Kamis, 19 September 2019

Festival Budaya Tua Buton, Langkah Strategis Pewarisan Nilai-nilai Budaya

  • Sabtu, 24 Agustus 2019 20:24 WIB
Foto bersama dengan kepala Kanwil Kemenag Sultra Dr. H. Abdul Kadir, M. Pd. Dan Kepala Kemenag Kepton

Pasarwajo (Inmas Sultra) --- Festival Budaya Tua Buton yang mengusung tema “Budaya Buton dan Masa Depan" sukses memukau wisatawan lokal maupun mancanegara. Ragam budayanya yang sangat kental, menggambarkan histori kejayaan Kerajaan/Kesultanan Buton yang diakui eksistensinya sebagai salah satu kerajaaan/kesultanan yang demokratis dan kaya akan aneka ragam budaya.

Menyikapi hal tersebut, kepala Kanwil Kemenag Sultra, Dr. H. Abdul Kadir, M. Pd. Ketika dikonfirmasi di sela-sela acara Pekande-kandea Menandaskan bahwa festival budaya Tua Buton merupakan langkah strategis untuk mewariskan nilai-nilai luhur budaya Buton ke generasi muda, baik lokal wisdem, maupun lokal jenius.

Menurutnya nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi telah tergerus, dari nilai budaya lama ke nilai budaya baru yang memiliki kecenderungan bebas nilai. Untuk itu. Pihaknya berharap sebagai wujud introspeksi diri kegiatan seperti ini harus terus digaungkan demi mengembalikan identitas dan jati diri bangsa dalam hal ini nilai-nilai luhur yang patut dijunjung tinggi oleh masyarakatnya.

"Diharapkan kepada generasi muda untuk tetap menjaga nilai-nilai luhur sebagai prinsip yang patut dipedomani. Sementara itu, di sisi lain generasi muda diharapkan bisa menerima nilai budaya baru sebagai percepatan untuk meraih keberhasilan masa depan." Tandasnya.

Dalam laporannya, Bupati Buton, La Bakry, mengatakan Festival Budaya Buton Tua adalah kali ketujuh dilaksanakan selama tujuh tahun berturut-turut yang dimulai sejak tahun 2013.

"Puncak kegiatan ini dihadiri ribuan pengunjung, tidak hanya warga Buton, tetapi juga wisatawan domestik dan mancanegara," katanya.

Disebutkan, beberapa rangkaian acara dalam festival tersebut adalah pagelaran pesona Tanu (menenun) oleh 100 penenun tradisional, pagelaran 'Pedole-dole' 200 balita, resepsi 'Tandaki' 200 anak, Posuo 200 dan Pekande-kandea yang dikemas dalam 2019 talang.

"Kegiatan ini juga bertujuan memperkokoh persatuan, juga sebagai promosi atraksi budaya yang mampu menarik daya tarik wisata," katanya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, mengatakan bahwa pelaksanaan festival budaya Buton tua merupakan perwujudan masyarakat dalam mempertahankan budaya leluhur di era kemajuan zaman saat ini.

"Secara pribadi dan mewakili pemerintah provinsi, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini yang merupakan wahana dan wadah dalam mengangkat hal ikhwal budaya dan upaya mempertahankan tradisi leluhur kita agar tidak tergerus oleh zaman," kata Ali Mazi saat memberikan sambutan pada puncak Festival Budaya Buton Tua di Takawa Pasarwajo Buton, Sabtu (24/08).

Selain itu kata Ali Mazi, kegiatan itu menjadi bagian agenda pariwisata daerah yang bisa menarik minat kunjungan wisatawan setiap tahun, utamanya bagi mereka yang ingin mengetahui sejarah dan budaya Buton yang diaktualisasikan melalui festival tersebut.

"Tentunya kita menaruh harapan besar bahwa kegiatan ini mampu mendorong pergerakan ekonomi daerah ke arah yang lebih baik sehingga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Selama pelaksanaannya 19-24 Agustus 2019 di Alun-alun Pusat Perkantoran Bupati Buton di Takawa, Buton seolah kembali pada masa 1537 silam. Kebudayaan yang turun temurun diwariskan itu dieksplor kepada generasi Buton maupun pengunjung dengan konsep seni spektakuler.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pj. Sekda Pemprov. Sultra, La Ode Mustari,  Kepala Kemenag Buton, H. Mukhtar, Kepala Kemenag Baubau, H. Rahman Ngkaali, Kepala Kemenag Busel, H. La Rija, Kepala Kemenag Buteng, para wisatawan Asing, serta para Forkopimda.

Sumber : -
Penulis : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Editor : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Dibaca : 131 kali