Minggu, 29 November 2020

Kakanwil Kemenag Sultra Hadiri Dialog Lintas Agama dengan Kalangan Masyarakat dan Profesi di Kab. Kolaka

  • Minggu, 14 Oktober 2018 08:08 WIB
Siasana dialog antarumat Beragama di Kemenag Kolaks

Kolaka (Inmas Sultra) --- Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengara (Sultra) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Kolaka, Sabtu (13/10), menggelar Dialog Lintas Agama Dengan Berbagai Kalangan Masyarakat dan Profesi Tahun 2018 di Kab. Kolaka.

Sebagai salah satu rangkaian kegiatan selama di Kab. Kolaka, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Prov. Sultra, H Abdul Kadir berkesempatan membuka kegiatan tersebut dan berdialog bersama tokoh masyarakat yang hadir, baik dari tokoh agama, para penyuluh agama maupun organisasi keagamaan dan pemuda.

Pada sambutannya, Kakanwil Kemenag Sultra pertama-tama berterima kasih atas penyelenggaraan dialog ini sebagai sebuah upaya mengembangkan sekaligus meningkatkan toleransi dan kerukunan umat beragama guna mewujudkan cita-cita berbangsa dan bernegara dengan keanekaragaman budayanya.

"Hari ini untuk yang kesekian kalinya kita hadir bersama-sama menjalin silaturrahim dan berdialog sebagai wujud cinta kasih kita untuk hidup rukun dalam bermasyarakat dan beragama walaupun masih ada yang terus berusaha memecah bangsa dan negara ini," ungkap beliau mengawali.

Lanjut H. Abdul Kadir mengungkapkan bahwa kerukununan umat beragama di indonesia indeks pencapaiannya lebih dari 70 persen, namun yang belum nampak adalah kerjasama umat beragama. Hal ini perlu menjadi perhatian dan upaya kita dalam menyikapi bersama problematika di tengah masyarakat.

"Peranan tokoh agama di masyarakat harus mampu menjalin kerjasama dan tidak justru menjadi peruncing atau mempertajam gesekan atau opini yg berkembang di tengah masyarakat apalagi yang berbau hoax," kata H. Abdul Kadir.

Masih dari beliau, juga mengatakan bahwa bentuk kerukunan adalah  terwujudnya pembangunan sosial keberagamaan masyarakat yang tidak lepas oleh peran pemerintah dalam mengoptimalkan perundangan dan sosialisasi terkait kehidupan umat beragama dan juga melibatkan tokoh-tokoh agama sebagai figur perekat sosial ditengah masyarakat.

"Peran pemerintah dalam mewujudkan kehidupan beragama antara lain melalui optimalisasi dan sosialisasi perundang-undangan terkait kerukunan umat beragama, peningkatan peran pemerintah daerah harus lebih intensif nelalui kegiatan sosial lintas agama, peraturan- peraturan daerah dan peraturan lainnya sampai tingkat kecamatan," harapnya.

Seiring dengan apa yang diungkapkan oleh Kakanwil Kemenag Sultra, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Haris Rahim, fungsi pemerintah bertanggungjawab dalam pembinaan FKUB. Hal ini juga merupakan prioritas program pemerintah khususnya Kab. Kolaka dalam meningkatkan kehidupan beragama.

"Kami pemerintah daerah sangat konsen dengan upaya meningkatkan kerukunan umat beragama, berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dapat terselesaikan
Sebagai contoh hasil kerjasama pemda, Kepolisian dan tokoh agama," paparnya.

Peranan FKUB menangkal informasi yang bersifat hoax atau bohong juga sangat berpengaruh untuk memberikan klarifikasi utamanya yang menyentuh sendi agama.

"Nanti 17 April 2019 akan diselenggatakan pesta demokrasi, tentunya akan beredar info yang mungkin diragukan kebenarannya, maka peran FKUB-lah yang juga sangat diharapkan  untuk menetralisir," tandasnya.

Menghadapi tahun politik banyak hal yang mungkin saja bisa terjadi dan mengusik kerukunan umat beragama.
Seperti yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Kolaka, H. Abdul Aziz Baking diawal menyapa peserta  dialog lintas agama ini.

"Saya berterima kasih utamanya kepada Kakanwil Kemenag Sultra ditengah padatnya jadwal kegiatan, masih menyempatkan hadir di Kab. Kolaka. Kegiatan ini tentunya untuk memantapkan peran semua aspek untuk satu tujuan menciptakan kerukunan dan kerjasama umat beragama," ungkapnya Aziz Baking.

Dialog ini dilaksanakan sebagai upaya menuju saling pengertian dan menghormati antar pemeluk agama dengan menghadirkan tokoh masyarakat, agama, pemuda dan organisasi keagamaan. (AJ)

Sumber : -
Penulis : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Editor : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Dibaca : 568 kali