Sabtu, 23 November 2019

Polres Muna Gandeng Kemenag Tuntaskan Persoalan Intern Jamaah Tabligh

  • Kamis, 07 Februari 2019 18:15 WIB

Raha, (Inmas Sultra)--- Persoalan terpecahnya Jama'ah Tabligh yang dipicu masalah Amir (Kepemimpinan) berimbas pada Jama'ah Tabligh di Kabupaten Muna. Hal ini berawal dari laporan Gafirun yang disinyalir merupakan pengikut rujukan Jama'ah Tabligh Majelis Syura Dunia (Syura Alami) yang tidak setia dengan rujukan Jama'ah Tabligh Maulana Saad sebagai Amir/ketua.

Laporan saudara Gafirun berupa intimidasi dan ancaman yang dilakukan oleh rujukan Jama'ah Tabligh yang setia kepada Maulana Saad atas nama Ahmad Hidayat Cs.

Berdasarkan persoalan tersebut Kepolisian Resort (Polres) Muna mengundang Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Muna dan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kab. Muna serta Tokoh- tokoh Agama dari kedua rujukan Jama'ah Tabligh tersebut diantaranya H. Murfa Anim Cs dan H. Udin Maulana Cs.

Agenda pertemuan dilaksanakan di Rumah Makan Selera Kampung Jalan Diponegoro Raha, Senin (4/2) Ba'da Shalat Ashar, dihadiri lejih dari 20 orang dari unsur kepolisian, Kemenag Muna dan Jamaah tabligh dari 2 rujukan.

Mewakili Kemenag Muna, Kepala Seksi Bimas Islam La Ode Abdul Syukur, mengharapkan pertemuan tersebut menemukan jalan keluar yang begitu hikmat, solusi yang damai.

"Saya yakin bahwa dengan pertemuan kali ini akan membawa nuansa rahmatan lil 'alamiin bagi proses jalan dakwah kita masing- masing. Dalam konstitusi negara kita sudah jelas, jika terdapat suatu pemahaman agama atau yang tidak memberikan rasa nyaman,  tidak memberikan rasa aman, gaduh, maka ini akan berkonsekwensi pada hukum," lanjutnya.

Abdul Syukur berharap, agar 2 rujukan tersebut tidak saling gontok- gontokan, bersitegang, saling mengklaim diri yang paling benar. Karena menurutnya, apabila terjadi hal seperti ini, dipastikan tidak akan memberikan rasa aman dan nyaman.

"Keberadaan kami Kemenag ditempat ini dengan satu tujuan dan tekad  agar bagaimana  dari masing- masing rujukan ini bisa Islah," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Jesman Matrutty mengatakan, pihaknya akan senantiasa mengedepankan kerukunan intern umat beragama, kerukunan antar umat beragama dan kerukunan umat beragama dengan pemerintah.

"Saya harapkan kepada bapak-bapak bahwa jangan sampai dengan gesekan yang ada menjadi lebih luas, FKUB menginginkan kenyamanan dari semua umat beragama, kalau sudah terjadi seperti ini, saya kira bisa diselesaikan bersama- sama dengan baik sesuai dengan aturan yang ada," ungkapnya.

Lebih lanjut Kapolres Muna yang diwakili Kabag Reskrim Muh. Ogen mengatakan bahwa dengan mendengarkan keterangan- keterangan dari kedua rujukan maka perlu adanya koordinasi dan musyawarah dalam melaksanakan tugas dakwah.

"Marilah kita mengikuti aturan- aturan yang berlaku disuatu tempat, misalnya izin kepada pemerintah setempat atau pengurus masjid tempat kita melaksanakan Ibadah dan Dakwah," ujarnya.

Muh. Ogen juga mengajak kepada semua yang hadir agar menyelesaikan permasalahan dengan kepala yang dingin dan hati yang ikhlas, jangan saling menjelek- jelekkan kelompok lain, jangan saling menyakiti dan saling mengklaim, semuanya kita bisa kita selesaikan dengan musyawarah.

"Kedatangan kami disini tidak sia- sia dan laporan dari saudara Gafirun gugur demi kemaslahatan umat, untuk kebaikan kita semua. Selaku pihak keamanan marilah kita jaga situasi, kondisi yang ada, persoalannya saat ini kita akan menghadapi pesta demokrasi, ditambah lagi dengan masalah seperti ini, bertambah banyaklah masalah kita," tuturnya.

Ogen mengajak semua yang hadir agar menjernihkan masalah ini, para mubaligh/ ustadz, termasuk masalah yang ada dalam keluarga, kehidupan kita bermasyarakat merupakan tanggung jawab selaku tokoh agama selain Kementerian Agama.

Pertemuan ini berakhir dengan islah antara kedua rujukan dan kepada seluruh yang hadir.

Sumber : La Ode Yadi
Penulis : Wa Ode Asnani. S. IP
Editor : Wa Ode Asnani. S. IP
Dibaca : 1.936 kali