Jum'at, 10 April 2020

Kepala Kemenag Muna Pimpin Rapat Pembentukan FKPAI Tingkat Kabupaten

  • Selasa, 25 Februari 2020 12:49 WIB
Rapat Pembentukan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Tingkat Kabupaten, Dipimpin Drs. H. Muh. Basri, M.Pd, Senin, 24 Februari 2020

Raha (Humas Sultra) --- Sebagai tindak lanjut surat Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi ( Prov) Sulawesi Tenggara (Sultra) Nomor: B-7716/Kw.24.6/1/BA.03.2/01/2020 tanggal 28 Januari 2020, Perihal Penyampaian untuk membentuk Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kabupaten dan Kecamatan, Kemenag Kab. Muna, melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam hari Senin (24/2) melaksanakan Rapat Pembentukan FKPAI Tingkat Kab. Muna, dipimpin Kepala Kemenag Muna, Drs. H. Muhammad Basri, M.Pd, didampingi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, H. Muhammad Yusuf Panay, S.Ag, M.Pd.

Rapat yang dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag Kab. Muna, diikuti para Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS se Kab. Muna.

Mengawali rapat, H. Muhammad Yusuf Panay mengatakan bahwa,  FKPAI merupakan organisasi yang terbentuk secara berjenjang, mulai dari tingkat Nasional, Provinsi, Kabupaten dan Kecamatan.

" FKPAI tingkat Kab. diharapkan akan menjadi wadah Komunikasi bagi Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS, dalam rangka memantapkan kualitas penyuluhan pada kelompok binaan," ujarnya

" Saya juga menyampaikan kepada bapak dan ibu Penyuluh, agar setiap PAI Non PNS wajib membentuk 2 kelompok binaan, yakni 1 Taman Pengajian Al Qur'an (TPQ) dan 1 Majelis Taklim (MT) dengan frekwensi kegiatan masing-masing 2 kali seminggu," tutupnya.

H. Muhammad Basri dalam arahannya mengatakan bahwa, mengenai FKPAI ini, dibentuk di Indonesia secara keseluruhan, pada setiap Kabupaten/Kota, ini artinya bahwa Pemerintah betul-betul punya perhatian terhadap Penyuluh, sebagai garda terdepan Kemenag didalam melaksanakan penyuluhan-penyuluhan di masyarakat.

" Oleh sebab itu, saya menyampaikan kepada bapak dan ibu Penyuluh, agar Petunjuk Teknis (Juknis) Penyuluh dijadikan pedoman utama, sebagaimana yang disampaikan oleh Kasi Bimas Islam, bahwa setiap Penyuluh wajib melaporkan 2 binaan penyuluhannya, yaitu Taman Pengajian Al Qur'an (TPQ), dan Majelis Taklim (MT) selain 8 bidang garapan penyuluh terdahulu, yaitu Pemberantasan Buta huruf Al Qur'an, Keluarga Sakinah, Zakat, Wakaf, Produk Halal, Kerukunan Umat Beragama, Radikalisme dan Aliran Sempalan, NAPZA dan HIV/AIDS," ungkapnya.

" Selain itu juga saya minta kepada para penyuluh untuk mensosialisasikan  5 Program Prioritas Kementerian Agama, yaitu Pemberantasan Korupsi, Peningkatan Kualitas Haji, dan Umrah, Pembenahan Pendidikan Keagamaan, Penguatan Moderasi, dan Sertifikasi Halal," ujarnya.

Lebih lanjut H. Muhammad Basri khusus masalah Moderasi Beragama masih banyak masyarakat kita  yang belum memahaminya.
Moderasi Beragama, bukan moderasi agama, bukan agamanya yang akan dimoderasi, tetapi cara kita beragama. Kita jangan terlalu ekstrim, sehingga kita menganggap bahwa hanya kitalah yang benar, orang lain salah. Oleh sebab itu saya minta kepada para Penyuluh, agar menyampaikan hal ini kepada masyarakat dengan cara yang baik-baik.

" Selanjutnya saya juga menyampaikan kepada bapak dan ibu Penyuluh, agar berhati-hati bermediasosial (bermedsos), jangan kita memposting sembarangan di Medsos, apalagi menyinggung privasi orang lain, berikanlah penyuluhan yang terbaik kepada masyarakat, bagaimana cara beragama yang baik dan benar," tambahnya.

" Oleh sebab itu, laksanakanlah tugas penyuluhan ini dengan ikhlas, sebab kalau tugas itu dilaksanakan dengan ikhlas, in syaa Allah, Allah SWT akan membalasnya dengan kebaikan," pungkasnya.

Usai pengarahan Kepala Kemenag, dilaksanakan Pembentukan Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Tingkat Kab. Muna, Periode 2020 s.d 2022, dipimpin Kasi Bimas Islam Kemenag Muna, didampingi staf Seksi Bimas, Hairun, S. Sos.

Sumber : -
Penulis : Drs. La Ode Yadi/Kemenag Kab. Muna
Editor : Syech
Dibaca : 101 kali