Jum'at, 14 Agustus 2020

Plt. Kakanwil Kemenag Sultra Ingatkan Pengawas untuk Bersinergi

  • Minggu, 08 Desember 2019 09:00 WIB
Suasana Pembukaan Rakor kepengawasan di Hotel Claro Kendari

Kendari (Inmas Sultra) --- Seorang pengawas madrasah dituntut untuk selalu bersinergi dengan stakeholder terkait. Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2012, disebutkan bahwa Pengawas Madrasah mempunyai tugas melaksanakan pengawasan akademik dan manajerial pada madrasah. Untuk itu, dalam menjalankan tugas kepengawasannya harus bisa melakukan pembinaan, pemantauan, penilaian, pembimbingan dan pelatihan. Hal tersebut, disampaikan oleh Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara, Drs. H. Joko, M. Pd. saat menyampaikan materinya sekaligus membuka Rapat Koordinasi Pengembangan Kepengawasan Lingkup Kanwil Kemenag Sultra di Hotel Claro Kendari, Jumat (06/12) Sore.

Kegiatan yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara melalui Bidang Pendidikan Madrasah tersebut, diikuti sebanyak 52 orang peserta yang merupakan perwakilan dari unsur pengawas sebanyak 35 orang dan unsur kasi pendis/penmad sebanyak 17 orang perwakilan dari Kabupaten Kota se Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, H. Joko juga mengurai 6 fungsi pengawas madrasah di Kementerian Agama. Keenam fungsi pengawas madrasah tersebut harus dilaksanakan dengan baik. Hal ini, dimaksudkan untuk mewujudkan pengawas yang profesional. Seorang pengawas harus memiliki kompetensi yang lebih baik dibanding dengan kompetensi yang dimiliki oleh guru yang menjadi tanggung jawab pembinaannya. Untuk itu, pengawas harus setiap saat mengupdate informasi terkait perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan.

"Fungsi Pengawas Madrasah adalah melakukan penyusunan program pengawasan di bidang akademik dan manajerial; pembinaan dan pengembangan madrasah; pembinaan, pembimbingan, dan pengembangan profesi guru madrasah; pemantauan penerapan standar nasional pendidikan; penilaian hasil pelaksanaan program pengawasan; dan pelaporan pelaksanaan kepengawasan." Paparnya.

H. Joko, yang mengaku mantan pengawas di Kemenag Konsel, juga berbagi pengalaman dengan para pengawas madrasah se Sultra, bahwa seorang pengawas harus bisa bersinergi dengan stake holder yang ada. Untuk itu, seorang pengawas madrasah memiliki tanggung jawab terutama untuk peningkatan kualitas perencanaan, proses dan hasil pendidikan, dan atau pembelajaran padà RA, MI, MTs, MA, dan MAK.

Dirinya juga menyebut bahwa menjadi pengawas mestinya bukan merupakan second option lagi tapi harus merupakan panggilan hati nurani,  karena saat ini untuk menjadi seorang pengawas tidak semudah seperti masa-masa lalu, perekrutan seorang calon pengawas mesti melalui tahapan-tahapan panjang, dimulai dari usulan dari calon pengawas itu sendiri,  kemudian harus  mengikuti tes akademik tertulis, tes wawancara,  penyusunan dan pengujian makalah yang dilakukan oleh para asesor yang sangat berkompeten dan berpengalaman di bidang penulisan makalah atau karya tulis lainnya, serta mengikuti diklat kepengawasan untuk mendapatkan sertifikat kompetensi pengawas. 

"Seorang pengawas harus bisa bersinergi dengan stakeholder pendidikan di madrasah. Untuk itu, pengawas harus memiliki kompetensi seperti  dituangkan pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dalam PMA No 2 Tahun 2012 yaitu: kompetensi kepribadian; kompetensi supervisi akademik; kompetensi evaluasi pendidikan; kompetensi penelitian dan pengembangan; dan kompetensi sosial." Pungkasnya.

Sumber : -
Penulis : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Editor : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Dibaca : 282 kali