Sabtu, 17 November 2018

ASN Kanwil Kemenag Sultra Diajak Deteksi Dini Gejala Kanker

  • Jum'at, 09 November 2018 10:06 WIB

Kendari, (Inmas Sultra)--- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Prov. Sulawesi Tenggara (Sultra) bekerjasama dengan Yayasan Kesehatan Kanker Indonesia (YKKI), memberikan penyuluhan mengenai bahaya kanker dan tumor bagi ASN Kanwil Kemenag Sultra, di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Jumat (9/11).

Sosialisasi kanker dan tumor ini, bertujuan agar ASN bisa mendeteksi lebih dini gejala kanker dan tumor, serta bagaimana pencegahannya. Terlebih, insiden terjadinya penyakit kanker pada umur yang semakin muda dan mortalitas penderita kanker menjadi salah satu penyebab kematian yang semakin tinggi tiap tahunnya.

"Soaialisasi ini diadakan untuk memberikan pemahaman bagi masyarakat, khususnya ASN Kanwil Kemenag Sultra mengenai bahaya kanker. Sehingga bersama pemerintah dan masyarakat, dapat membangun manusia Indonesia seutuhnya dan mewujudkan derajat kesehatan rakyat yang optimal dalam Menuju Indonesia Sehat. Khususnya mengupayakan penanggulangan kanker dengan menyelenggarakan kegiatan di bidang promotif, preventif dan suportif," jelas Amar, Plh Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Sultra saat membuka sosialisasi.

Sementara itu, Surianti S dari YKKI Cabang Makassar yang hadir sebagai pemateri pada kegiatan dimaksud menyampaikn, jika pihaknya gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat guna menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat sehingga terhindar dari penyakit mematikan seperti kanker dan tumor.

"Selain memberikan informasi kepada masyarakat secara dini, kami juga memperkenalkan lebih jauh gejala kanker paru, serviks, prostat, dan lainnya, pemicu serta cara sehat menghindari kanker dan tumor," jelas Surianti.

Dijelaskannya, jika kanker dapat dipicu oleh faktor genetik atau keturunan, faktor kimia, asap pabrik maupun asap kendaraan.

"Selain itu, pemicu kanker lainnya bisa berasal dari pancaran radiasi elektromagnetik, juga kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang mngandung karsinogen, formalin, boraks, serta pemanis dan pewarna buatan," tambahnya.

Lebih lanjut Surianti mengatakan, gaya hidup tidak sehat, stress berlebihan dan kurang berolahraga juga dapat mengakibatkan daya tahan tubuh seseorang menurun, sehingga sel penyakit termasuk kanker mudah masuk dan berkembang dalam tubuh.

"Karenanya, setelah mengetahui pemicu kanker, kita bisa mendeteksi lebih dini gejalanya, sehingga bisa melakukan tindakan preventif/pencegahan agar sel kanker tidak sampai berkembang. Karena, mencegah lebih baik daripada menngobati," tutupnya.

Sosialisasi ini diakhiri dengan tanya jawab seputar kanker, dan cara pengobatan alami kanker dengan mengunakan bahan-bahan alami, seperti daun sirsak, benalu teh dan temu putih. 

Sumber : -
Penulis : Wa Ode Asnani. S. IP
Editor : Wa Ode Asnani. S. IP
Dibaca : 22 kali