Selasa, 25 Februari 2020

Buka Manasik Haji Mandiri, Kasi PHU Kemenag Muna Harap JCH Pahami Syarat, Rukun, dan Wajib Haji

  • Kamis, 23 Januari 2020 14:47 WIB
Pembukaan Manasik Haji Mandiri Tingkat Kab. Muna Tahun 1441 H/2020 M di Aula Kantor Kemenag Muna, Kamis, 23 Januari 2020

Raha (Inmas Sultra) --- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten (Kab) Muna, melalui Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), hari ini melaksanakan Pembukaan Manasik Haji Mandiri di Aula Kantor Kemenag Kab. Muna, Kamis (23/1).

Kegiatan manasik mandiri, dibuka Kepala Seksi (Kasi) PHU Kemenag Muna, Jamri Sakuna, didampingi Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Muna H. Muhammad Yusuf Panay, selaku Pemateri/Narasumber dan Staf Seksi PHU Hardin Halati, selaku Moderator.

Mewakili Kepala Kemenag, diawal sambutan dan arahannya Jamri Sakuna mengatakan bahwa, pelaksanaan manasik haji mandiri ini, baru tahun ini dilaksanakan, karena kebijakan Pemerintah bahwa ada pelaksanaan manasik haji mandiri dan sifatnya sepanjang tahun.

" Kenapa ada kebijakan seperti ini, karena berdasarkan pengalaman bahwa ternyata Jama'ah Calon Haji (JCH) kita yang melaksanakan perjalanan di Tanah Suci (Makkah dan Madinah) itu masih banyak yang belum mengetahui persis tentang apa yang harus dia lakukan disana, termasuk JCH kita dari Sulawesi Tenggara (Sultra)," ujarnya.

" Maka oleh sebab itu pemerintah berkebijakan untuk melaksanakan Manasik Haji Mandiri, tetapi mohon maaf pemerintah hanya menganjurkan kebijakan, tetapi tidak atau belum menyiapkan anggarannya, sehingga disebutlah dia sebagai Manasik Haji Mandiri," lanjutnya.

" Karena ini tidak ada anggarannya, maka yang dibutuhkan adalah hanya satu-satunya kesadaran dan keikhlasan JCH sendiri, dalam arti kata, kesiapan JCH itu sangat dibutuhkan untuk menerima ilmu-ilmu atau pengetahuan-pengetahuan yang berkaitan dengan pelaksanaan Ibadah Haji di Tanah Suci," sambungnya.

" Masih banyak teman-teman kita JCH yang belum paham apa itu Syarat Haji, apa itu Wajib Haji, apa itu Rukun Haji dan lain sebagainya, sehingga dia tidak dapat melaksanakan secara sempurna Ibadah Hajinya," ungkapnya.

Jamri Sakuna melanjutkan bahwa kalau wajib hajinya tidak dilaksanakan dan diketahui dengan pembimbingnya ternyata belum dilaksanakan itu yang wajib, maka masih ada kebijakannya, yaitu membayar Dam (denda), tetapi kalau ada rukun haji yang tidak dilaksanakan, maka dengan sendirinya, hajinya menjadi tidak sah, dan kalau sudah tidak sah hajinya, maka berarti dia tidak mungkin mendapatkan Haji Mabrur," tuturnya.

" Maka oleh sebab itu pemerintah mengambil kebijakan untuk dilaksanakan Manasik Haji Mandiri ini," tandasnya.

" Saya juga menyampaikan kepada JCH, sebelum berangkat ke Tanah Suci, agar banyak bertobat, istighfar dan silaturrahim, saling memaafkan sesama teman, kerabat, saudara, terkhusus orang tua, karena tidak tertutup kemungkinan, sebagai manusia biasa, kita tidak luput dari kekhilafan dan kesalahan diantara kita sesama manusia," pungkasnya.

Usai memberikan pengarahan, Jamri Sakuna membuka secara resmi kegiatan Manasik Haji Mandiri tahun 1441 H/2020 M, dan dilanjutkan dengan penyajian materi oleh narasumber H. Muhammad Yusuf Panay, membahas tentang Gambaran Umum Perjalanan Ibadah Haji.

Usai membawakan materi, H. Muhammad Yusuf berharap agar JCH, memahami prosesi atau urut-urutan pelaksanaan ibadah haji, sejak keberangkatan sampai kembali ke tanah air, sehingga JCH dapat melaksanakan syarat, rukun dan wajib haji dengan baik dan benar.

Perlu diketahui bersama bahwa JCH musim haji 2020 berjumlah  79 orang yang tersebar di 10 Kecamatan se Kab. Muna, yaitu Kecamatan Katobu, Batalaiworu, Lasalepa, Duruka, Lohia, Napabalano, Towea, Kabangka, Tongkuno dan Bone.
Terkait dengan itu, dalam kegiatan ini dihadirkan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan (KUA Kec), sebagai yang mewilayahi domisili JCH, dan Kepala KUA Kec.selaku pembina perhajian ditingkat Kecamatan.

Sumber : -
Penulis : Drs. La Ode Yadi/Kemenag Kab. Muna
Editor : Syech
Dibaca : 154 kali