Jum'at, 14 Agustus 2020

Kakanwil Kemenag Sultra Fesal Musaad, Makna Paskah dan Jumat Agung Menjunjung Tinggi Harkat dan Martabat Manusia & Kemanusiaan 

  • Rabu, 08 April 2020 21:02 WIB
Kepala Kanwil Kemenag Sultra Fesal Musaad, S. Pd. M. Pd.

Kepada seluruh umat Kristiani di Sulawesi Tenggara, saya mengucapkan Selamat Merayakan Hari Paskah dan Jumat Agung, 10 April 2020, semoga momentum tersebut membawa suka cita bagi umat Kristiani untuk mengenang peristiwa kematian Yesus  serta hari kebangkitan-Nya.

Esensi nilai dari peristiwa tersebut adalah menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dan kemanusiaan, karena secara normatif dan historis ajaran Kristiani adalah cinta kasih dan menjunjung nilai toleransi, perdamaian dan persaudaraan tanpa mengenal batas negara dan bangsa. Nilai-nilai inilah yang harus dipahami.

Paskah dan Jumat Agung tahun ini sangatlah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena pemerintah dan masyarakat sedang berupaya memutus mata rantai penyebaran virus dengan pembatasan orang  dalam jumlah besar.
Untuk itu, saya mengimbau agar pelaksanaan Paskah dan Jumat Agung tahun ini dilaksanakan dalam bentuk yang sederhana dan tidak mengumpulkan orang dalam jumlah banyak sesuai himbauan pemerintah.

Umat Kristiani harus memahami makna paskah secara mendalam. Tentu dengan berupaya menyelamatkan jiwa  manusia di tengah mewabahnya virus corona.

Kepada umat Nasrani, saya berpesan tentang penting menjaga kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemanusiaan. Menurut saya, tokoh agama terbukti berperan signifikan mengembangkan ketiganya.
Tiga aspek yakni keagamaan, kebangsaan dan kemanusian merupakan kemasan yang indah  dan mempesona dalam rumah besar NKRI.

Tema Paskah tahun ini adalah:
"Kebangkitan Kristus Membawa Harapan Baru." Saya berpandangan bahwa tema tersebut merupakan transformasi iman dalam kehidupan yang terus berubah. Kehidupan keagamaan, kebangsaan dan kemanusiaan juga harus berubah menjadi lebih baik.

Keterkaitan antara tiga aspek tersebut bukan hanya terkait Indonesia, tapi juga masyarakat dunia. Saat ini, di tengah pandemi covid-19 banyak terjadi tragedi kemanusian di belahan dunia termasuk di negeri kita tercinta. Para tokoh agama kita dengan berbagai kedalaman ilmu, kesalehan ibadah, serta dengan keragaman kearifan lokalnya menjadi semakin memiliki tingkat urgensi dan relevansi yang tinggi untuk terus menyuarakan pentingnya menjaga dan memelihara kemanusiaan kita.

Saya sangat yakin para pemuka agama adalah mereka yang tidak saja hatinya bergetar ketika ayat-ayat Tuhan dibaca dan didengar, tapi juga tergelitik saat agama, bangsa, dan kemanusian terganggu.

Karena itu, atas dasar cinta dan kedamaian, para pemuka agama berada di garda terdepan dalam menghadapi penjajahan dan ketidakadilan. Atas dasar cinta dan kasih sayang, para tokoh agama bersatu untuk menolong dan membimbing sesama manusia menuju jalan Nya yang lapang menuju jalan kebahagian dan keselamatan serta jalan kedamaian.

Itulah tokoh-tokoh agama, pemuka agama, pimpinan majelis agama, orang-orang yang tulus dan bersih tanpa pamrih. Karena laku hidupnya dipersembahkan tidak lagi hanya untuk yang bersifat fana saat ini dan kini, tapi juga untuk kekal nan abadi.
Mereka selalu meneduhkan dan mencerahkan, di saat yang lain meresahkan dan memanaskan. Mereka juga memberi inspirasi di saat yang lain memprovokasi. Mereka ikut terganggu saat terjadi tragedi kemanusiaan di negeri ini akibat virus corona.

Semua umat memiliki tempat terhormat sebagai makhluk Nya. Sehingga bukan hak kita untuk saling mencela, saling mencaci dan apalagi saling membenci sesama.

Inti ajaran agama pada hakikatnya adalah memanusiakan manusia. Para agamawan dan pendahulu kita menyebarkan ajaran agama dengan akhlak yang mulia dan perilaku terpuji yang amat mempesona.

Selamat menghayati Minggu Sengsara menjelang Paskah ini. Mari Kita terus berjuang dan berdoa agar wabah virus corona atau covid-19 berakhir di negeri kita sehingga kehidupan kita menjadi baru kembali sesuai tema Paskah.

Untuk itu kepada seluruh umat beragama, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk senantiasa menjaga ketenangan dan kedepankan toleransi agar suasana selama Paskah menjadi semakin kondusif agar umat Kristiani dapat memperingati peristiwa bersejarah tersebut.
Terima kasih dan syaloom..

Sumber : Fesal Musaad Kakanwil Kemenag Sultra
Penulis : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Editor : Syech
Dibaca : 607 kali