Selasa, 25 Februari 2020

Sikapi Percepatan Realisasi Program Kerja dan Persiapan Audit Kinerja dan Tusi, Kemenag Muna Gelar Rakor

  • Rabu, 22 Januari 2020 21:47 WIB
Kepala Kemenag Muna H. Muhammad Basri, pimpin Rapat Koordinasi, Rabu, 22 Januari 2020 di Aula Kemenag Muna

Raha (Inmas Sultra) --- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten (Kab) Muna hari Rabu (22/1) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor), dipimpin Kepala Kantor Kemenag Muna H. Muhammad Basri didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Sub Bag TU) La Ode Abdul Syukur,  dan Analis Kepegawaian Markun.

Rakor yang dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag Kab. Muna, dihadiri para Kepala Seksi/Penyelenggara Syariah, para Kepala Madrasah/ Raudhatul Athfal (RA), para Pengawas, para Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan (Kec)/Penghulu, para Penyuluh Agama Islam Fungsional se Kab. Muna dan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta Pegawai Tidak Tetap (PTT)/Honorer lingkup Kantor Kemenag Kab. Muna.

Selaku Moderator La Ode Abdul Syukur membuka acara, mengatakan bahwa rapat hari ini terkait percepatan realisasi program kerja dan Persiapan menghadapi audit kinerja dan tugas pokok dan fungsi (Tusi) tahun 2020.

Ia juga mengatakan bahwa disela-sela rakor ini nanti ada 4 agenda penting lainnya, yaitu Penandatanganan Perjanjian Kinerja para pejabat, Penyerahan SK dan Piagam Penghargaan bagi pegawai tidak tetap (PTT),  serta Penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Kegiatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag RI ke 74 tingkat Kab. Muna oleh Ketua HAB Muhammad Kadarul, S.Pd, MM.

" Kita ketahui bersama bahwa realisasi program kerja tahun lalu, tentu masih banyak hambatan-hambatan dan kekurangan-kekurangan  oleh karenanya  dengan hambatan-hambatan dan kekurangan-kekurangan itu, in syaa Allah di tahun 2020 ini kita akan lebih giat lagi, lebih kreatif lagi untuk bagaimana mewujudkan atau merealisasikan segenap program kegiatan kita itu," ungkapnya.

" Tentu, dimana-mana mulai dari pak Menteri, pak Kakanwil dan pak Ka Kemenag sudah menyampaikan bahwa program kita ini diharapkan berbasis kinerja dengan anggaran yang seefektif dan seefisien mungkin," tambahnya.

" Kemudian tentang persiapan audit kinerja dan tusi tahun 2020 ini, marilah kita persiapkan dokumen-dokumen pendukungnya sedini mungkin, agar pada saat pemeriksaan nanti, kita tidak kalangkabut, dan semuanya itu nanti ditanyakan kepada Analis Kepegawaian, apa saja yang perlu dipersiapkan," tutupnya.

Selanjutnya H. Muhammad Basri dalam arahannya menyampaikan kepada peserta rakor bahwa, sehubungan dengan telah definitifnya Ka Kanwil kita, saya  mengajak kepada kita semua untuk bekerja lebih baik lagi, mari kita mendukung, membantu dan menyukseskan program kerjanya.

" Pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo untu periode kedua ini, ada beberapa perubahan untuk Kemenag ditahun 2020 ini, antara lain bahwa Kemenag sudah tidak punya visi misi, yang ada hanya visi misi Presiden, kita hanya menjabarkan visi misi Presiden. Kita Kemenag hanya menyusun program kerja saja, sehingga lahirlah 5 Program Kerja Kementerian Agama RI," ujarnya.

Oleh sebab itu lanjut H. Muhammad Basri, Menteri Agama (Menag) RI Fachrul Razi mengatakan bahwa ada lima (5) program kerja Kemenag RI pada tahun 2020. 
Hal itu dikatakan Menag saat membuka acara Rapat Koordinasi Kebijakan Pengawasan (Rakorjakwas) Tahun 2020 yang digelar Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, di Jakarta Jumat (17/1/2020).
Prioritas Pertama, pemberantasan korupsi dengan pendekatan; tutup semua peluang korupsi, buka akses whistle blower dan penegakan hukum.
Kedua, peningkatan kualitas haji dan pembenahan umrah. Caranya, dengan penguatan manasik, menjaga kualitas layanan, evaluasi kompherensif dan penguatan pengawasan.
Ketiga, pembenahan pendidikan keagamaan lewat pembenahan kurikulum keagamaan, revisi buku ajar untuk penguatan paham moderat dan pengarusutamaan paham moderat bagi guru, dosen dan tenaga kependidikan.
Keempat, deradikalisasi lewat diklat aparatur dan juru dakwah.
Kelima, sertifikasi halal, dengan akuntable, tidak memberatkan dan prosedur yang simpel dan jelas.

" Dengan program kerja ini semua, tentu kita tinggal menunggu bagaimana implementasinya nanti dilapangan," sambung H. Muh. Basri.

Lebih lanjut Ia menyampaikan kepada  peserta rapat bahwa sehubungan dengan rencana Audit Kinerja dari Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag RI tahun 2020 ini, marilah kita menyusun program kerja.
Kita menyusun Program kerja berdasarkan prinsip manajemen yang dikenal dengan istilah POACE (Planing/Perencanaan, Organizing/Organisasi, Actuating/Pelaksanaan, Controlling/Pengendalian dan Evaluating/Evaluasi)

" Oleh sebab itu saya kembali  tekankan kepada kita semua ASN bahwa dalam rangka audit kinerja, dan tusi ini, marilah kita persiapkan  data-data pendukungnya,  sesuai dengan kisi-kisi yang sudah saya bagikan kepada satuan kerja (satker) masing-masing, seperti Daftar Hadir, Program Kerja, Perjanjian Kinerja, SKP, Lapora Kinerja Harian, SOP, Anjab, ABK, Pertanggungjawaban Laporan Keuangan, dokumen-dokumen berupa SK, MoU dan lain-lain sebagainya," tambahnya.

" Data pendukung berupa dokumen-dokumen itu, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi kita masing-masing, karena Audit Kinerja kita sekarang ini, selain berbasis Tusi juga berbasis dokumen" pungkasnya.

Sumber : -
Penulis : Drs. La Ode Yadi/Kemenag Kab. Muna
Editor : Rio Tufail Ramadhan. SH
Dibaca : 215 kali