Sabtu, 17 November 2018

Kemenag Kab. Buton Identifikasi dan Deteksi Dini Aliran Bermasalah

  • Kamis, 08 November 2018 12:48 WIB

Pasarwajo, (Inmas Sultra)--- Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Buton menggelar Rapat Koordinasi Pemetaan, Identifikasi dan Deteksi Dini Faham/Aliran Keagamaan Bermasalah di Kabupaten Buton Tahun 2018,  Selasa (7/11). Kegiatan ini dihadiri Ketua Tim Pemetaan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Prov. Sultra Drs Joko MPd didampingi Kepala Kemenag Buton Drs H Mukhtar SPdI.

Joko dalam sambutannya mengatakan, fenomena munculnya berbagai paham dan aliran keagamaan yang akhir-akhir ini marak terjadi di negara kita, disatu sisi dinilai positif sebagai salah satu indikator terlaksananya kebebasan beragama.

"Akan tetapi di sisi lain, dapat menimbulkan keresahan di masyarakat dan berpotensi memicu terjadinya konflik apabila paham dan aliran keagamaan tersebut mengembangkan gerakan keagamaan yang dianggap keluar dari “mainstream” di tengah-tengah masyarakat," ungkap Joko yang juga Kepala Bagian TU Kanwil Kemenag Sultra.

Lebih lanjut Joko menambahkan, ada beberapa kriteria paham yang dianggap sesat atau menyimpang, pertama menyimpang dari Rukun Iman dan Rukun Islam. Kedua meyakini dan atau mengikuti aqidah yang tidak sesuai dengan Al- Qur’an dan As-Sunnah.

"Ketiga meyakini turunya Wahyu setelah Al-Qur’an, kemudian yang keempat melakukan Penafsiran Al-Qur’an yang tidak berdasarkan Kaidah-kaidah tafsir. Kelima, mengingkari kebenran isi Al-Qur’an," jelasnya.

Tambah Joko, ciri keenam mengingkari kedudukan Hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam, ketujuh menghina, melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul terakhir. Kedelapan, mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul. Sembilan merubah, menyembah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh Syariah, seperti haji tidak kebitullah, Shalat fardu tidak lima waktu. Kesepuluh, Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syar’i.

"Olehnya Itu kami harapkan kepada para KUA serta Penyuluh Agama Non PNS sebagai ujung tombak Kemenag, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat luas apabila kita mendengar atau melihat faham/aliran yang ada indikasi keluar dari ajaran Islam atau sesuai kriteria yang ada, segera laporkan ke Seksi Bimas Islam agar dapat ditinjau dan dicegah,” imbunya.

Kegiatan ini juga diikuti Kepala Sub Tata Usaha Kantor Kemenag Kab. Buton Drs La Diri MA, Ketua MUI Kab. Buton La Jawi, Unsur terkait, para Kasi , Kepala KUA, Penyuluh Agama dan ASN lingkup Kemenag Buton.(AS)

Sumber : -
Penulis : Wa Ode Asnani. S. IP
Editor : Wa Ode Asnani. S. IP
Dibaca : 33 kali