Jum'at, 10 April 2020

Pimpin Upacara, Ini Amanat Kepala Kemenag Muna

  • Senin, 24 Februari 2020 19:54 WIB
Upacara Hari Senin, 24 Februari 2020 di Pelataran Kantor Kemenag Kab. Muna, dipimpin Kepala Kemenag Muna, Drs. H. Muhammad Basri, M.Pd

Raha (Humas Sultra) --- Upacara Hari Senin (24/2) di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten (Kab) Muna dipimpin Kepala Kemenag Muna, Drs. H. Muhammad Basri, M.Pd.

Upacara yang dilaksanakan di Pelataran Kantor Kemenag Kab. Muna, diikuti para Kepala Seksi/Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Koordinator Pengawas (Korwas) bersama Pengawas, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Honorer lingkup Kantor Kemenag Kab. Muna.

Beberapa hal yang disampaikan H. Muhammad Basri dalam amanatnya, yang pertama adalah berdasarkan Surat Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Tenggara, tentang penyesuaian pakaian dengan Pemerintah Daerah (Pemda), yang sebelumnya kalau hari Senin dan Selasa kita berpakaian putih hitam, sekarang kita berpakaian keki, sedangkan pakaian putih hitam dialihkan pada hari Rabu. Sementara itu untuk hari Kamis, pakaian  batik  atau tenunan khas daerah, dan untuk hari Jum'at, pakaian bebas rapi.

" Yang kedua saya mengajak kepada kita semua untuk memperhatikan Tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) kita,apa tugas kita. Ingat bahwa jam kerja kita ASN, 37,5 jam/minggu. Kita bekerja dalam sehari itu harus memenuhi 7,5 jam kerja, yaitu mulai pukul 07.30 s.d 16.00 pada hari Senin s.d Kamis, sedangkan hari Jum'at mulai pukul 07.30 s.d 16.30. Jadi kalau kita bekerja kurang dari 7,5 jam/hari, maka itu artinya kita sudah korupsi waktu," ujarnya.

" Ingat, bahwa implikasi dari pada apa yang kita lakukan itu, berdampak langsung pada phisikologi kita, mungkin daripada penghasilan kita. Oleh karenanya, kita harus banyak bersedekah, karena sebagian daripada apa yang kita terima itu belum tentu berkah disebabkan karena kita belum maksimal bekerja," terangnya.

" Coba kita melihat saudara-saudara kita sekarang ini, begitu banyaknya yang mengikuti test untuk mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP), namun hanya sebahagian kecil yang lulus, sementara kita ini sudah mendapatkan NIP.
Oleh sebab itu, marilah kita bekerja dengan baik, perlihatkanlah kinerja kita, dan bagi yang memiliki HP Android, genggamlah HP anda, jangan HP yang menggenggam anda, sebab kalau HP menggenggam anda, maka anda akan diperalat oleh HP. Maksud saya, waktu kerja, kita harus kerja, kalau kita melihat HP, gunakanlah HP untuk bekerja, mencari sesuatu ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk meningkatkan kinerja kita," lanjutnya.

H. Muhammad Basri juga mengingatkan kepada seluruh ASN, bahwa tahun ini adalah tahun politik, tahun panas, kita akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada) maka berhati-hatilah dalam bermediasosial (bermedsos). Ingat bahwa kita ASN harus memperlihatkan yang namanya netralitas, artinya sebagai contoh dalam Pilkada, kita tidak boleh terang-terangan mendukung pasangan calon (Paslon) tertentu, apa lagi terlibat langsung dalam berkampanye,  karena kita ASN sudah diatur dalam Undang-undang  Nomor 5 Tahun 2014 Tentang ASN.

" Saya juga mengingatkan kepada teman-teman pelaksana Satuan Kerja (Satker), supaya senantiasa memperhatikan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL), kegiatan-kegiatan apa saja yang bisa dilaksanakan, agar dipercepat, kalau ada yang direvisi, segera direvisi supaya dilaksanakan, karena tidak lama lagi kita akan menghadapi  bulan Ramadhan, otomatis kalau sudah masuk bulan Ramadhan kegiatan kita akan tertunda. Saya harapkan supaya kegiatan-kegiatan yang bisa kita laksanakan sebelum memasuki bulan Ramadhan dilaksanakan secepatnya," sambungnya.

" Kemudian saya juga menyampaikan kepada kita semua, tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), kita sudah buat sarana/tempatnya, saya harap bagian umum agar memberikan pelayanan diruang PTSP,  dan nanti akan kita lengkapi dengan softwarenya  secara bertahap, sesuai dengan anggaran yang ada, karena hal itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit," tuturnya.

" Tentang Kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang sudah terpasang, hal itu adalah merupakan sebagian daripada implementasi reformasi birokrasi. Jangan merasa hal itu bahwa kinerja bapak dan ibu dipantau oleh pimpinan, tetapi merasalah bahwa sebenarnya ada yang selalu mengawasi kita, kita selalu dipantau oleh Malaikat," pungkasnya.

Sumber : -
Penulis : Drs. La Ode Yadi/Kemenag Kab. Muna
Editor : Syech
Dibaca : 134 kali