Minggu, 29 November 2020

Gelar Pertemuan Rutin Pokjaluh Muna Bahas Keutamaan Menuntut Ilmu

  • Selasa, 25 Februari 2020 14:54 WIB
foto bersama Pokjaluh Kemenag Kab. Muna

Raha (Humas Sultra) --- Selasa, 25 Februari 2019 bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kab. Muna, Kelompok Kerja Penyuluh Agama Fungsional (Pokjaluh) Kantor Kemenag Kab. Muna gelar pertemuan rutin,  kegiatan yang dilaksanakan setiap hari selasa bulan berjalan ini diikuti oleh anggota Pokjaluh yang berada pada Kantor Urusan Agama Kecamatan berjumlah 18 orang. 

Kegiatan ini dimaksudakan agar seluruh anggota Pokjaluh dapat melaksanakan tugas secara maksimal dan dalam setiap pertemuan mereka menyajikan topik yang nantinya akan di kaji secara bersama-sama, terkait dengan hal tersebut topik yang mereka bahas kali ini adalah Keutamaan Menuntut Ilmu. Bertindak sebagai Narasumber Ibu Wa Ode Siti Kasi,  yang juga sebagai Ketua Pokjaluh, Penyaji Ibu, Wa Ode Nurhayati dan bertindak sebagai pembahasan materi pada kesempatan kali ini yakni Ibu Wa Tapo.

Dalam mengawali pengantarnya Ketua Pokjaluh menyampaikan sebagai seorang muslim tidaklah cukup hanya dengan menyatakan keislamannya tanpa berusaha untuk memahami Islam dan mengamalkannya. Pernyataannya harus dibuktikan dengan melaksanakan konsekuensi dari Islam. dan untuk melaksanakan konsekuensi-konsekuensi dari pengakuan bahwa kita sudah berislam itu membutuhkan ilmu. Sebagaimana di jelaskan Surat Al Mujadalah Ayat 11 :

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Mujadalah: 11)

Sementara itu,  Ibu Wa Tapo menjelaskan begitu pentingnya menuntut ilmu sehingga Allah SWT Berfirman dalam Surat Al Mujadalah ayat 11

"Surat Al Mujadalah ayat 11 menjelaskan adab menghadiri majelis. Yakni hendaklah setiap orang berlapang-lapang dalam majlis. Jangan sampai seorang muslim mengambil tempat duduk yang tidak perlu. Hendaklah ia mempersilakan orang lain agar bisa turut duduk di majelis tersebut,"jelasnya.

Ayat ini turun, lanjutnya berkenaan dengan majelis Rasulullah di serambi Masjid Nabawi pada hari Jumat. Waktu itu datang sejumlah sahabat ahli badar yang biasanya diberi tempat khusus oleh Rasulullah. Saat ahli badar ini datang dan mengucap salam, mereka menjawab salam tapi tidak memberi tempat duduk.

Maka Rasulullah pun memerintahkan sahabat lainnya untuk bangkit dan memberi tempat duduk bagi ahli badar tersebut. Orang-orang munafik yang mengetahui peristiwa ini kemudian menuduh Rasulullah tidak adil. Rasulullah lantas menjelaskan bahwa mereka yang berlapang-lapang dalam majlis dan bangkit untuk memberi tempat duduk ahli badar, akan diberkahi Allah. Allah pun menurunkan Surat Al Mujadilah ayat 11 ini.

Ayat ini menjelaskan keutamaan orang-orang yang berlapang-lapang dalam majlis. Bahwa Allah akan memberikan kelapangan untuk mereka.

Ayat ini juga menunjukkan keutamaan ahli ilmu. Bahwa orang-orang yang beriman dan berilmu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah.

Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Tafsir Al Munir menjelaskan, tingginya derajat itu akan didapatkan oleh orang-orang yang berilmu baik di dunia maupun di akhirat.

Para sahabat sangat memahami hal ini. Sehingga Umar yang awalnya mempertanyakan mengapa Nafi’ memilih Ibnu Abza sebagai penggantinya menjadi amil Makkah. Padahal Ibnu Abza adalah mantan budak. Ketika Nafi’ menjelaskan bahwa Ibnu Abza adalah orang yang alim dan hafal Quran, Umar sebagai khalifah waktu itu pun menyetujuinya.

Berikut ini isi kandungan Surat Al Mujadalah ayat 11 yang kami sarikan dari sejumlah tafsir. Yakni Tafsir Al Qur’anil ‘Adhim karya Ibnu Katsir, Tafsir Al Munir karya Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Tafsir Fi Zilalil Quran karya Sayyid Qutb dan Tafsir Al Azhar karya Buya Hamka.

1. Surat Al Mujadalah ayat 11 menjelaskan adab menghadiri majelis (termasuk majelis ilmu dan majelis dzikir). Yakni berlapang-lapang dan memberikan kelapangan kepada orang lain agar bisa duduk di majlis itu.

2. Di antara adab menghadiri majelis Rasulullah adalah mentaati beliau, termasuk ketika beliau memerintahkan untuk berdiri atau pindah tempat duduk.

3. Pemimpin majelis boleh meminta seseorang untuk pindah guna memberikan tempat kepada orang yang dimuliakan.

4. Orang yang berlapang-lapang di majelis, Allah akan memberikan kelapangan untuknya.

5. Allah akan meninggikan derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat, baik di dunia maupun di akhirat.

6. Allah Maha Mengetahui apa yang dikerjakan hamba-hambaNya dan motivasi di balik perbuatan itu.

7. Allah memberikan balasan atas perbuatan seseorang berdasarkan hakikat dan motivasi perbuatan itu.

8. Ayat ini memotivasi orang-orang beriman untuk menuntut ilmu dan menjadi orang-orang yang berilmu.

Sumber : -
Penulis : Muhammad Ramadhan/Kemenag Kab. Muna
Editor : Rio Tufail Ramadhan. SH
Dibaca : 6.527 kali