Kamis, 12 Desember 2019

Kepala MTsN 1 Bombana Harap Siswanya Tidak sepelekan Ujian

  • Jum'at, 22 November 2019 07:30 WIB
Suasana UAMBN-BK tahap II di ruang Komputer MTsN 1 Bombana, dipantau langsung oleh Kamad, Drs. Lukman, MM.

Rumbia (Inmas Sultra) --- Simulasi Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Computer (UAMBN-BK)  tahap dua, di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Bombana hari ini mulai digelar, Jum’at (22/11).

Simulasi UAMBN-BK tersebut dikuti oleh 42 siswa kelas IX dengan materi ujian dihari pertama  Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di Ruang laboratorium Kompuer MTsN 1 Bombana.

Panitia Simulasi, Kasmin, saat dikonfirmasi terkait kesiapan perangkat ujian mengatakan, seluruhnya telah siap hanya saja yang sedikit menjadi kendala adalah pasokan listrik yang sedikit kutang memadai.

“Insyaallah kami siap laksanakan simulasi UAMBN-BK tahap dua ini. Terkait dengan perangkat yang digunakan untuk ujian telah siap, yang menjadi kendala adalah pasokan listrik yang biasa menjadi kendala”. Tuturnya.

Sementara itu kamad MTsN 1 Bombana, Lukman, dalam arahannya kepada seluruh peserta ujian, mengharapkan kepada siswa agar lebih focus lagi menghadapi ujian, kurangi bermain, kurangi kegiatan yang tidak bermanfaat, teruslah belajar agar nanti tiba waktu ujian bisa memperoleh nilai yang baik.

“Kami semua berharap kepada seluruh siswa peserta ujian agar terus focus menghadapi ujian. Simulasi yang anda ikuti hari ini sangat membantu kalian pada saat ujian nanti. Dengan simlasi ini diharapkan nanti tidak terjadi kesalahan dalam menjawab soal-soal, terutama dalam mengoprasikan computer. Ikuti petunjuk dan arahan dari proctor, jawablah soal-soal sesuai petunjuk, kurangi berian, dan teruslah belajar agar nanti kalian dapat nilai yang baik”. Jelasnya.

Kamad juga sedikit menyinggung aktifitas para siswa peserta ujian yang kurang perduli dengan keadaan yang akan mereka hadapi. Dia mengharapkan agar siswa jangan merasa ujian adalah hal yang sepele. Tidak ada siswa yang bodoh, hanya karena malas, tidak mau belajar sehingga soal yang mudah sekalipun tidak bisa dijawab.

“Giatlah belajar terutama dalam menghadapi ujian yang tinggal beberpa bulan ini. Sebenarnya kalaian itu semua pintar, tidak ada yang bodoh, hanya karena anak-anakku sekalian malas, tidak mau belajar sehingga soal yang gampang, mudah sekalipun justru tidak bisa dijawab”. Pungkas lukman mengakhiri arahannya.

Sumber : -
Penulis : AGUS AKMAL, S.Ag/MTsN 1 Bombana
Editor : Rio Tufail Ramadhan. SH
Dibaca : 79 kali