Lebih bagus mencegah dari pada mengobati". terangnya.

Lanjut H. Mukhtar menyampaikan pesan Menteri Agama RI bahwa tidak benar Menag mengimbau Masjid untuk menggelar atau melaksanakan tarawih berjamaah di saat pandemi Covid-19 melanda.

"Oleh karena itu kita sebaiknya mengikuti arahan dan himbauan dari Pemerintah Pusat dan termasuk MUI Pusat, MUI Provinsi dan Pemprov Sultra agar senantiasa melaksanakan Ibadah shalat di rumah masing-masing yang dihadiri oleh keluarga inti masing-masing, tidak ada tarawih keliling, tidak ada buka puasa bersama dan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak". pungkasnya.

Setelah selesai rapat dilanjutkan penandatanganan kesepakatan Surat Himbauan Untuk Seluruh Masyarakat Buton. Dalam rapat tersebut di hadiri oleh Bupati Buton, Asisten 1 Setda dan Pemerintahan, Polres Buton, MUI, NU, Baznas Kab. Buton, Camat, KUA, dan Perwakilan Imam Masjid.

Sumber : -
Penulis : Hamid Rijali/Kementerian Agama Kab. Buton
Editor : Syech
Dibaca : 124 kali