Sabtu, 17 November 2018

Kanwil Kemenag Sultra: Pendidik harus Miliki Kedalaman spiritual, Keagungan Akhlak, dan Kematangan Ilmu

  • Minggu, 04 November 2018 13:53 WIB
Suasana Pembukaan Worshop Peningkatan Profesional Guru di MTsN 4 Bombana di Dongkala Pulau Kabaena

Kabaena (Inmas Sultra) --- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara Dr. Abdul Kadir, M. Pd. Menghadiri sekaligus membawakan materi dalam Workshop yang bertajuk "Peningkatan Profesional Guru untuk Madrasah Hebat Bermartabat" bertempat di MTsN 4 Bombana di Dongkala, Sabtu (03/11).

Hadir mendampingi kakanwil Kemenag Sultra dalam Acara ini Kepala kantor Kemenag Bombana H. Jumaing, S. Ag. M. A. dan Kepala seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Bombana, para kepala madrasah lingkup Kemenag Bombana

Kegiatan workshop yang diprakarsai MGMP MTs./MA se Pulau Kabaena berlangsung selama 02 hari 03 s.d 04 November 2018, bertujuan untuk meningkatkan Wawasan, semangat dan etos kerja Pendidik dan Tenaga kependidikan Madrasah lingkup Kankemenag Kabupaten Bombana dalam rangka mewujudkan Madrasah yang Hebat dan Bermartabat. Adapun jumlah peserta sebanyak 67 orang. Peserta terdiri dari unsur guru, kepala Madrasah Lingkup Kantor Kemenag Kabupaten Bombana. Sebagaimana dilaporkan ketua panitia dalam hal ini kepala MTsN 03 Bombana, Tamar, S. Pd. M. Pd.

Kepala Kemenag Bombana ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa sebagaimana diamanahkan dalam PMA Nomor 58 Tahun 2017 bahwa tugas dan fungsi kepala madrasah adalah sebagai Manajerial, Pembelajaran dan pembimbingan.

"Dalam ketentuan umum PMA No. 58 Tahun 2017 disebutkan bahwa kepala madrasah adalah pemimpin madrasah yang melaksanakan tugas manajerial, mengembangkan kewirausahaan, dan melakukan supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan. Selain itu, kepala madrasah dapat melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan untuk memenuhi kebutuhan guru madrasah. Dalam melaksanakan tugas seorang kepala madrasah menyelenggarakan fungsi perencanaan, pengelolaan, supervisi dan evaluasi." Ungkapnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara Dr. Abdul Kadir, M. Pd. Menyampaikan arahannya sekaligus memberikan materi penguatan tugas dan fungsi pendidik madrasah. Ada tiga aliran yang berkembang dalam dunia pendidikan yaitu realisme, idealisme dan aliran pragmatisme. Ketiganya saling berhubungan satu sama lain dan dikembangkan secara bersinergi.

"Aliran pragmatisme yaitu aliran yang cenderung fanatik dan mempertahankan nilai-nilai yang ada local wisdom dan local genius. Local wisdom di sini menyangkut kearifan lokal (nilai-nilai bijak) yang inheren terkandung dalam tradisi hidup masyarakat tradisional yang selalu dijunjung tinggi menjadi dasar pengembangan pendidikan. Pendidikan dikembangkan dengan senantiasa transformasi pengetahuan dan nilai agama dan sosial kemasyarakatan" tandasnya.

"Aliran realisme yakni aliran yang cenderung memelihara nilai luhur yang berbentuk local wisdom dan local genius selanjutnya dikembang dalam bentuk pembaharuan dan inovasi pendidikan. Aliran idealisme menganut paham pembaruan atau inovasi baru terhadap pendidikan dan tidak menerima bahkan meninggalkan nilai-nilai lama. Kecenderungan yang menganut aliran ini senantiasa berinovasi dan senantiasa beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi." Lanjut Abdul Kadir yang juga alumni S-2 dan S-3 manajemen Pendidikan UNJ.

Di hadapan para peserta sosialisasi kakanwil juga menyampaikan perlunya sinergitas segala komponen stake holder madrasah. Apabila stake holder bersinergi dengan baik akan membuahkan hasil yang diharapkan. Dalam hal ini, dapat menghasilkan SDM yang sesuai standar pemenuhan kualitas pendidikan.

"Apabila kelembagaan bersinergi dengan baik terutama dengan semua aspek stake holder akan dipastikan memenuhi standar yang diharapkan dalam hal kualitas. Dengan kualitas, akan menghasilkan Sumber Daya Manusia madrasah yang mampu membangun etos kerja pendidik dan tendik menuju madrasah hebat dan bermartabat." Tandasnya.

"Kedalaman spiritual dan keagungan akhlak, memiliki keyakinan yang kuat terhadap keimanan dan ketaqwaan.
Keluasan ilmu pengetahuan. Apabila kita memiliki keluasan ilmu pengetahuan, harus selalu diamalkan sehingga bisa memiliki kematangan ilmu yang mumpuni dan profesional." Lanjut kepala Kanwil Kemenag Sultra.

Seorang pendidik dan tenaga pendidik untuk melahirkan etos kerja pendidik dan tenaga pendidikan menuju madrasah hebat bermartabat harus mengetahui kinerja apa yang akan dilakukan, dan Tahu tugas dan fungsinya di madrasah.

Selain itu, seorang pendidik dan tendik harus ditunjang dengan adanya ilmu pengetahuan pendukung yang memadai. Hal lain yang perlu dimiliki adalah akses yang baik dalam membangun komunikasi positif dengan menata nilai silaturrahmi dengan baik sehingga terbangun suasana kerja yang dinamis, dan dialogis. Terakhir Berdoa sebelum dan setelah kegiatan. (Rhd)

Sumber : -
Penulis : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Editor : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Dibaca : 59 kali