Jum'at, 19 Oktober 2018

Menag: Sippa Dhamma Samajja Wahana Aktualisasi Generasi Buddhis Berkarakter

  • Rabu, 10 Oktober 2018 11:27 WIB
Pukulan Gong, Menag mengawali Kegiatan Sippa Dhamma Samajja Nasional VII

Jakarta (Inmas Sultra) --- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Sippa Dhamma Samajja memiliki makna yang sangat penting dan strategis. Karena dalam kegiatan ini, siswa Buddhis yang telah mendapatkan pembelajaran agama di sekolah, dipertemukan untuk dapat menunjukkan hasil proses belajarnya.

Hal ini disampaikan Menag Lukman saat membuka Sippa Dhamma Samajja (SDS) Nasional VII di Hotel Mercure Ancol,  Jakarta. “Nilai penting Sippa Dhamma Samajja yang diikuti oleh pelajar Buddhis mulai SD, SMP, SMU/SMK dari seluruh provinsi di Indonesia ada di dalam proses pelaksanaannya,” kata Menag, Selasa (09/10).

“Terutama yang menyangkut usaha pembentukan pribadi siswa buddhis menjadi utama,” imbuhnya.  

Lebih lanjut, Menag menyampaikan bahwa pendidikan keagamaan di sekolah tidak hanya dimaknai mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah. “Lebih dari itu, melalui pendidikan agama juga ditanamkan kebiasaan-kebiasaan sehingga membentuk kepribadian,” tutur Menag.

Dalam kegiatan Sippa Dhamma Samajja VII,  penanaman kebiasaan tersebut terefleksi dalam empat cabang lomba yang dipertandingkan. Yaitu, Dhamma Vijja, Dhamma Gita, Dhammapada, dan Dhamma Vikata.

"Dalam Sippa Dhamma Samajja, peserta didik melantunkan ayat-ayat suci Dhammapada sebagai bagian dari kitab suci Tripitaka. Ada merdunya lantunan lagu dalam Dhamma Gita. Indahnya lukisan bernuansa dhamma akan membawa indikasi kerohanian seseorang penganut agama Buddha yang mendambakan kedamaian," kata Menag tentang kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga tahun sekali dan memperebutkan piala bergilir Menteri Agama ini. 

Menag juga mengingatkan ajaran Buddha, bahwa pikiran mendahului kondisi batin. Pikiran adalah pemimpin, segalanya diciptakan oleh pikiran. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran bersih, maka kebahagiaan akan mengikutinya.

Dengan memahami ajaran tersebut, menurut Menag upaya untuk  memberikan pendidikan agama di sekolah adalah menjadi hal yang penting dan mendesak. Karena melalui pendidikan di sekolah, para generasi Buddhis dapat dididik untuk memiliki pikiran yang baik.

Menutup sambutannya, Menag mengutip kata bijak Dalai Lama tentang pentingnya menjaga pikiran. “Pikiranmu akan membentuk perbuatanmu. Perbuatanmu akan membentuk kebiasaanmu. Kebiasaanmu akan membentuk karaktermu,” ucap Menag.

Usai memberikan sambutan, Menag membuka acara ditandai dengan pemukulan gong didampingi Dirjen Bimas Buddha Caliadi. Pada kesempatan tersebut, diserahkan juga Piala Bergilir Menteri Agama yang akan diperebutkan dalam SDS Nasional VII. 

Sumber : -
Penulis : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Editor : Rahmad. S.Pd., M.Pd
Dibaca : 31 kali