Minggu, 29 November 2020

Kakanwil Kemenag Sultra: Perteguh Kebhinekaan Memperkuat Restorasi Sosial Melalui Kesadaran Kerukunan Umat Beragama

  • Jum'at, 02 November 2018 21:25 WIB
Suasana pembukaan dialog kerukunan umat Beragama di Kemenag Konsel

Andoolo (Inmas Sultra) –-- Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Prov. Sultra, Dr. H. Abdul Kadir, M. Pd. Yang didampingi Kepala Kemenag Konawe Selatan (Konsel) resmi membuka kegiatan Dialog Kerukunan Lintas Tokoh dan Lintas Lembaga Keagamaan pada Kawasan Sadar Kerukunan Umat Beragama tahun 2018. Kegiatan ini digelar di Kantor Kementerian Agama Kab. Konawe Selatan (Kemenag Konsel) bekerja sama subbagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama, bertempat di Aula Kemang Konsel dengan jumlah peserta 50 orang dari perwakilan guru Agama dan pengurus FKUB dari 5 agama, Kamis (01/11/18).

Sesuai tema yang diusung "Memperteguh kebhinekaan Memperkuat Restorasi Sosial melalui Kesadaran Kerukunan Umat Beragama", Kepala Kantor Kemenag Konsel, H. Adnan Saufi mengungkapkan dalam sambutannya bahwa relevansi FKUB merupakan wadah para tokoh agama yang siap menerangi masyarakat adanya radikalisme bahkan mampu menjawab persoalan-persoalan umat terutama yang berbau konflik.

“Kegiatan ini merupakan amanat undang-undang bahwa negara menjamin warga negara untuk memeluk agama sesuai dengan keyakinan masing-masing. Relevansi FKUB merupakan wadah para tokoh agama yang siap menerangi masyarakat adanya radikalisme bahkan mampu menjawab persoalan-persoalan umat terutama yang berbau konflik” ungkapnya.


Selain itu, H. Adnan Saufi menyampaikan bahwa di Konawe Selatan ada 5 agama yakni Agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan agama Buddha.

Sementara itu, di tempat yang sama Kakanwil Kemenag Sultra, H. Abdul Kadir dalam sambutannya menegaskan bahwa setiap agama pasti menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan .

“Agama yang benar pasti menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Yang membedakan manusia dengan binatang adalah kemampuan memanfaatkan nalarnya sebagai alat untk mengetahui dan memahami hal-hal yang baik dan yang tidak baik” lanjutnya.


H. Abdul Kadir juga mengatakan bahwa adanya peningkatan kualitas pemahaman pendidikan beragama akan menciptakan kerukunan, kedamaian, kerja sama yang baik, serta saling pengertian antar umat beragama.

“Yang menjadi program strategis Kementerian Agama memiliki kewajiban untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama. Kita memiliki tanggung jawab untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan agama dan keagamaan. Kita tidak akan rukun, tidak akan damai, tidak ada kerja sama yang baik, tidak ada saling pengertian kalau tingkat pemahaman agama itu rendah. Di tangan penyuluh, pendeta, ustaz, kiayi, bitsu, menjadi garda terdepan untuk melakukan pemahaman dan pengamalan ajaran agama” paparnya.

Masih Kakanwil Kemenag Prov. Sultra, mengatakan “Tegaknya, majunya NKRI sangat ditentukan 3 hal. Yang pertama tingkat kemampuan kita menjaga kemajemukan di negeri ini. Allah menganjurkan umat Islam untuk berbuat adil dan berbuat baik kepada semua umat manusia. Tidak ada penekanan berbuat adil hanya kepada orang Islam.” bebernya.

Menurut dia yang harus kita jaga keragaman kita bahwa keragaman dalam banyak aspek tidak dapat kita hindari. Justru perbedaan itulah yang dapat memperkaya kita, lebih mendewasakan kita bahwa ternyata di balik diri kita masih ada yang lain yang punya kelebihan dan kekurangan untuk saling kita mengisi.

Kedua, menurut mantan instruktur nasional P4 di zaman Orba, tegaknya NKRI karena adanya pembangunan demokrasi di negara kebangsaan. Hal ini mempunyai kepekaan untuk menyerap aspirasi tuntutan kebutuhan masyarakat kita melalui saluran partai politik. Ketiga, kalau negeri mau baik, aspek kesejahteraan harus kita jaga siapa pun pemimpin kita. Kesejahteraan umat harus kita perbaiki. Intensitas membangun komunikasi dengan mereka di rumah ibadah, di rumah mereka sangat membantu menguatkan, mengeratkan ikatan emosional antara pimpinan umat beragama dan jamaah.

Kakanwil Kemenag Sultra yang juga dosen di IAIN berpesan kepada orang tua terhadap anak-anak mereka agar mendekatkan anak-anak mereka kepada kitab suci dan rumah ibadah apa pun agamanya.

“Di forum umat beragama ini saya berpesan dua hal, mari kita bertanggung jawab kepada umat kita untuk mendekatkan generasi muda kita dengan kitab suci. Kelebihan membaca kitab suci dengan sumber bacaan lain adalah akan membantu memberikan ketenangan jiwa pada anak-anak yang intens membaca itu. Dan yang kedua dekatkan anak-anak dengan rumah ibadah sesuai dengan agamanya. Berikan pendidikan sekolah yang baik dan kita harus kontrol mereka antara di rumah dan di luar rumah” pesannya.

H. Abdul Kadir menutup sambutannya dengan mengajak umat beragama untuk mempererat hubungan antar umat beragama.

“Mari kita memperteguh kebhinekaan, memperkuat restorasi sosial melalui kesadaran kerukunan umat beragama. Mari kita eratkan hubungan antar umat beragama. Kita perlu membangun kepercayaan satu sama lain. Kita tidak perlu saling mencurigai. Kita harus saling pengertian dan saling menghormati. Kerja sama antarumat beragama juga penting. Ketika umat lain membutuhkan bantuan maka segera membantu mereka tanpa memaksakan mereka untuk masuk agama kita” ajaknya.

Turut hadir dalam kegiatan ini ketua FKUB Prov. Sultra, Drs. H. Abdul Hamid, Kepala Subbag Hukum dan KUB H. Kadir Asis Yafie, Kasubag TU Kemenag Konsel, Rasul, para Kasi lingkup Kemenag Konsel, Ketua FKUB Konsel, Penyelenggara Bimas. serta tokoh-tokoh Agama di Konawe Selatan.

Sumber : -
Penulis : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Editor : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Dibaca : 248 kali