Kamis, 12 Desember 2019

Kepala MTsN 2 Konsel Bentuk Tim Pembina/Guru Asuh dan Siswa Asuhan

  • Jum'at, 08 November 2019 08:58 WIB
Foto Rapat Pembentukan Tim Guru Asuh MTsN 2 Konsel

Andoolo (Inmas Sultra)--- Dalam rangka mendampingi Wali Kelas dan guru Bimbingan Konseling (BK) serta membantu siswa menghadapi permasalahan Akademik dan non Akademik agar dapat menyelesaikan studinya secara baik sesuai kondisi dan potensi individualnya, maka demi memperlancar pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pembinaan/pengasuhan siswa, Kepala MTsN 2 Konawe Selatan(MTsN 2 Konsel), H. Muh. Saring membentuk Tim Pembina/Guru Asuh yang terdiri dari Kepala Madrasah dan seluruh Dewan Guru berdasarkan keputusan rapat pada tanggal 23 Oktober 2019 yang lalu.

 

Menurut H. Muh. Saring, tujuan dibentuknya Guru Asuh ini adalah, “Memahami kemampuan potensial yang dimiliki siswa asuhannya, memanfaatkan potensi itu sebaik-baiknya dalam mengikuti dan menyelesaikan studinya, memahami kendala dan kesulitan yang dihadapi siswa asuhanya dan mampu memecahkan atau mengatasinya secara tepat, memanfaatkan bimbingan yang disediakan untuk menanggulangi kesulitan yang dihadapi siswa, meningkatkan kedisiplinan siswa terhadap tata tertib, serta meningkatkan sikap dan prilaku akhlaqul karimah”.

 

Lebih lanjut H. Muh. Saring memaparkan, “Tugas Guru Asuh meliputi: Menerima dan memberikan penjelasan kepada siswa tentang cara belajar di Madrasah, mengidentifikasi masalah yang dihadapisiswa tentang kesulitan/kebutuhan dalam menggunakan sarana akademik,

memberikan pengarahan tentang pentingnya studi individual, studi kelompok diskusi, dan melatih diri untuk berfikir secara analiis serta mengadakan pengawasan, memberikan penjelasan tentang administrasi pendidikan (aturan akademik, tata terib, kode Etik Madrasah dan lain-lain),

menerima laporan yang menyangkut kesulitan dalam mengikuti kegiatan siswa, mendorong agar siswa senang dan gemar berdiskusi, dalam meningkatkan kemampuan akademik siswa”.

 

Guru Asuh berfungsi: Membantu menyusun rencana studi siswa, seperti penempatan kelas, minat dan bakat, pemilihan Ekstrakurikuler, cara belajar yang efektif dan efisien di sekolah dan sebagainya, membantu siswa pada kegiatan orientasi di lingkungan dengan mengenalkan peraturan dan tata tertib, guru dan personalia, perpustakaan, Laboratorium, OSIS /OSIM, BK, dan layan kesehatan sekolah, memberikan pertimbangan tentang banyaknya ekstrakurikuler atau organisasi internal yang dapat diambil atau diikuti pada semester yang akan berlangsung sesuai dengan keinginan siswa, serta bersama guru mata pelajaran  mencari solusi jika siswa mengalami kendala dalam memahami pelajaran.

 

Diakhir paparannya H. Muh. Saring menjelaskan disamping tugas dan fungsi, Guru Asuh juga mempunyai kewajiban diantaranya: Mempunyai wawasan akademik yang luas berupa penguasaan kurikulum, program, atau mata pelajaran yang diikuti oleh siswa bimbingannya, memahami dan mengerti situasi akademik  mata pelajaran yang terkait, mengetahui berbagai program kesiswaan, menetapkan dan membuat Jadwal pertemuan dengan siswa bimbingannya, menjalin hubungan keakraban akademik dan profesional dengan siswa bimbingannya, mengikuti, mengamati, dan mengarahkan perkembangan studi siswa yang dibimbingnya, mencatat dan mengevaluasi program yang dijalani siswa yang dibimbingnya, serta melapor kepada kepala Madrasah serta menitipkan siswa asuhannya jika terjadi permasalahan. (sms)

Sumber : samsur/MTsN 2 Konsel
Penulis : Samsur, S.PdI/MTsN 2 Konawe Selatan
Editor : Syech
Dibaca : 160 kali