Sabtu, 17 November 2018

Siswa MAN IC Kendari Raih Perunggu di Ajang Madrasah Robotic Competition

  • Senin, 05 November 2018 07:28 WIB
Penyerahan hadiah bagi peserta kompetisi robotik madarasah di Depok Jawa Barat

Kendari (Inmas Sultra)--- Siswa MAN Insan Cendekia Kota Kendari, Auliya Rahman Asdar dan Maulana Nur Wahid Sudjadi, berhasil menggondol medali perunggu dalam Kompetisi Robotik Madrasah ke-4 Tahun 2018 (Madrasah Robotik Competition). Kegiatan ini, digelar oleh Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama. Ajang kompetisi robot tingkat madrasah ini merupakan gelaran yang keempat kalinya semenjak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015. Pada tahun 2018 ini, Kompetisi Robotik Madrasah akan diselenggarakan pada tanggal 3-4 November 2018 di Depok Town Square, Depok Jawa Barat.

Raihan MAN IC Kendari kali ini, menyusul prestasi yang belum lama ini, MAN IC Kendari menggondol medali perunggu dalam ajang KSM tingkat nasional, yang diadakan oleh Kementerian Agama RI di Bengkulu. Atas raihan MAN IC Kendari menggondol medali perunggu pada madrasah kompetisi robotik, bidang Rescue robotic mobile pada kategori "the best passing challange" kali ini, semakin menambah pundi-pundi prestasi yang dimikili madrasah yang menjadi icon madrasah di Sultra.

Keberhasilan siswa MAN IC disambut positif oleh kepala MAN IC Kendari Dr. Abdul Basit. Dirinya sangat terharu dan bangga karena MAN IC Kendari yang baru pertama kali ikut dalam ajang ini bisa menyisihkan dari 182 madrasah lain yang menjadi kompetiternya.

"Saya sangat bangga dengan prestasi yang diraih oleh siswa MAN IC Kendari. Selamat kepada tim robotik MAN IC Kendari. Terima kasih guru pembimbing yang telah mendampingi siswa. Terima juga saya haturkan kepada kepala Bidang Pendidikan Madrasah dan Kasi Kesiswaan" ungkapnya.

Pihaknya mengakui bahwa tim robotik yang kali ini diturunkan merupakan siswa yang tekun dan berprestasi dengan guru pembimbing Nur Fajrin, S. T. para Siswa bisa meraih juara 3, keduanya memang memiliki kecerdasan luar biasa, tidak banyak bicara tapi memang konsisten dan ulet ketika belajar.

"Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah di Sultra. Terlebih karena MAN Insan Cendekia Kota Kendari baru pertama kali ikut dan satu-satunya madrasah di Sultra yang mempersembahkan medali di event ini. Hal ini membuktikan bahwa madrasah tidak hanya hebat di bidang agama namun juga mampu berprestasi di bidang akademik atau pengetahuan umum lainnya seperti pada teknologi robotik ini. Ini membuktikan dan terpampang nyata bahwa siswa madrasah hebat bermartabat" Tandasnya.

Closing ceremony madrasah robotic competition digelar panitia Minggu (04/11) malam yang ditutup oleh Direktur KSKK, Dr. H. Ahmad Umar, MA. Sebagai apresiasi terhadap prestasi yang diraihnya ini, panitia memberikan uang pembinaam Rp3.000.000.

"Kami sangat bersyukur, bahagia, dan bangga karena bisa mengharumkan Sultra khususnya membawa nama baik MAN IC Kendari" ungkap Maulana Nur Wahid Sudjadi, usai seremoni penerimaan hadiah.

Sementara itu, kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sultra, Mansur, S. Pd. MA, ketika dikonfirmasi humas Kemenag Sultra, membenarkan bahwa kontingen Robotik MAN IC Kendari Sultra berhasil menjadi juara 3 dan berhak mendapatkan medali perunggu pada ajang yang bergengsi ini. Dia juga mengucapkan selamat kepada siswa madrasah yang telah menorehkan prestasi membanggakan untuk kontingen Sultra. Terkhusus yang belum berhasil semoga ke depannya bisa meraih yang terbaik.

"Alhamdulillah Pencapaian luar biasa tahun ini bagi Madrasah Sultra di kompetisi robotik Tingkat Nasional di Depok. Selamat kepada siswa yang telah menorehkan prestasi membanggakan khususnya perwakilan Sultra MAN IC Kota Kendari yang berhasil sabet Medali Perunggu. Bagi tim robotik yang belum berhasil ini menjadi pengalaman berharga untuk meraih terbaik pada kesempatan mendatang" Terangnya.

Menurut Mansur yang juga sebagai ketua kontingen Robotik madrasah Sultra, pendidikan madrasah harus mampu menjawab tantangan revolusi industri generasi ke-4 (4.0) yang berciri khas artificial intelligent seperti sekarang ini. Madrasah tidak hanya memiliki tanggungjawab dalam hal pendidikan agama dan moral, tetapi juga teknologi. Sekolah berciri khas Islam ini harus merespon perkembangan zaman dengan cara yang kongkrit, di antaranya berkiprah dalam hal robotik yang berbasis artificial intelligent atau kecerdasan buatan.

Menurutnya, Kementerian Agama memiliki visi yang sangat kuat tentang pengembangan ilmu robotik ini. “Maka dari itu kita selalu memberikan fasilitas, mengadakan event, dan mendorong madrasah untuk terlibat jauh,” tandasnya.

Di zaman milenial sekarang ini, semua sendi kehidupan tak bisa dilepaskan lagi dengan kecerdasan buatan, seperti masuk tol, bandara, mal, bank, dan di mana saja. Maka dari itu, pendidikan tidak boleh terisolasi dari realita sosial yang ada. “Kita berkomitmen membuat madrasah menjadi bagian dan berperan kongkrit dalam revolusi industri ke-4 ini” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengajak kepada seluruh stake holder madrasah agar terus melakukan evaluasi dan inovasi untuk bisa mewujudkan itu.

"Pada Kesempatan ini saya mengajak kepala seksi, kepala Madrasah untuk bersinergi, menguatkan komitmen, terus berprestasi bukan hanya dengan prestasi agama saja, tapi pada bidang teknologi dan even-even lainnya," pungkasnya.

Sumber : -
Penulis : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Editor : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Dibaca : 313 kali